BencoolenTimes.com – Aksi Curnak (Pencurian Hewan Ternak) kembali meresahkan warga di Kabupaten Seluma beberapa hari belakangan.
Terbaru, Empat ekor sapi milik warga Desa Penago Baru, Kecamatan Ilir Talo, Heri (50), hilang diduga jadi korban aksi curnak.
Diduga para pelaku membawa kabur sapi-sapi tersebut menggunakan mobil pick up berwarna hitam.
Aksi tersebut juga sudah dilaporkan, sesuai Laporan Polisi (LP/B/20/XI/2025/SPKT/Polsek Talo/Polres Seluma/Polda Bengkulu).
Kapolsek Talo, Iptu Arif Hidayat, menyatakan bahwa penyelidikan tengah dilakukan. ”Kami minta masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan terkait ternak,” ujar Hidayat saat dihubungi.
Menurut kronologi, seorang warga bernama Juki melihat mobil pick up hitam melintas desa dengan membawa empat sapi yang diduga milik Heri. Sapi-sapi tersebut, biasanya digembalakan di kebun sawit miliknya.
Setelah dikonfirmasi, Heri mendatangi kebun sawit dan mendapati sapi-sapinya telah hilang. Diduga pelaku terlebih dahulu mengikat ternak sebelum dinaikkan ke mobil.
Warga sempat melakukan pengejaran mengikuti rute yang dicurigai pelarian pelaku, tetapi kendaraan pelaku tidak lagi terlihat.
Polisi saat datang ke lokasi mengamankan satu buah tali plastik/tali tambang hijau panjang sekitar enam meter yang diduga digunakan untuk mengikat sapi sebelum diangkut. Tali itu kini jadi barang bukti.
Hingga berita ini diturunkan, keempat sapi milik Heri belum ditemukan. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk warga yang melihat langsung mobil pick up hitam.
Pihak kepolisian juga menelusuri kemungkinan jalur pelarian, serta mengkoordinasikan dengan desa-desa sekitar untuk mempersempit ruang gerak pelaku.
Maraknya kasus pencurian ternak di pedesaan menjadi sorotan serius. Para pelaku biasanya memanfaatkan waktu ketika pemilik tidak berada di tempat, lalu bergerak cepat menggunakan kendaraan bak terbuka untuk membawa kabur ternak.
Oleh karena itu, aparat kepolisian mengimbau warga untuk memperkuat pengawasan terhadap hewan ternak, terutama yang digembalakan jauh dari permukiman dan meningkatkan kerjasama antarwarga sebagai langkah pencegahan.(LRS)



