BencoolenTimes.com, – Mayoritas perceraian sering menimbukan dampak negatif bagi anak selalu terlibat merasakan dampak tersebut.
Seperti yang dirasakan remaja putri berusia 16 tahun asal Bengkulu Selatan yang semenjak lahir sudah ditinggal bercerai orangtuanya dan tinggal bersama neneknya (orangtua Ibu) di Bengkulu Selatan.
Ia akhirnya dibantu Perkumpulan Keluarga Sekundang Setungguan Bengkulu (PKSSB) di Bogor, setelah sempat bingung karena dirinya dibawa ke Bogor dan bingung mau pulang.
Kronologisnya, baru-baru ini sang ayah datang menjenguknya dan mengiming-imingi liburan. Lalu ia diajak ayahnya pulang ke Kota Bogor tempat tinggal istrinya atau ibu tiri remaja tersebut. Remaja yang masih polos dan penuh penasaran ingin ke Kota ini pun ikut ayahnya pulang ke Bogor tanpa diketahui keluarganya maupun neneknya di Bengkulu Selatan.
Setibanya di Citerep Kota Bogor, ia terkejut melihat situasi rumah. Lalu ia meminta dipulangkan lagi ke Bengkulu Selatan, namun sayangnya sang ayah justru memintanya untuk cari ongkos sendiri jika ingin kembali ke rumah neneknya di Bengkulu Selatan. Ia pun hanya bisa terdiam setelah ayahnya berkata begitu.
Setelah dua hari di Bogor, ayahnya pun pergi meninggalkannya tinggal di rumah bersama ibu tirinya dan kakak tirinya yang baru dikenalnya semenjak di Bogor.
Ia menunggu ayahnya pulang, namun sang ayah tak kunjung pulang, gadis belia ini akhirnya mengurung diri di kamar dengan diselimuti kebingungan dan rasa takut dan tak tau arah mau kemana karena dia sama sekali tak tau seluk beluk Kota Bogor.
Neneknya di Bengkulu Selatan yang mengasuhnya sejak kecil yang awalnya bingung cucunya tak kunjung pulang akhinya tau bahwa cucunya dibawa ayahnya ke Bogor.
Karena khawatir, neneknya kemudian menghubungi Tanidi Tan, Ketua Umum PKSSB yang berkantor di daerah Perum Bumi Citra Kencana Kelurahan Kencana Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor Provinsi Jawa Barat.
Setelah mendapat kabar dari nenek gadis tersebut, Tanidi langsung mengintruksikan anggota PKSSB mencari alamat yang diberikan nenek gadis tersebut yang akhirnya PKSSB menemukan kediaman ayah gadis tersebut, Jumat (8/1/2021).
Anggota PKSSB kemudian membawa gadis malang ini ke Kanto PKSSB dan disambut hangat oleh Tanidi yang langsung menyerahkan anak tersebut ke Ibu-ibu Srikandi PKSSB untuk dibawa ke Rumah.
Gadis tersebut kemudian menceritakan apa yang dialaminya mulai sebelum ke Bogor hingga iming-iming jalan-jalan yang dijanjikan sang ayah.
Setelah mendengar cerita anak tersebut, Srikandi PKSSB kemudian mengajak anak ini jalan-jalan untuk mengganti janji ayahnya yang tidak ditepati itu.
Srikandi PKSSB juga memberikan semangat kepada anak tersebut agar tidak lagi memikirkan apa yang dialaminya selama dibawa ayahnya ke Bogor. PKSSB berencana memulangkan gadis tersebut ke rumah neneknya di Bengkulu Selatan.
Ketua Umum PKSSB Tanidi Tan saat dihubungi media ini, Minggu (10/1/2021) mengatakan, pihaknya telah menghubungi keluarga gadis tersebut yang ada di Bengkulu Selatan untuk menyampaikan bahwa gadis tersebut sudah bersama PKSSB dalam kondisi baik.
“Hari ini kami mengantar langsung anak tersebut ke kampung halaman di Bengkulu Selatan untuk kembali kerumah nenek yang membesarkannya selama ini,” kata Tanidi. (Bay)



