Bahas 22 Raperda Ditengah Corona, DPRD Komitmen Maksimalkan Fungsi Legislasi

Solohin Adnan Ketua Bapemperda DPRD Kota Bengkulu

BencoolenTimes.com, –   Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu sedang melakukan pembahasan terhadap 22 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di tahun 2020 ini yang meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Bengkulu DPRD Kota Bengkulu.

Ketua Rapemperda DPRD Kota Bengkulu, Solihin Adnan, saat diwawancarai diruang sidang, Selasa (16/6/2020) mengatakan, semua Raperda yang mendukung dan pihaknya tetap fokus dalam pembahasannya untuk bantuan yang sekarang bisa dihubungi Covid-19.

“Memang kita tidak menggunakan zoom tetapi tetap menerapkan protokol kesehatan, menggunakan masker dan jaga jarak. Karena disini kita interaktif langsung ada tim alhi disitu, ada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan anggota legislasi Pemda Kota Bengkulu dan ada Bampemperda,” kata Solihin Adnan.

Solihin Adnan menyebutkan, dari 22 Raperda yang dibahas tersebut satu diantaranya adalah Raperda Pasar yang semangatnya mengacu pada mengolah pasar rakyat. Dan perda Pasar ini mengacu pada pertumbuhan perekonomian rakyat, melindungi para pedagang dan tentunya berkeadilan serta komitmen DPRD Kota Bengkulu untuk rakyat.

“Jadi disitulah dinamika pembahasan terjadi dimana Pemda Kota berada pada sudut pandang pemerintah karena mungkin mereka berfikirnya secara legulator, namun kami menekankan lebih terhadap fungsi-fungsi pembinaan dan aturan Perda ini,” ucap Solihin Adnan.

Misalnya, sambung Solihin Adnan, bagaimana Pertumbuhan jumlah Pasar dan pedagang ini linier sehingga, aktivitas pertumbuhan ekonomi juga ikut membawa manfaat yang luas kepada warga Kota Bengkulu. Solihin Adnan mengungkapkan, memang ditargetkan 22 Raperda tersebut selesai pembahasan di akhir tahun 2020 ini. Sebelumnya juga sudah ada 8 Raperda yang sudah berhasil diselesaikan dan untuk periode ini murni ada 16 Raperda yang diselesaikan.

“Dengan adanya pandemi ini kegiatan kita tidak bisa di regulerkan, bukan dalan artian tidak selesai tetapi kita berjalan sembari menunggu kebijakan-kebijakan soal protokol kesehatan. Kita mempertimbangkan kehadiran Anggota yang lain, kita mempertimbangkan kesiapan-kesiapan anggota yang lain. Namun ini penting bagi Bapemperda Kota Bengkulu bahwasanya saya pastikan DPRD Kota Bengkulu tidak mengabaikan fungsi legislasi, bahkan kami maksimalkan fungsi-fungsi legislasi, itu komitmen pimpinan serta Anggota DPRD Kota Bengkulu,” jelas Solihin Adnan.

Seperti diketahui sebelumnya, Bapemperda menargetkan dari 22 Raperda yang diusulkan 7 Raperda rampung tahun ini. Dua Raperda yang sudah diselesaikan yaitu penyertaan modal PDAM dan tera ulang atau pengujian kembali timbangan perdagangan. Sedangkan  ada 5 Raperda dan ditargetkan rampung tahun 2020 ini.

Ketujuh Raperda tersebut menerbitkan, Perda Pengelolaan Pasar Rakyat, Perda Pengendalian dan Pengawasan Minuman Tuak, Perda Bangunan Perda, Perda Pemetaan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima, Perda Pengelolaan Barang Milik Daerah, Perda Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan serta Perda Penambahan Penyertaan Modal.

Terkait, diterbitkan minuman dan perumahan skala kecil (cluster), tahun ini ada sekitar 4 tambahan persetujuan DPRD. Tambahan kebebasan itu pemenuhan dan perlindungan khusus, penangananan anak yatim piatu dari fraksi Gerindra, perda zakat dari fraksi PAN, dan perbaikan keluarga dari fraksi PKS. (Teluk)