BencoolenTimes.com – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Seluma bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Seluma membahas defisit sebesar Rp17,7 miliar dalam APBD Perubahan 2026.
Berbeda dengan kondisi pada 2024 lalu, ketika pemerintah daerah menggunakan peraturan kepala daerah (Perkada) dan memunculkan sejumlah kegiatan baru, pembahasan APBD Perubahan tahun ini diarahkan untuk menekan defisit hingga menjadi nol.
Wakil Ketua I DPRD Seluma Syamsul Aswajar mengatakan, pembahasan bersama TAPD masih berlangsung dan cukup alot. Salah satu fokus utama adalah memastikan defisit Rp17,7 miliar dapat ditutup sebelum pembahasan APBD Perubahan diselesaikan.
”Defisit Rp17,7 miliar ini kita bahas terlebih dahulu agar bisa nol rupiah untuk menyelesaikan pembahasan defisit,” kata Syamsul.
Menurut dia, untuk menutup defisit tersebut, Banggar dan TAPD sepakat tidak menambah kegiatan baru dalam APBD Perubahan.
Penyesuaian anggaran akan dilakukan melalui pergeseran maupun pengurangan anggaran pada kegiatan yang dinilai belum mendesak.
”Kita pastikan tidak ada penambahan kegiatan baru, melainkan hanya pergeseran,” ujarnya.
Syamsul mengatakan, sejumlah pos anggaran yang berpotensi dikurangi antara lain belanja makan dan minum pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta anggaran perjalanan dinas, baik di lingkungan sekretariat pemerintah daerah maupun Sekretariat DPRD.
Langkah tersebut dilakukan agar kondisi APBD tetap terkendali sekaligus membuka ruang untuk penganggaran kewajiban pemerintah daerah.
”Yang penting ini akan kita bahas bersama-sama untuk satu tujuan, menjadikan defisit tidak ada lagi dan penganggaran piutang bisa berjalan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Seluma Deddy Ramdhani mengatakan pembahasan Banggar dan TAPD masih akan dilanjutkan pada Rabu (23/9/2026).
Deddy menegaskan, pemerintah daerah berharap defisit dalam APBD Perubahan dapat ditekan hingga nol. Penyesuaian anggaran akan lebih diarahkan pada kegiatan yang telah tercantum sebelumnya dan belum terealisasi.
”Kita berharap defisit ini bisa di angka nol dan lebih mengacu kepada kegiatan lama saja yang belum terealisasi,” ujar Deddy.
Adapun terkait piutang sekitar Rp7 miliar, DPRD Seluma belum memastikan mekanisme maupun waktu pembayarannya. Pembahasan mengenai hal tersebut masih menunggu penyelesaian pembahasan defisit dalam APBD Perubahan 2026. (RSL)





