BencoolenTimes.com, – Isu adanya dugaan setoran Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu kepada oknum Dinkes Kota Bengkulu semakin naik ke permukaan publik. Pasca dugaan itu mencuat di media belum lama ini, teranyar beredar sebuah rekaman diduga soal setoran apabila PTT ingin mendapatkan SK perpanjangan kerja tahun 2022.
Rekaman berdurasi 3 menit 34 detik yang beredar itu, diduga merupakan perbincangan antara PTT Dinkes yang belum mendapatkan SK dengan salah satu oknum Dinkes.
Didalam rekaman yang beredar itu, diduga oknum Dinkes menyampaikan bahwa SK yang dikeluarkan hanya untuk PTT baru yang diduga sudah setor sejumlah uang, sedangkan PTT lama belum dikeluarkan lantaran diduga belum setor.
“Enggak nerima lagi yang lama, kayaknya iya orang-orang baru, itulah kataku kemaren. Kalau kamu mau nanti saya tanya lagi, nanti rapat mau ditanya lagi, sama bos kan, harus ditemui semua. Kalau yang baru ada,” kata diduga oknum Dinkes dalam rekaman.
Lalu, dalam perbincangan itu, diduga PTT yang belum mendapatkan SK menanyakan list nama yang bakal dapat SK.
“Katanya belum ada list-nya yang bakal dapat,” ucap PTT.
Oknum Dinkes menimpali bahwa “Kemaren itu tidak menerima lagi yang lama cuma dikasih selang waktu, kalau ada yang mau, nyelip gitu na,” tuturnya.
Kemudian PTT menanyakan pada siapa nyetor agar mendapatkan SK itu.
“Menghubungi siapa saya kalau mau nyetor kira-kira,” tanya PTT.
Diduga oknum Dinkes didalam rekaman itu menyarankan pada PTT yang bertanya tersebut agar sembunyi-sembunyi.
“Ya kamu nyuruk (sembunyi-sembunyi red). Nyuruk-nyuruk. Aku enggak paham siapa jaringan tobo ko (mereka red). Kalau misal kamu mau nyelip rapatkan dulu. Nanti aku itukan lagi, tapi gak tau tobo tu diatasnya ada siapa,” terang Oknum.
PTT kemudian menanyakan kisaran uang yang harus disetorkan. “Berapa kisarannya yuk, biar saya bisa mempersiapkan,” tanya dia.
Oknum tersebut menjawab “Kalau sekarang tidak tau, kalau kemaren-kemaren aku bilang 3 bulan, tapi kalau yang sekarang tidak tau, tapi kalau yang baru tadi sekitar sepuluhan. Nanti aku tanya lagi,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinkes Kota Bengkulu, Sri Martiana saat dikonfirmasi, Rabu (6/4/2022) malam mengenai rekaman diduga soal setoran PTT tersebut mengatakan “kan kemaren sudah saya konfirmasi,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu hearing bersama Komisi l DPRD Kota Bengkulu membahas persoalan yang ada di Dinkes Kota Bengkulu, antara lain soal mencuatnya belasan Pegawai Tidak Tetap (PTT) Dinkes menagih Surat Keterangan (SK) perpanjangan kerja dan dugaan setoran agar PTT mendapatkan SK.
Hearing yang dilaksanakan tertutup tersebut dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu Bambang Hermanto dan diikuti sejumlah anggota Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Plt Kepala Dinkes Sri Martiana dan jajaran Dinkes Kota Bengkulu, Selasa (5/4/2022).
Usai hearing, Plt Kepala Dinkes Kota Bengkulu, Sri Martiana membantah soal adanya dugaan setoran agar PTT mendapatkan SK perpanjangan kerja.
Sri Martiana yang sebelumnya dicopot jadi Plt Kadinkes Kota Bengkulu karena kasus Puskesmas Muara Bangkahulu menolak pasien kejang-kejang, lalu diangkat kembali jadi Plt Kadinkes ini menuturkan, persoalan PTT yang belum dikeluarkan SK terkendala akibat adanya transisi jabatan Kepala Dinkes Kota Bengkulu.
“Untuk SK para PTT tahun 2018 sebanyak 77 orang sudah dikeluarkan SK sedangkan PTT tahun 2019 ke atas masih dalam proses,” kata Sri Martiana.
Sambung Sri Martiana, SK PTT secepatnya akan dikeluarkan oleh Dinkes Kota Bengkulu paling lambat Minggu depan.
“Insya Allah, paling lambat Minggu depan,” singkatnya.
Sedangkan terkait pemberitaan yang telah beredar di publik, dirinya membantah bahwa semua tidak benar dan tidak sama sekali.
“Semua yang menyebutkan Kadis kabur dan Kadis meminta setoran itu sama sekali tidak ada,” pungkasnya. (Bay)



