BencoolenTimes.com, – Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Bengkulu teken Momerandum Of Understanding (Mou) dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bengkulu.
Program tersebut dilaksanakan dalam bentuk Basarnas goes to school, guna upaya memberikan edukasi kepada masyarakat terkhususnya ditingkat sekolah dalam mengahadapi bencana alam.
Hal ini dilakukan mengingat, kawasan Kota Bengkulu yang sangat dekat dengan Lautan dan Pantai, tentu rawan akan terjadinya bencana alam seperti Tsunami dan Gempa Bumi.
Kepala Kantor SAR (Kakansar) Bengkulu, Ibnu Harris Al Hussain mengatakan, kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota bertujuan untuk mitigasi dalam kesiapan siagaan pada tingkat sekolah.

“Dengan harapan agar masyarakat mandiri dalam menghadapi bencana, kecelakaan atau yang lainnya sehingga masyarakat dapat saling membantu dan memberikan ilmu kepada orang lain,” kata Ibnu Harris, Selasa (1/3/2022).
Selain itu, Basarnas Bengkulu juga menjalin kerjasama dengan RRI Bengkulu dalam publikasi dan edukasi kepada masyarakat.

“Kita berharap dapat mengedukasi masyarakat agar benar-benar tangguh dalam menghadapi bencana dan kecelakaan,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, (Disdik) Sehmi mengungkapkan, program SAR tidak dapat dimasukkan kurikulum pembelajaran di sekolah namun dapat dijadikan suplemen kurikulum kepada siswa.
“Adanya program SAR goes to school, tentunya para siswa mulai dari TK, SD dan SMP dapat mengenali tentang mitigasi bencana,” ungkap Sehmi.
Selain itu, program SAR goes to school tersebut akan bermanfaat bagi siswa, terutama di SD dan SMP, contohnya minimal mampu menyelamatkan diri sendiri terhadap bencana dan kecelakaan.
Sehmi berharap, di sekolah tingkat SMP akan memiliki gugus SAR dengan beberapa Kader.
“Nanti minimal dalam satu sekolah di tingkat SMP memilki 20 orang dan 2 orang pemimpin regu ada yang putra dan putri,” harapnya. (JRS)



