25.6 C
New York
Sunday, August 2, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

BPW HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda Lewat Forum Diskusi Bisnis

BPW HIPKA Bengkulu
Keterangan: BPW HIPKA Bengkulu menggelar Forum Diskusi Bisnis

BencoolenTimes.com – Badan Pengurus Wilayah (BPW) Himpunan Pengusaha Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HIPKA) Bengkulu menggelar Forum Diskusi Bisnis bertajuk “Akselerasi Investasi dan Penguatan Ekosistem Bisnis Bengkulu: Kolaborasi HIPKA, Jaringan Alumni dan Perbankan Menuju Bengkulu Maju” di Hotel Santika Bengkulu, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Forum tersebut menjadi wadah untuk mendorong lahirnya lebih banyak pengusaha muda, khususnya dari kalangan kader dan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), sebagai upaya memperkuat perekonomian daerah sekaligus memanfaatkan bonus demografi Indonesia.

Wakil Ketua Umum HIPKA, Dr. Ajib Hamdani, mengatakan Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia karena didukung jumlah penduduk yang besar. Namun, menurutnya, peluang tersebut hanya dapat diwujudkan apabila semakin banyak masyarakat yang terjun menjadi pelaku usaha.

”Pertanyaannya, apakah kita hanya menjadi penonton atau menjadi pemain dalam pertumbuhan ekonomi itu? HIPKA harus menjadi wadah yang mampu melahirkan pengusaha-pengusaha baru,” kata Ajib.

Ia menilai organisasi memiliki peran penting dalam membina usaha mikro agar berkembang menjadi usaha menengah hingga usaha besar yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, Ajib menekankan pentingnya pemerataan pertumbuhan ekonomi di daerah, termasuk di Provinsi Bengkulu, melalui penguatan kapasitas pelaku usaha lokal.

”Indonesia tidak akan bersinar hanya karena cahaya besar di Jakarta. Indonesia akan bersinar dari nyala lilin-lilin kecil di daerah. Karena itu, pengusaha daerah harus terus tumbuh dan diperkuat,” ujarnya.

Sementara itu, CEO PT Laksita Bengkulu, Afrizal Arifin, mengingatkan bahwa membangun usaha tidak selalu bergantung pada besarnya modal finansial. Menurutnya, jaringan, kemauan belajar, dan keberanian memulai justru menjadi modal utama bagi seorang wirausahawan.

”Kalau ingin berusaha, bukan berarti harus punya modal besar terlebih dahulu. Yang paling penting adalah memiliki jaringan dan niat untuk memulai usaha,” kata Afrizal.

Ia berharap para kader HMI yang memilih berwirausaha tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menjadikan bisnis sebagai sarana memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung keberlanjutan kaderisasi organisasi.

”Kita berharap forum seperti ini bisa berkelanjutan dan memiliki tindak lanjut yang nyata untuk kemajuan bersama. Sebagai kader HMI, kita harus tetap memegang prinsip ‘Yakin, Usaha, Sampai’,” ujarnya.

Dukungan terhadap pengembangan kewirausahaan juga datang dari sektor perbankan. Direktur Bank Bengkulu, Dr. H. Iswahyudi, mengatakan HIPKA memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem bisnis yang sehat melalui forum diskusi dan pendampingan bagi calon pengusaha muda.

Menurutnya, generasi muda perlu memperbanyak belajar dan mencari mentor sebelum membangun usaha agar memiliki fondasi bisnis yang kuat.

”Pada usia muda fokuslah belajar. Setelah itu carilah mentor yang bisa membimbing. Menjadi pengusaha itu sangat mungkin, asalkan memiliki niat, ketekunan, dan menjaga reputasi keuangan,” kata Iswahyudi.

Iswahyudi yang juga merupakan Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni HMI (MW KAHMI) Provinsi Bengkulu turut mengingatkan pentingnya literasi keuangan di tengah meningkatnya penggunaan layanan pinjaman digital.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan memberikan data pribadi, seperti kartu tanda penduduk (KTP), karena berpotensi disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

”Jangan sembarangan memberikan identitas pribadi seperti KTP karena bisa disalahgunakan. Selain itu, jaga kualitas diri dan rekam jejak keuangan agar tidak menjadi hambatan ketika mengakses pembiayaan perbankan,” tegas Iswahyudi. (***)

Reses Dediyanto: Warga Soroti Jalan, Drainase, hingga Pelayanan Rumah Sakit

Reses Dediyanto
Keterangan: Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi PAN, Dediyanto saat menampung aspirasi dari masyarakat

BencoolenTimes.com – Infrastruktur dasar, pendidikan, dan pelayanan kesehatan menjadi tiga persoalan utama yang disampaikan warga dalam kegiatan reses anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Bengkulu dari Fraksi PAN, Dediyanto pada masa sidang II Tahun 2026 di wilayah Kelurahan Pematang Gubernur, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Dalam dialog bersama masyarakat, berbagai aspirasi terkait kerusakan jalan, drainase yang memicu banjir, hingga pelayanan rumah sakit bagi masyarakat diminta menjadi perhatian pemerintah daerah.

Dediyanto mengatakan seluruh usulan masyarakat telah dicatat dan akan diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan di DPRD.

”Rata-rata aspirasi yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan infrastruktur dasar, yaitu jalan dan drainase. Selain itu ada juga persoalan pendidikan dan pelayanan kesehatan, terutama pelayanan di rumah sakit,” katanya.

Menurut dia, pelayanan rumah sakit harus menjadi perhatian karena masyarakat berharap setiap pasien yang datang tetap mendapatkan respons awal dari tenaga kesehatan, meskipun kondisi ruang rawat sedang penuh.

Dediyanto menilai rumah sakit perlu memberikan penanganan awal sekaligus penjelasan yang baik kepada keluarga pasien mengenai ketersediaan kamar agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

”Siapa pun yang datang ke rumah sakit harus direspons dan ditangani terlebih dahulu. Kalau memang ruang perawatan penuh, masyarakat harus diberikan penjelasan yang baik mengenai kondisi tersebut,” katanya.

Dediyanto menambahkan, berbagai masukan yang diterima saat reses akan menjadi bahan bagi Fraksi PAN dalam menyampaikan pandangan kepada Pemerintah Kota Bengkulu melalui rapat paripurna maupun rapat dengar pendapat.

Selain itu, aspirasi masyarakat juga telah diteruskan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk kepada Walikota Bengkulu dan Gubernur Bengkulu untuk persoalan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Di sektor pembangunan, legislator tersebut menilai pemerintah perlu tetap konsisten menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas utama.

Menurut Dediyanto, alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebaiknya memberikan porsi terbesar bagi pembangunan jalan dan drainase, mengingat kedua sektor tersebut masih menjadi kebutuhan paling mendesak di tengah masyarakat.

”Program pembangunan jalan yang menjadi prioritas Pemerintah Kota Bengkulu perlu terus diperkuat. Alokasi anggaran untuk infrastruktur, terutama jalan dan drainase, harus menjadi prioritas agar persoalan yang dikeluhkan masyarakat dapat segera teratasi,” ujarnya.

Ia menegaskan sektor lain seperti pendidikan dan kesehatan tetap harus mendapatkan dukungan anggaran. Namun, dengan semakin dekatnya musim hujan, penanganan jalan rusak dan drainase dinilai lebih mendesak untuk mengurangi titik-titik genangan maupun banjir di Kota Bengkulu.

”Harapannya, ketika memasuki musim hujan nanti, titik-titik banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat sudah dapat terurai atau teratasi,” tutup Dediyanto. (JUL)

Warga Keluhkan Sulit Dapat Ruang Rawat Inap Pakai BPJS saat Reses Riduan

Warga Keluhkan Sulit
Keterangan: Reses Wakil Ketua II DPRD Kota Bengkulu, H Riduan

BencoolenTimes.com – Persoalan sulitnya pasien peserta BPJS Kesehatan mendapatkan ruang rawat inap di rumah sakit kembali menjadi sorotan dalam kegiatan reses Wakil Ketua II DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi Nasdem, H. Riduan, di Kantor Lurah Kandang Mas, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Dalam reses tersebut, salah satu peserta, Baidari Citra Dewi menyampaikan keluhannya terkait pasien yang harus berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain karena alasan ruang perawatan penuh.

Baidari, meminta BPJS Kesehatan lebih aktif melakukan pengawasan terhadap rumah sakit yang telah bekerja sama sebagai fasilitas rujukan.

Menurut dia, BPJS memiliki kewenangan untuk meminta penjelasan rumah sakit mengenai kapasitas ruang rawat inap serta memastikan informasi ketersediaan tempat benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

”Banyak masyarakat datang ke rumah sakit, tetapi ditolak karena alasan ruang penuh. Harus dipastikan dulu apakah memang benar tidak ada tempat atau ada kondisi khusus yang membuat pasien belum bisa diterima,” kata Baidari.

Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi yang lebih humanis dari pihak rumah sakit kepada keluarga pasien, terutama saat kondisi ruang perawatan memang sudah tidak tersedia.

Menurutnya, keluarga pasien seharusnya mendapatkan penjelasan yang baik disertai permintaan maaf, bukan justru menerima perlakuan yang dianggap kurang berempati.

Baidari berharap aspirasi tersebut dapat diteruskan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu agar menjadi bahan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan, khususnya bagi peserta BPJS Kesehatan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Ketua II DPRD Kota Bengkulu H. Riduan menegaskan seluruh masukan masyarakat akan ditampung dan disampaikan kepada Pemkot Bengkulu sebagai bahan evaluasi pelayanan kesehatan.

”Semua aspirasi masyarakat akan kita tampung dan kita sampaikan kepada Pemkot Bengkulu agar menjadi perhatian bersama,” ujar Riduan.

Saat bersamaan turut hadir pihak BPJS Kesehatan diwakili Ricco Hanggara selaku Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu, ia mengatakan saat ini terdapat 10 rumah sakit di Kota Bengkulu yang melayani masyarakat, termasuk Rumah Sakit Tino Galo dan Rumah Sakit Jiwa.

Menurut dia, secara regulasi jumlah tempat tidur rumah sakit di Kota Bengkulu sebenarnya telah memenuhi ketentuan Kementerian Kesehatan, yakni satu tempat tidur untuk setiap 1.000 peserta BPJS Kesehatan.

Namun, kondisi di lapangan berbeda karena rumah sakit di Kota Bengkulu tidak hanya melayani warga kota, tetapi juga menjadi rujukan bagi pasien dari berbagai kabupaten di Provinsi Bengkulu.

”Yang menjadi persoalan, rumah sakit di Kota Bengkulu menjadi tumpuan masyarakat dari seluruh kabupaten. Jadi, bukan hanya melayani warga Kota Bengkulu saja,” kata Ricco.

Ia menjelaskan kasus pasien yang sempat viral beberapa waktu lalu juga memerlukan ruang isolasi khusus karena menderita penyakit menular sehingga tidak dapat ditempatkan bersama pasien lain.

Selain itu, pada waktu bersamaan ruang isolasi juga digunakan untuk pasien penyakit menular lainnya sehingga kapasitas menjadi terbatas.

Meski demikian, Ricco mengakui peristiwa tersebut menjadi evaluasi bagi seluruh pihak, termasuk BPJS Kesehatan, pemerintah daerah, dan rumah sakit.

Ia menilai penyampaian informasi kepada masyarakat harus dilakukan secara lebih empatik ketika terjadi keterbatasan layanan.

”Kalau memang ada kekurangan, seharusnya disampaikan dengan baik kepada masyarakat dan diawali dengan permintaan maaf,” ujarnya.

Ricco juga mengungkapkan BPJS Kesehatan hanya memiliki kewenangan memutus kerja sama dengan rumah sakit swasta apabila ditemukan pelanggaran kerja sama. Sementara terhadap rumah sakit milik pemerintah, kewenangan tersebut tidak dapat dilakukan karena status kepemilikannya berada di bawah pemerintah.

Sebagai tindak lanjut, BPJS Kesehatan berkomitmen menyampaikan persoalan keterbatasan kapasitas ruang rawat inap kepada Pemkot Bengkulu melalui forum koordinasi.

Ia juga menilai penambahan ruang rawat inap akan lebih mendesak dibanding pembangunan gedung layanan umum baru, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan rawat inap peserta BPJS Kesehatan.

”Kalau ruangan tidak ditambah, kondisi seperti ini berpotensi kembali terjadi di kemudian hari,” tutup Ricco. (JUL)

Legislator Repelita Kawal Aspirasi Warga, Soroti Infrastruktur hingga Pelayanan Kesehatan

Legislator Repelita Kawal Aspirasi
Keterangan: Reses anggota DPRD Kota Bengkulu, Repelita masa sidang II Tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) II, meliputi Kecamatan Gading Cempaka dan Singaran Pati.

BencoolenTimes.com – Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hj. Repelita Fithri menegaskan komitmennya mengawal berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan reses masa sidang II Tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) II, meliputi Kecamatan Gading Cempaka dan Singaran Pati.

Berbagai persoalan disampaikan warga, mulai dari pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, hingga pelaksanaan program pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat.

Repelita mengatakan reses merupakan wadah bagi anggota legislatif untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus memastikan aspirasi tersebut diperjuangkan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah.

”Memang aspirasi masyarakat sangat banyak. Tidak semuanya bisa langsung direalisasikan karena harus menyesuaikan kemampuan anggaran maupun kebijakan pemerintah. Namun kami tetap berupaya memperjuangkan setiap usulan yang disampaikan masyarakat,” kata Repelita di Rumah Dinas Wakil Ketua II DPRD Kota Bengkulu, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Sebagai anggota Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Repelita mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terkait sejumlah usulan pembangunan yang disampaikan warga.

Dari hasil koordinasi tersebut, masih terdapat beberapa program yang belum masuk dalam perencanaan pemerintah. Meski demikian, DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar setiap usulan masyarakat mendapat perhatian.

”Kami akan terus mengawal dan mengawasi. Ada program yang tidak dianggarkan tetapi bisa dikerjakan, sementara ada juga usulan masyarakat yang belum terealisasi. Hal seperti ini akan terus kami pertanyakan kepada OPD terkait agar masyarakat memperoleh penjelasan yang jelas,” ujarnya.

Menurut Repelita, pengawasan DPRD tidak hanya dilakukan saat pembahasan anggaran, tetapi juga pada tahap pelaksanaan program di lapangan. Hal itu penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai perencanaan dan tepat sasaran.

”Karena PUPR merupakan mitra Komisi II, kami memiliki tanggung jawab memastikan setiap program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Selain infrastruktur, Repelita juga menyoroti pentingnya peningkatan pelayanan kesehatan. Ia berharap BPJS Kesehatan bersama rumah sakit, khususnya rumah sakit milik pemerintah, terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang harus menjadi prioritas pemerintah sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan saat membutuhkan layanan medis.

”Kami berharap BPJS Kesehatan bersama rumah sakit terus meningkatkan kualitas pelayanan sehingga masyarakat mendapatkan layanan yang cepat, mudah, dan maksimal,” ucapnya.

Repelita menegaskan seluruh aspirasi yang diterima selama reses akan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program pembangunan maupun pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD Kota Bengkulu.

Ia berharap sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), dan masyarakat terus diperkuat agar berbagai kebutuhan pembangunan di Kecamatan Gading Cempaka dan Singaran Pati dapat direalisasikan secara bertahap.

”Reses bukan sekadar menyerap aspirasi, tetapi menjadi komitmen kami untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat. Setiap usulan akan kami kawal agar menjadi perhatian pemerintah dan memberikan manfaat nyata bagi warga Kota Bengkulu,” tutupnya. (JUL)

Legislator Kusmito Dorong Warga Produktif Hadapi Tekanan Ekonomi

Kusmito Dorong Warga
Keterangan: Reses anggota DPRD Kota Bengkulu, Kusmito Gunawan

BencoolenTimes.com – Anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Bengkulu, Kusmito Gunawan, mendorong masyarakat untuk tetap produktif di tengah meningkatnya biaya hidup dan melemahnya daya beli masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat menggelar Reses Kedua Masa Sidang II Tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang meliputi Kecamatan Ratu Agung dan Ratu Samban, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Menurut Kusmito, kondisi ekonomi saat ini menjadi tantangan bagi masyarakat. Harga Bahan Bakar Minyak (BBM), kebutuhan pokok, hingga biaya pendidikan terus mengalami kenaikan, sementara pendapatan sebagian masyarakat tidak mengalami peningkatan yang sebanding.

”Yang kita lihat sekarang, harga BBM naik, kebutuhan pangan naik, biaya pendidikan juga meningkat. Tetapi pendapatan masyarakat tidak mengikuti. Daya beli menurun, usaha banyak yang lesu. Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama,” kata Kusmito.

Karena itu, ia memanfaatkan kegiatan reses tidak hanya untuk menyerap aspirasi terkait pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendorong lahirnya program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis rumah tangga.

Dalam pertemuan tersebut, Kusmito menghadirkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar masyarakat memperoleh informasi mengenai berbagai program pemberdayaan, mulai dari budidaya ikan lele, akses permodalan, hingga jaminan pemasaran hasil usaha.

”Saya ingin masyarakat tidak hanya menyampaikan keluhan, tetapi juga mendapatkan solusi. Misalnya melalui budidaya lele yang difasilitasi Dinas Perikanan, akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga pendampingan pemasaran. Ini penting agar masyarakat memiliki tambahan penghasilan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemberdayaan masyarakat tidak boleh berhenti setelah kegiatan reses selesai. DPRD, kata dia, akan mengawal pembentukan kelompok-kelompok usaha yang nantinya mendapat pendampingan dari pemerintah daerah.

Menurut Kusmito, setiap kelompok akan beranggotakan sekitar sembilan orang dan didampingi oleh dinas teknis agar usaha yang dijalankan dapat berkembang.

”Nanti kelompok-kelompok ini akan didampingi Dinas Perikanan, mulai dari pembentukan kelompok, pola usaha, akses permodalan, sampai pemasaran hasil produksinya. Jadi tidak dilepas begitu saja,” katanya.

Kusmito menilai, keberadaan Koperasi Merah Putih juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu jalur pemasaran produk masyarakat sehingga pelaku usaha kecil memiliki kepastian pasar.

”Koperasi Merah Putih bisa menjadi salah satu pintu pemasaran hasil usaha masyarakat. Ini harus dimanfaatkan agar usaha warga terus berkembang,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton di tengah dinamika ekonomi, tetapi mampu menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

”Kita ingin masyarakat tetap produktif. Jangan bergantung pada situasi ekonomi yang sedang sulit. DPRD akan terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah agar program pemberdayaan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutup Kusmito. (JUL)

Dr. Paidi Terpilih Ketua MKKS SMK Indonesia, Kadis Dikbud Ucapkan Selamat dan Bangga

Dr. Paidi Terpilih Ketua
Keterangan: Dr. Paidi Terpilih Ketua MKKS SMK Indonesia

BencoolenTimes.com – Kota Bengkulu kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kepala SMKN 6 Kota Bengkulu, Dr. Paidi resmi terpilih sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Indonesia dalam pemilihan pengurus yang digelar di SMKN 26 Jakarta.

Proses pemilihan juga bertepatan saat Rakornas Ketua MKKS SMK Se-Indonesia yang dibuka Direktur SMK, Dr. Arie Wibowo Khurniawan, S.Si., M.Ak dilanjutkan Pemilihan Pengurus MKKS SMK-Indonesia.

Selain Dr. Paidi sebagai ketua, kepengurusan juga diisi oleh perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia. Dewan Penasehat dijabat Direktur SMK dan Direktur KSPSTK, sedangkan Dewan Pembina terdiri atas Widada, M.Pd (DI Yogyakarta), Dharminto, M.Par (DKI Jakarta), dan Baihaqi, M.Pd (Aceh).

Adapun Wakil Ketua I dijabat Andi Umar Patta, M.Si (Sulawesi Selatan), Wakil Ketua II Iwan Supriady, S.Pd (Nusa Tenggara Barat), Sekretaris Dede Hidayat, M.Pd (DKI Jakarta), Wakil Sekretaris Warnoto, M.Pd (Jawa Timur), Bendahara Dr. Armina, M.Pd (Lampung), serta Wakil Bendahara Regina A. Wutoy, M.Pd (Papua).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, Zulhendri, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas amanah yang diberikan kepada Dr. Paidi yang juga menjabat Ketua MKKS SMK Provinsi Bengkulu.

”Atas nama Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, kami mengucapkan selamat kepada Bapak Dr. Paidi yang dipercaya menjadi Ketua MKKS SMK Indonesia. Ini merupakan sebuah kebanggaan, tidak hanya bagi dunia pendidikan di Kota Bengkulu, tetapi juga bagi Provinsi Bengkulu,” ujar Zulhendri.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan di tingkat nasional menjadi bukti bahwa sumber daya manusia di Bengkulu mampu bersaing dan mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Zulhendri berharap kepemimpinan Dr. Paidi dapat membawa kemajuan bagi pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia sekaligus menjadi motivasi bagi para kepala sekolah dan tenaga pendidik di Kota Bengkulu untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

”Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik dan mampu memperkuat kolaborasi dalam memajukan pendidikan vokasi di Indonesia. Kami tentu akan terus memberikan dukungan,” pungkasnya. ***

PWI Bengkulu Silaturahmi ke Kapolda, Perkuat Sinergi Hadirkan Informasi Positif untuk Daerah

PWI Bengkulu Silaturahmi
Keterangan: Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid dan PJU berbincang dengan pengurus PWI Provinsi Bengkulu

BencoolenTimes.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu bersilaturahmi dengan Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid di Markas Polda Bengkulu, Jumat, 31 2026. Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara insan pers dan kepolisian dalam mendukung pembangunan daerah melalui penyampaian informasi yang edukatif, akurat, dan berimbang.

Rombongan PWI Bengkulu diterima langsung oleh Kapolda Bengkulu didampingi Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol. Imam Wijayanto, S.I.K. Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak membahas pentingnya kolaborasi antara media dan kepolisian dalam menjaga kondusivitas sekaligus mempromosikan potensi daerah.

Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid mengatakan media memiliki peran strategis sebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. Menurutnya, pemberitaan yang positif dan konstruktif dapat mendukung kemajuan Provinsi Bengkulu.

”Mari sama-sama kita memberitakan dan menginformasikan hal-hal positif tentang Provinsi Bengkulu demi kemajuan Bengkulu,” kata Yudhi.

Ia mengajak insan pers untuk terus mengangkat berbagai potensi daerah, mulai dari sektor pariwisata, investasi, hingga capaian pembangunan. Menurutnya, publikasi yang luas mengenai potensi Bengkulu dapat meningkatkan citra daerah sekaligus menarik minat wisatawan dan investor.

Selain itu, Yudhi menegaskan Polda Bengkulu berkomitmen menjaga keterbukaan informasi kepada media. Keterbukaan tersebut, kata dia, menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara kepolisian dan insan pers sehingga masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

”Kami terbuka kepada rekan-rekan media dalam menjalankan tugas jurnalistik. Sinergi yang baik akan menghasilkan informasi yang berkualitas untuk masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Bengkulu Marsal Abadi, S.E., menyampaikan apresiasi atas sambutan Kapolda Bengkulu beserta jajaran. Ia menegaskan PWI siap terus menjalin kerja sama yang baik dengan Polda Bengkulu.

”Kami sepakat dengan apa yang disampaikan Bapak Kapolda Bengkulu dan siap terus bekerja sama dengan jajaran Polda Bengkulu,” ujar Marsal.

Menurutnya, kemitraan antara media dan kepolisian perlu terus diperkuat agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap berimbang, edukatif, dan mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Melalui silaturahmi tersebut, PWI Bengkulu dan Polda Bengkulu berharap sinergi yang telah terjalin dapat semakin kuat dalam mendukung penyebaran informasi yang bermanfaat sekaligus mendorong kemajuan Provinsi Bengkulu. (JUL)

PWI Bengkulu Matangkan Persiapan Pelantikan Pengurus 2026-2031

PWI Bengkulu Matangkan
Keterangan: PWI Bengkulu menggelar rapat pematangan persiapan pelantikan pengurus baru 2026-2030, Jumat 31 Juli 2026

BencoolenTimes.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu mulai mematangkan persiapan pelantikan kepengurusan periode 2026-2031 yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan September 2026.

Persiapan tersebut dibahas melalui rapat pembentukan panitia dan penyusunan rangkaian kegiatan di Kantor PWI Bengkulu, Jalan Padang Harapan, Kota Bengkulu pada Jumat 31 Juli 2026.

Rapat yang berlangsung penuh semangat dan kekeluargaan itu dihadiri jajaran pengurus serta keluarga besar PWI Provinsi Bengkulu dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu.

Marsal Abadi sebagai Ketua PWI Provinsi Bengkulu terpilih Periode 2026-2031 menyampaikan rapat ini merupakan langkah awal untuk memastikan seluruh persiapan pelantikan dilakukan secara matang melalui kerja sama seluruh insan PWI.

”Rapat ini kami laksanakan dalam rangka mempersiapkan pelantikan kepengurusan PWI Provinsi Bengkulu periode 2026–2031. Karena itu kami mengundang pengurus lama, calon pengurus baru, serta seluruh rekan-rekan agar bersama-sama menyukseskan pelaksanaan pelantikan yang diperkirakan berlangsung pada September mendatang,” ujar Marsal Abadi.

Selain itu, Marsal menjelaskan, pihaknya berharap pelantikan dapat terlaksana sesuai jadwal, bahkan jika memungkinkan dapat diselenggarakan lebih awal. Namun demikian, seluruh persiapan harus dilakukan secara maksimal agar acara berjalan dengan baik.

”Kalau memungkinkan lebih cepat tentu alhamdulillah. Tetapi yang paling penting adalah seluruh persiapan dilakukan secara matang. Itulah sebabnya hari ini kami berkumpul bersama untuk menyusun langkah-langkah yang diperlukan,” katanya.

Menurut Marsal, rapat berlangsung dengan baik dan mendapat respons positif dari seluruh peserta yang hadir. Kehadiran para wartawan senior maupun generasi muda menunjukkan semangat kebersamaan dalam membangun organisasi.

”Alhamdulillah rapat berjalan dengan baik. Yang hadir cukup beragam, mulai dari senior-senior PWI hingga rekan-rekan wartawan muda. Ini menunjukkan kebersamaan kita untuk mengantarkan kepengurusan baru agar dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik,” tuturnya.

Rapat tersebut menghasilkan sejumlah keputusan, di antaranya pembentukan struktur kepanitiaan, pembagian tugas masing-masing seksi, serta penyusunan teknis pelaksanaan pelantikan.

Sementara itu, Ketua Harian Panitia Pelantikan PWI Provinsi Bengkulu Okta, mengatakan pelantikan nantinya akan dihadiri jajaran Pengurus Pusat PWI dan pejabat se-Provinsi Bengkulu.

”Pelantikan akan dipusatkan di gedung balai Raya Semarak Bengkulu sesuai hasil rapat. Seluruh seksi sudah dibentuk dan diberikan tugas masing-masing. Sebelum-2 pelaksanaan, panitia akan kembali menggelar rapat untuk memastikan seluruh persiapan berjalan maksimal,” kata Okta. (JUL/RLS)

HIPKA Bengkulu Gelar Forum Bisnis dan Pelantikan Pengurus, Fokus Perkuat Investasi dan Ekosistem Usaha

HIPKA Bengkulu Gelar Forum
Keterangan: Gambar ilustrasi

BencoolenTimes.com – Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Provinsi Bengkulu akan menggelar Forum Bisnis dan Pelantikan Pengurus Badan Pengurus Wilayah (BPW) HIPKA Bengkulu pada Sabtu, 1 Agustus 2026 di Hotel Santika Bengkulu.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Forum Bisnis pada pukul 15.30 WIB, kemudian dilanjutkan pelantikan pengurus BPW HIPKA Bengkulu pada pukul 19.30 WIB oleh jajaran Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPKA.

Ketua Umum BPW HIPKA Provinsi Bengkulu, H. Roni Desa, S.Sos., MM, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga dirancang sebagai ruang kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, perbankan, dan jaringan alumni HMI untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

”Pelantikan pengurus ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran HIPKA sebagai wadah pengusaha alumni KAHMI. Kami ingin mendorong investasi, memperluas jaringan usaha, serta menciptakan peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Bengkulu,” kata Roni, Jumat, 31 Juli 2026.

Menurut dia, HIPKA memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Karena itu, forum bisnis akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional, pelaku usaha, dan pimpinan perbankan guna membuka peluang kolaborasi dan investasi di Bengkulu.

”Kami ingin HIPKA menjadi jembatan antara dunia usaha, pemerintah, perbankan, dan masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, kami berharap pertumbuhan ekonomi Bengkulu menjadi lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Forum bisnis mengusung tema “Akselerasi Investasi dan Penguatan Ekosistem Bisnis Bengkulu, Kolaborasi HIPKA, Jaringan Alumni dan Perbankan Menuju Bengkulu Maju, Alumninya Bahagia.”

Sejumlah narasumber dijadwalkan hadir, di antaranya Ketua Umum BPP HIPKA yang juga Anggota DPR RI H. Kamrussamad, Ph.D, yang akan membahas penguatan UMKM dan inovasi fiskal daerah sebagai instrumen pendukung pertumbuhan ekonomi.

Dari sektor perbankan, Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, SE., MM, akan memaparkan strategi pengembangan bisnis pengusaha muda melalui akses pembiayaan modern dan kolaborasi dengan sektor perbankan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Laksita, Afrizal Arifin, SE, dijadwalkan berbagi pengalaman membangun bisnis properti hingga berkembang menjadi perusahaan yang berdaya saing.

Acara juga akan dihadiri Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata, Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto, Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Provinsi Bengkulu Elfahmi Lubis, serta sejumlah tokoh dan pelaku usaha di Bengkulu.

Roni menegaskan, kepengurusan HIPKA Bengkulu ke depan akan berfokus pada pembangunan ekosistem usaha yang sehat, perluasan jejaring kemitraan, serta penciptaan wirausaha baru yang mampu membuka lapangan kerja.

”Kami ingin pengusaha Bengkulu semakin kuat, semakin terkoneksi, dan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. HIPKA harus hadir sebagai mitra strategis pembangunan,” tegas Roni. (JUL/RLS)

Pendaftar Turnamen Badminton AMJ Bengkulu Tercatat 69 Tim dari Berbagai Instansi

Pendaftar Turnamen Badminton
Keterangan: gambar ilustrasi

BencoolenTimes.com – Antusiasme peserta terhadap Turnamen Badminton Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ) Bengkulu 2026 melampaui ekspektasi panitia. Kuota awal yang dibuka untuk 32 tim justru diserbu peserta hingga mencapai 69 tim dari berbagai instansi di Provinsi Bengkulu.

Peserta berasal dari instansi pemerintah, lembaga vertikal, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, rumah sakit, hingga perusahaan media. Turnamen akan digelar pada 29–30 Agustus 2026 dengan total hadiah Rp10 juta dan mempertandingkan tiga nomor, yakni ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.

Ketua Panitia Turnamen Badminton AMJ 2026, Alexander mengatakan tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya minat berbagai kalangan untuk mengikuti ajang olahraga yang mengusung semangat silaturahmi dan sportivitas tersebut.

”Alhamdulillah, respons peserta sangat luar biasa. Awalnya kami hanya membuka kuota terbatas, tetapi antusiasme dari instansi pemerintah, lembaga vertikal, BUMN, BUMD, rumah sakit, perguruan tinggi, hingga perusahaan media membuat jumlah pendaftar terus bertambah. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk menyelenggarakan turnamen dengan sebaik-baiknya,” kata Alexander.

Menurut dia, panitia kini sedang melakukan verifikasi administrasi seluruh peserta sekaligus menyusun bagan pertandingan agar pelaksanaan turnamen berjalan tertib dan lancar.

”Kami berharap seluruh peserta menjadikan turnamen ini bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, dan memperkuat sinergi antarlembaga,” ujarnya.

Ketua AMJ Bengkulu, Wibowo Susilo, mengatakan membludaknya jumlah pendaftar menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi media untuk mempererat hubungan antara insan pers dengan berbagai instansi.

”Antusiasme peserta sangat luar biasa. Ini menunjukkan semangat kebersamaan yang ingin dibangun AMJ melalui olahraga. Kami berharap seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan turnamen ini sebagai ajang mempererat hubungan antarlembaga,” kata Wibowo.

Berdasarkan data panitia, peserta berasal dari berbagai instansi, di antaranya Bencoolen Times, Bengkulutoday, Garda Bangsa Media, PWI, TVRI, RRI, BMKG, Lapas Kelas IIB Bengkulu, BPKP, Dinas Kesehatan, Universitas Bengkulu, BPOM, RSMY, RSUD Bengkulu Tengah, Balai Cipta Karya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Wilayah Kementerian Agama, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes), Dokkes Polda Bengkulu, serta sejumlah organisasi perangkat daerah lainnya.

Hingga penutupan pendaftaran, tercatat sebanyak 69 tim telah mendaftar. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 26 tim ganda putra, 10 tim ganda putri, dan 18 tim ganda campuran yang telah terdata, sementara sejumlah tim lainnya masih melengkapi proses administrasi sehingga seluruhnya mencapai 69 tim.

Panitia mengimbau peserta yang telah mendaftar segera menyelesaikan pembayaran biaya registrasi sebesar Rp100.000 per tim agar dapat mengikuti proses pengundian dan penyusunan jadwal pertandingan.

Dengan jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari dua kali lipat kuota awal, Turnamen Badminton AMJ Bengkulu 2026 diproyeksikan menjadi salah satu turnamen persahabatan terbesar yang mempertemukan insan media, pemerintah, BUMN, BUMD, lembaga vertikal, perguruan tinggi, rumah sakit, dan berbagai instansi di Bengkulu.

Selain memperebutkan hadiah, turnamen ini diharapkan menjadi wadah memperkuat kolaborasi, memperluas jejaring antarlembaga, serta menumbuhkan semangat sportivitas dan kebersamaan dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. (JUL/RLS)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!