22.4 C
New York
Monday, May 11, 2026

Buy now

spot_img

Satu Kelompok Gajah Sumatera di BAS Terpantau Drone Thermal Kemenhut

BencoolenTimes.com – Satu kelompok Gajah Sumatera terpantau Sebanyak 17 ekor di kawasan Bentang Alam Seblat (BAS) yang merupakan salah satu hasil kegiatan Monitoring Gajah Sumatera di Provinsi Bengkulu.

Satu kelompok Gajah Sumatera liar ini, tertangkap Drone Thermal Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI yang digunakan dalam kegiatan monitoring pada kawasan BAS Bengkulu.

Kegiatan monitoring Gajah Sumatera liar di kawasan BAS dengan menggunakan Drone Thermal tersebut, dalam rangka upaya perkuat perlindungan populasi Gajah Sumatera liar.

Diketahui, kawasan wilayah BAS sendiri merupakan salah satu habitat penting bagi Gajah Sumatera yang keberlangsungannya terus menghadapi berbagai ancaman.

Upaya perlindungan dan konservasi satwa liar yang dilakukan Kemenhut melalui kegiatan monitoring lapangan dengan pemantauan kelompok gajah liar menggunakan teknologi Drone Thermal, menjadi metode pertama kali yang diterapkan di Kawasan BAS.

Baca Juga  Pasca Kematian Gajah dan Harimau Sumatera, Izin PT. API Serta PT. BAT Wajib Dievaluasi

Dari hasil monitoring tersebut, teridentifikasi satu kelompok gajah liar berjumlah 17 ekor, yang terdiri dari 4 ekor anakan dan 13 ekor remaja hingga dewasa.

Keberadaan anakan dalam kelompok ini menunjukkan bahwa proses reproduksi dan regenerasi populasi masih berlangsung di habitat alami pada wilayah BAS.

Kegiatan monitoring ini menjadi sangat penting, terutama setelah adanya kejadian kematian 2 ekor gajah liar beberapa waktu lalu, serta sejumlah kasus kematian gajah yang juga pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya di kawasan BAS dan sekitarnya.

Berbagai peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa Gajah Sumatera masih menghadapi tekanan serius, baik akibat konflik manusia dan satwa liar, degradasi habitat, maupun ancaman lainnya.

Penggunaan drone thermal merupakan salah satu bentuk inovasi dan penguatan upaya konservasi yang dilakukan Kementerian Kehutanan dalam mendukung perlindungan gajah sumatera di habitat alaminya.

Baca Juga  Kematian Gajah dan Harimau Sumatera, HMI Sebut Sebagai Kejahatan Nyata yang Dilakukan Negara

Teknologi ini memungkinkan proses pemantauan dilakukan secara lebih efektif pada area yang sulit dijangkau, sekaligus meminimalkan gangguan terhadap perilaku alami satwa liar.

Selain itu, data yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan langkah perlindungan dan pengelolaan habitat yang lebih tepat sasaran.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Agung Nugroho menyampaikan bahwa, keberhasilan monitoring ini menjadi langkah awal yang penting dalam penguatan upaya konservasi Gajah Sumatera di kawasan BAS.

‘’Penggunaan drone thermal dalam monitoring gajah liar di Bentang Alam Seblat merupakan terobosan baru yang sangat membantu tim di lapangan,’’ sampai Agung.

‘’Dari hasil pemantauan ini, kita dapat mengetahui secara langsung keberadaan kelompok gajah beserta struktur populasinya tanpa memberikan gangguan yang signifikan terhadap satwa. Ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Bengkulu dalam memperkuat perlindungan dan pelestarian gajah sumatera,’’ sambung Agung.

Baca Juga  Kematian Gajah dan Harimau Sumatera, HMI Sebut Sebagai Kejahatan Nyata yang Dilakukan Negara

Agung mengungkapkan, bahwa kelompok yang berhasil dipantau tersebut baru merupakan satu dari beberapa kelompok gajah liar yang berada di kawasan BAS.

Oleh karena itu, kegiatan monitoring dan pengamanan habitat akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan seluruh kelompok gajah di Bentang Alam Seblat tetap terpantau dan terlindungi.

‘’Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga habitat gajah sumatera dan mendukung upaya konservasi yang sedang dilakukan. Keberadaan gajah sumatera merupakan bagian penting dari ekosistem hutan yang harus kita jaga bersama,’’ tambah Agung.

Kementerian Kehutanan mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung upaya pelestarian gajah sumatera beserta habitatnya, sehingga keberadaan satwa dilindungi tersebut dapat terus terjaga untuk generasi mendatang.(OIL)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!