BencoolenTimes.com – Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi optimis Kota Bengkulu akan “melesat” dan semakin dikenal luas, khususnya di sektor pariwisata, baik oleh wisatawan nasional maupun internasional.
Keyakinan itu ia sampaikan saat menjadi bintang tamu dalam dialog spesial Momentum 1 Tahun Kinerja Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi–Ronny Tobing di kantor Tribun Bengkulu, Jumat, 20 Februari 2026.
Kehadiran Dedy bertepatan dengan satu tahun masa kerjanya sejak dilantik pada 20 Februari 2025 lalu
”Saya punya keyakinan Kota Bengkulu ini hanya tinggal momentum saja, nanti akan melesat di bidang sektor pariwisata. Kota Bengkulu ini kecil tapi lengkap. Ada Benteng Marlborough, ada Rumah Pengasingan Bung Karno, ada Masjid Jamik Bengkulu, ada Pantai Panjang Bengkulu,” ujar Dedy.
Dalam dialog tersebut, Dedy menjawab berbagai pertanyaan terkait capaian selama tahun pertama kepemimpinannya. Ia menegaskan bahwa kini tidak ada lagi alasan dalam bekerja.
”Dulu saya berangkat dari wakil walikota. Ketika ada beberapa pencapaian yang belum maksimal, saya bisa berlindung bahwa saya bukan pengambil keputusan. Tapi hari ini tidak ada alasan, karena saya walikota. Masyarakat tidak mau tahu ada efisiensi anggaran, tidak mau tahu waktunya singkat. Yang penting kita tetap bekerja,” tegasnya.
Menurut Dedy, salah satu prioritas utama adalah infrastruktur. Meski sebelumnya sudah ada program 1.000 jalan mulus dengan capaian yang baik, pesatnya pertumbuhan perumahan baru menuntut penambahan fasilitas jalan.
Karena itu, usai dilantik, ia langsung melakukan pergeseran anggaran untuk kebutuhan mendesak, terutama pembangunan jalan. Hasilnya, sebanyak 77 link jalan telah dibangun dalam satu tahun terakhir, termasuk pemasangan lampu jalan di sejumlah titik.
Selain jalan, persoalan banjir juga menjadi perhatian serius, terutama di Kelurahan Kebun Tebeng yang kerap terendam saat hujan turun selama beberapa hari. Menjawab keluhan warga, Pemkot membangun jembatan di kawasan tersebut dengan anggaran Rp3,5 miliar yang juga berasal dari pergeseran anggaran.
Tak hanya itu, jembatan di kawasan Pekan Sabtu turut dibangun guna memperlancar akses dan memperbaiki sistem drainase.
”Waktu satu tahun ini sangat singkat. Tapi Alhamdulillah, jalan yang kita bangun sudah banyak dan semuanya ada datanya,” ujarnya.
Sebagai ibu kota provinsi yang menjadi “teras” Provinsi Bengkulu, menurut Dedy, Kota Bengkulu perlu terus dipercantik. Salah satu upaya tersebut adalah pembangunan kawasan Belungguk Point di Jalan S. Parman sebagai ikon baru kota.
Penataan kawasan pasar juga menjadi program prioritas. Ia mengawali pembenahan dari Pasar Baru Koto dan berkomitmen menghidupkan kembali kawasan Kampung Cina. Sementara itu, Pasar Minggu dan Pasar Panorama yang sebelumnya terlihat belum tertata dengan baik, kini mulai rapi dan lebih bersih.
”Ini semua bagian dari upaya kita agar wajah kota semakin baik dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun pengunjung,” katanya.
Di sektor sosial, Pemkot Bengkulu fokus pada pendidikan yang murah dan gratis. Selain itu, program BPJS gratis bagi seluruh warga Kota Bengkulu juga terus dijalankan.
”Seluruh warga kota saya garansi berobat gratis. Pemerintah harus hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” tegas Dedy.
Ia mengakui bahwa belum semua cita-cita dan visi misi dapat diwujudkan dalam tahun pertama kepemimpinannya. Namun, berbagai perubahan di bidang pembangunan dan pariwisata mulai terlihat.
”Kami menyadari ini baru tahun pertama. Belum maksimal, tapi arah pembangunan sudah jelas. Pemerintah juga butuh dukungan masyarakat, mulai dari mengentaskan hingga mengurangi dampak banjir dan membangun kota bersama-sama,” tuturnya.
Menatap tahun 2026 dan tahun-tahun berikutnya, Dedy memastikan komitmennya untuk terus bekerja agar Kota Bengkulu semakin maju dan sejajar dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia.
”Kita lanjutkan. Tinggal menunggu waktunya, Kota Bengkulu akan melesat,” pungkasnya optimis. (JUL/RMC)



