Belasan Napi Bebas Asimilasi dan Integrasi

BencoolenTimes.com, – Dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 didalam Lapas dan Rutan, Balai Permasyarakatan (Bapas) Kelas II Bengkulu  melaksanakan program asimilasi dan integrasi Covid-19.

Sebanyak 14 orang warga binaan dari berbagai kasus pidana resmi menghirup udara bebas melalui progran tersebut.

Kasubsi Bimbingan Klien Dewasa Bapas Kelas II Bengkulu Oka Putra mengatakan, Asimilasi tidak akan diberikan kepada Narapidana dan Anak yang melakukan tindak pidana terkait narkotika, prekursor narkotika, dan psikotropika, terorisme, korupsi, kejahatan atas keamanan negara, kejahatan hak asasi manusia yang berat, dan kejahatan transnasional terorganisasi lainnya.

“Asimilasi tidak diberikan kepada narapidana dan anak dengan tindak pidana pembunuhan Pasal 339 dan Pasal 340, pencurian dengan kekerasan Pasal 365, kesusilaan Pasal 285 sampai dengan Pasal 290 KUHP, serta kesusilaan terhadap Anak sebagai korban Pasal 81 dan Pasal 82 Undang-undang  nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” kata Oka.

Oka menambahkan, 14 orang Warga Binaan Rutan Kelas II B dan Lapas Kelas II A Bengkulu yang mendapat Asimilasi dan integrasi Covid-19 ini merupakan pelaksanaan peraturan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia nomor 32 tahun 2020.

Sementara itu, Nasarudin, SH. MH, Pengacara dua terpidana kasus Trawl mengaprediasi program asimilasi dan integrasi Covid-19 Bapas Bengkulu. Ia mengungkapkan, memang sebelum mendapatkan program asimilasi dan integrasi Covid-19 2 orang kliennya terlebih dahulu menjalani proses hukum yang panjang yakni melalui upaya kasasi di Mahkamah Agung.

“Alhamdulillah, setelah melalui proses yang panjang hingga ke Mahkamah Agung dengan langkah kasasi, dengan program Asimilasi dan Integrasi akhirnya klien kami bebas. Alhamdulillah prosesnya tidk ada dipungut biaya apapun,” kata Nasarudin. (Bay).