24.6 C
New York
Thursday, September 17, 2026

Buy now

spot_img

Apresiasi Warga Kelola Sampah Organik, Walikota Bengkulu Minta Dana Kelurahan Untuk Persampahan

spot_img

BencoolenTimes.com – Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi terus mendukung kepedulian warganya dalam pengolahan sampah organik. Kali ini, Divisi Usaha Produktif Berbasis Pengolahan Sampah (UPBPS) Manunggal Lestari, Kelurahan Kebun Tebeng mendapat apresiasi.

Kesalutan itu disampaikan Dedy Wahyudi saat menghadiri acara Syukuran Gerakan Masyarakat Peduli Sampah Manunggal Lestari sekaligus Tebar Benih Lele Perdana, pada Kamis, 17 September 2026.

Dedy Wahyudi menyampaikan apresiasi tinggi atas inovasi budidaya maggot dari sampah organik yang diinisiasi oleh Ormas Manunggal Lestari selama satu tahun terakhir.

”Saya orangnya mudah memberikan apresiasi, dan ketika ada yang berprestasi, saya memberikan apresiasi dan menyatakan ‘salut’. Terima kasih atas terobosan pembuatan maggot ini. Memang saya sudah menyampaikan kepada seluruh lurah bahwa pada tahun 2026 ini dana kelurahan kita arahkan untuk kegiatan persampahan,” ujar Dedy.

Baca Juga  Pemkot Bengkulu Tak Diam, Penyelesaian Sengketa SD 62 Perlu Terapkan Prinsip Kehati-hatian

Ia juga menegaskan Kelurahan Kebun Tebeng menjadi pelopor dalam menjalankan arahan tersebut. Ia meminta Kecamatan Ratu Agung menjadikan program ini sebagai percontohan bagi wilayah lain.

Jika program ini terbukti sukses, seluruh lurah se-Kota Bengkulu akan diundang untuk menimba ilmu di Kebun Tebeng tanpa perlu jauh-jauh belajar ke Pulau Jawa.

Lurah Kebun Tebeng, Hendriyanto, menjelaskan bahwa Gerakan Masyarakat Manunggal Lestari dibentuk untuk mendukung program kebersihan lingkungan Pemkot Bengkulu. Lembaga ini memiliki berbagai divisi, mulai dari bank sampah, rumah kompos, rumah bibit, kerajinan warga, hingga pemanfaatan pekarangan.

Baca Juga  Walikota Dedy Wahyudi Resmikan Berendo Maggot Tanah Patah, Diharapkan Jadi Percontohan

”Hulunya berasal dari sampah rumah tangga warga Kelurahan Kebun Tebeng. Sampah organik yang dikumpulkan dimanfaatkan untuk budidaya maggot, yang selanjutnya menjadi pakan utama budidaya lele,” jelas Hendriyanto.

Pengelolaan sampah terpadu ini diharapkan dapat menekan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Sebakul. Menurutnya, sampah organik mendominasi porsi limbah rumah tangga dan memiliki potensi ekonomis tinggi jika dikelola secara tepat.

”Sampah sesungguhnya merupakan sumber rupiah, sesuai slogan kawan-kawan Manunggal Lestari: Sampah Sumber Rupiah,” tambahnya.

Baca Juga  Walikota Dedy Wahyudi Acungi Jempol Kejari Bengkulu Atas Penyelesaian Kasus Pencurian Motor Lewat RJ 

Turut hadir dalam acara, Asisten III Setda Kota Bengkulu Tony Elfian, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Anshar Amin, Camat Ratu Agung Subhan Gusti Hendri, Kapolsek Ratu Agung, serta Lurah Kebun Tebeng Hendriyanto. (JUL/RLS)

spot_img

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!