Angka Penyalahguna Narkoba Memprihatinkan, BNNK Tingkatkan Pelayanan Rehabilitas

Kepala BNNK Bengkulu.

BencoolenTimes.com, – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bengkulu melaksanakan Forum Discussion Grup (FDG) dalam rangka peningkatan pelayanan rehabilitas melalui Institusi Penerimaan Wajib Lapor (IPWL) menuju Bengkulu bersinar di Hotel Adeeva Pantai Panjang Kota Bengkulu, Selasa (31/8/2021).

Kegiatan FGD tersebut juga berlangkung penekenan Perjanjian kerja sama antara BNN Kota Bengkulu bersama Stakeholder dan media di Kota Bengkulu.

Kepala BNN Kota Bengkulu, AKBP Alexander Soeki, S.Sos, MH mengatakan, penyalahguna narkoba di Kota Bengkulu saat ini cukup memperihatinkan kisaran 5.670 jiwa pengguna. Tentu BNN Kota Bengkulu bersama stakeholder akan mengambil langkah cepat dalam memaksimalkan rahabilitasi dengan didukung sarana dan prasarana.

“Tentu dengan hadirnya IPWL yang diberi kewenangan dan tanggungjawab secara regulasi berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan untuk melakukan rehabilitasi rawat inap dan rawat jalan serta ada juga dibawah wewenang Kementerian  Sosial,” kata Alexander.

Sekarang, sambung Alexander, sudah ada 8 IPWL di Provinsi Bengkulu dengan harapan bisa bekerja secara optimal memberikan layanan rehabilitasi sehingga Kota Bengkulu bersih dari Narkoba.

Alexsander berharap, dengan adanya kerjasama antara stakeholder dan media akan memudahkan masyarakat untuk mengenal IPWL. Sehingga, informasi tersampaikan kepada masyarakat dan memanfaatkan layanan rehabilitasi tersebut.

“Dengan aktifnya IPWL tentu dapat mendekatkan kepada masyarakat karena selama ini masyarakat menjauhi IPWL,” ungkap Alexander.

Menurut Alexander, jika hanya menerapkan pemberantasan, maka akan membebani negara dalam upaya penahanan di Lapas Tahanan. Namun perlu langkah rahabilitasi yang optimal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pelayanan Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bengkulu, Riduan mengatakan, ada beberapa instansi yang bekerjasama dengan BBN Kota Bengkulu untuk menerima laporan dari masyarakat guna pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan pelayanan rehabilitasi.

“Kota Bengkulu penyalahguna narkoba sudah mencapai 600 ribuan jiwa. Tentu angka itu turut memprihatinkan maka perlu ada sinergi untuk bersama-sama memerangi narkoba serta menjaga generasi penerus bangsa,” tukas Riduan. (JRS)