CORONA

Oleh 

Zacky Antony

*AKHIR* pekan ini harusnya asyik. Saya sudah bersiap-siap duduk di depan layar kaca televisi untuk menonton MotoGP. Seri perdana balapan para raja itu jadwalnya berlangsung di Sirkuit Losail Internasional Qatar, 7-8 Maret 2020.
Sabtu kualifikasi.
Minggu race.

Seperti biasa, ditemani secangkir kopi dan pisang goreng, dipadu sebatang rokok, tontonan motoGP menjadi kenikmatan yang luar biasa. Bagi saya. Setara nikmatnya menonton El Clasico atau Final Sepakbola Piala Dunia. Atau menyaksikan Anthony Ginting melawan Chen Long he he. Musim lalu, saya menonton seluruh seri MotoGP yang berjumlah 19. Sambil berharap tahun depan bisa menyaksikan langsung balapan prestise ini saat digelar di Mandalika, Lombok.

Penggemar MotoGP penasaran. Bisakah Honda keluar dari kesulitan menyusul hasil-hasil mengecewakan pramusim. Pada tes balapan di Sepang dan Losail, Honda kalah cepat dibanding Yamaha dan Suzuki. Beruntung, hari terakhir sesi tes di Losail, sang juara dunia 8 kali, Marq Marquez sudah menemukan jawaban setelah memutuskan mengendarai motor Honda RC123V tahun 2019. Tapi jawaban stelan mekanik itu masih harus dibuktikan lagi pada balapan sesungguhnya.
8 Maret ini.
Harusnya.

Tapi semua menjadi buyar. Pemerintah Qatar khawatir masuknya orang-orang Italia ke negaranya. Italia adalah Negara Eropa dengan tingkat penyebaran virus Corona tertinggi. Terakhir, jumlah kasus Corona di Italia sudah melewati angka 3.000 dengan jumlah korban meninggal mencapai 148 orang. Angka ini diyakini masih akan bertambah, karena penyebaran virus belum bisa dihentikan. Tak hanya di Italia, tapi penyebaran virus ini juga melanda Negara-negara lain di dunia.
Di sisi lain, sangat banyak pebalap beserta kru yang berasal dari Italia. Pebalap-pebalap top justru banyak dari Italia seperti juara dunia 9 kali Valentino Rossi, Andrea Dovizioso, Petrucci dll.

Hingga berita ini ditulis tadi pagi, per 6 Maret 2020, Virus Corona telah menyebar di 86 negara. Korban meninggal sudah mencapai 3.310 orang dari 96.938 kasus. Sehari sebelumnya, baru 81 negara terjangkit. Artinya, tempo sehari sudah ada tambahan 5 negara terjangkit virus ini. Di luar Cina, pusat penyebaran virus Corona terbanyak adalah Korsel, Italia di Eropa dan Iran di Timur Tengah.
Setelah seri Qatar, seri MotoGP di Buriram, Thailand yang seharusnya digelar 22 Maret, terpaksa juga digeser Oktober. Gara-garanya juga Virus Corona. Sehingga seri Amerika Serikat 5 April menjadi seri perdana MotoGP musim ini.

Melihat penyebaran Virus Corona yang belum terhentikan sampai saat ini, tidak ada jaminan seri-seri lain MotoGP tetap berlangsung sesuai jadwal. Begitu juga kalender olahraga lain. Dari arena Bulutangkis, turnamen Jerman Open yang semula dijadwalkan 3-8 Maret juga dibatalkan. Pemerintah Jerman beralasan pembatalan tersebut untuk meminimalisir penyebaran virus Corona, karena banyak pemain bulutangkis dari Cina yang bertanding.
Balapan mobil Formula 1 yang dijadwalkan di Shanghai, Tiongkok pada 19 April 2020 juga dibatalkan karena Virus Corona. Begitu juga balapan Formula E di Sanya. Bahkan, Olimpiade Tokyo yang dijadwalkan 24 Juli sampai 9 Agustus 2020 juga dalam tanda tanya besar.

Di luar bidang olahraga sejumlah even kegiatan bergengsi juga dibatalkan untuk mencegah penyebaran virus Korona. Diantaranya pameran Teknologi MWC Barcelona, Spanyol 24-27 Februari. Agenda Facebook Global Marketing Summit di San Francisco yang dijadwal 9-12 Maret juga terpaksa batal.

Yang paling terasa dampaknya, terutama bagi Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar di dunia, adalah penghentian sementara Jemaah umroh ke Arab Saudi. Belum ada kepastian, sampai kapan penangguhan jemaah Umrah dibuka kembali. Bayangkan, orang sudah berada di ruang tunggu pemberangkatan Bandara. Sudah pegang boarding pass. Tiba-tiba ada pengumuman penolakan jemaah Umroh. Meski sifatnya hanya sementara, tapi dampak penghentian pemberangkatan umroh ini ke mana-mana. Ribuan orang yang sudah terjadwal berangkat umrah, sudah setor uang, sudah pesan tiket, sudah pamitan dll. Jadi? Ya harus bersabar. Pihak travel umroh juga kena getahnya. Pasti.

Virus Corona betul-betul bikin repot. Berita di televisi, banyak orang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan dengan menimbun masker. Ada pula yang kreatif dengan memproduksi masker secara ilegal. Dibekuk polisi deh. Maklum, setelah dua orang Indonesia dinyatakan positif Corona, harga masker melonjak hingga Rp 300 ribu. Gila.

Ada pula yang paniknya minta ampun. Nyetok barang-barang kebutuhan pokok. Weleh,…weleh…weleh. Seperti mau menyambut musim paceklik saja. Jadi teringat zaman Nabi Yusuf AS saat menterjemahkan mimpi raja Mesir tentang 7 ekor sapi betina gemuk dimakan 7 ekor sapi betina kurus. Lalu ada tangkai gandum hijau dan 7 tangkai gandum kering.
Yusuf menafsirkan mimpi tersebut sebagai peringatan bahwa setelah 7 tahun musim panen, akan datang 7 tahun musim paceklik. Karena itu, hasil panen 7 tahun jangan dihabisi, tapi harus disimpan untuk cadangan menghadapi 7 tahun musim paceklik.

Tapi sudahlah…setiap orang bebas melakukan apa saja yang dia inginkan. Termasuk nyetok barang pokok. Tapi ingat ya, jangan sampai menimbun, karena menimbun berdampak pada orang lain. Kalau ditimbun, stok barang menipis (seperti kasus Masker). Berlaku hukum ekonomi. Kalau barang sedikit, harga melonjak.

Entah sampai kapan penyebaran Virus Korona ini sanggup dihentikan. Apakah ini awal sebuah kematian massal umat manusia? Lalu kapan penyebaran virus ini bisa redah? Kita tunggu saja. Melihat perkembangan dan situasi. Tapi tidak usah panik. Apalagi takut berlebihan. Takut kepada Tuhan sajalah. Dia pencipta Alam semesta ini. Jadi minta tolong, kepada Tuhan saja. Bukan kepada yang lain.

Bukan perang ternyata yang membuat warga dunia dicekam ketakutan. Kalau perang bisa dilokalisir. Contoh, perang Suriah, cukup di Suriah saja yang panik. Paling ditambah Negara-negara sekitarnya. Bukan pula soal ancaman ledakan bom atau serangan teroris. Kalau teroris biasanya punya sasaran tertentu seperti fasilitas umum supaya orang panik.

Tapi penyebaran virus Corona lah yang membuat banyak Negara cemas. Pembatalan sejumlah agenda penting di atas sebetulnya wujud dari kecemasan. Cemas kalau virusnya menyebar. Faktanya, virus ini memang terus menyebar. Negara yang sebelumnya belum terjangkit, kini terjangkit. Negara yang belum ada kasus kematian, kini sudah ada kasus kematian karena virus Corona.

Sejak pertama kali virus Corona dilaporkan ditemukan di Wuhan, Cina pada bulan Desember 2019, sekarang sudah menyebar ke berbagai benua. Dari semula 1 negara terjangkit, kini menyebar ke 86 negara.
Gambaran singkat virus ini; Bisa menular dari manusia ke manusia melalui perantara udara, kontak langsung melalui tangan yang tercemar, selaput lendir atau saluran nafas yang kering. Menular pula dari hewan ke manusia. Jenis hewan penular yaitu kelelawar, ular, bebek, ayam.

Entahlah… sampai kapan penyebaran virus ini akan mereda. Sehingga aktifitas bisa kembali normal seperti biasa. Agenda-agenda tidak ada ada lagi yang batal atau ditunda. Dan….saya bisa kembali nonton MotoGP ditemani secangkir kopi. He he.

*Penulis adalah wartawan senior yang juga Ketua PWI Provinsi Bengkulu*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here