13.4 C
New York
Saturday, May 16, 2026

Buy now

spot_img

Bocah SD di Kota Bengkulu Dikeroyok Hingga Masuk Rumah Sakit

BencoolenTimes.com, – Bocah Sekolah Dasar (SD) di Kota Bengkulu menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh lima orang hingga mengakibatkan muntah darah dan masuk Rumah Sakit.

Pengakuan Mimilia selaku Ibu Korban, dugaan pengeroyokan yang dialami buah hatinya tersebut terjadi, Sabtu (17/2/2024) di salah satu Masjid di daerah Karang Indah Kecamatan Selebar Kota Bengkulu.

Dugaan penganiayaan ini berawal dari korban yang masih berumur 11 tahun masuk ke dalam Masjid, tiba-tiba salah satu terduga pelaku menendang korban. Korban saat itu membalas dan terduga pelaku kalah, lantaran diduga kalah, terduga pelaku kemudian memberitahukan kepada teman-temannya, sehingga korban didatangi kembali oleh terduga pelaku beserta empat orang temannya. Saat itu, korban langsung mendapatkan pengeroyokan, korban sempat lari, namun dikejar para terduga pelaku dan kembali mendapatkan penganiayaan.

Baca Juga  Polresta Ungkap 6 Kasus Peredaran Narkotika di Bengkulu

“Terduga pelakunya sekitar lima orang dan semuanya masih SD, anak saya (korban red-) kelas lima SD. Anak saya sampai lari ke rumah neneknya karena rumah neneknya dekat dengan Masjid. Anak saya minta tolong neneknya dan neneknya mendengar, ketika itu neneknya melerai para terduga pelaku yang masih memukuli anak saya,” kata Mimilia kepada wartawan melalui telepon, Senin (19/4/2024).

Mimilia menyatakan, akibat dugaan pengeroyokan tersebut korban mengalami muntah darah dan di rawat di Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu.

Baca Juga  Polresta Bengkulu Terapkan Rekayasa Lalu Lintas saat Karnaval Batik Besurek

“Dirawat di RSHD sehari semalam, dia muntah darah, dan waktu dirotgen terdapat bengkak di dada bagian dalam, dan di bagian tulang rusuk,” ungkap Mimilia.

Mimilia mengaku sempat melaporkan kejadian ke Polresta Bengkulu, namun laporan belum bisa diterima dan pihak Polresta mengarahkan agar melaporkan ke terlebihdahulu Bhabinkamtibmas Polsek Selebar agar difasilitasi untuk upaya damai.

“Kami sudah ke Polresta tapi disuruh lapor dulu ke Bhabinkamtibmas Polsek, sebelumnya kami sudah melaporkan ke RT minta agar para terduga pelaku bertanggungjawab, tapi pihak dari terduga pelaku tidak mau bertanggungjawab. Kami sebenarnya enggak mau lapor tapi terduga pelaku tidak mau bertanggungjawab, dan tidak perduli,” demikian Mimilia. (BAY)

admin2
admin2
Untuk Informasi lebih lanjut tentang berita yang anda baca silahkan menghubungi kami. +6281382248493

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!