BencooolenTimes.com, – Massa aksi tergabung dari Organisasi Kepemudaan PMII, HMI, GMNI, PMKRI, GMKI, BEMNUS, dan Forum Mahasiswa Silampari Provinsi Bengkulu saat demo penolakan kenaikan BBM di Depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu ricuh, Selasa (13/9/2022).
Ribuan massa aksi kecewa kepada anggota DPRD Provinsi Bengkulu karena tidak dapat mengakomodir dari hasil negosiasi,untuk menghadirkan 24 anggota DPRD Provinsi Bengkulu.
Sebelumnya, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama sembilan belas anggota DPRD Provinsi Bengkulu sempat menemui massa aksi dan duduk bersama, akan tetapi ditolak oleh massa aksi untuk melakukan parlemen jalanan. Karena tidak memenuhi kesepakatan awal.
Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Raharjo Sudiro mengungkapkan bahwa, DPRD Provinsi Bengkulu mendukung apa yang dituntut oleh para mahasiswa.
“Namun kami berharap agar para mahasiswa harus menyampaikan aksi secara tertib, karena ini kan menyuarakan keluhan rakyat,” kata Raharjo Sudiro.
Ia menjelaskan bahwa DPRD Provinsi Bengkulu telah menemui massa aksi sebanyak 19 Dewan bersama Gubernur Bengkulu.
“Tadi ada Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Ihsan Fajri, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Wakil Ketua Komisi l, Wakil ketua 3, dan anggota DPRD yang lainnya,” ungkapnya. (JRS)
Adapun pernyataan sikap yang disampaikan peserta demo yakni :
1. Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menolak kenaikan harga BBM bersubsidi
2. Mengecam keras tindakan refresif aparat kepolisian terhadap massa aksi.
Serta Tuntutan aksi demo :
1. Menolak keras kebijakan pemerintah terhadap kenaikan BBM dan mendesak pemerintah mencabut kebijakan subsidi tersebut.
2. Menuntut lembaga pemerintah terkait untuk menangkap dan menindak tegas migas.
3. Mendesak pemerintah bertanggung jawab penuh atas kebocoran BBM subsidi.
4. Menuntut wakil rakyat provinsi bengkulu bertanggung jawab atas penderitaan rakyat.



