BencoolenTimes.com – Senator apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Provinsi Bengkulu, melakukan kunjungan kerja ke Unit Pelaksana Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Bengkulu (UNIB), Senin, 22 Desember 2025.
Kunjungan tersebut disambut oleh Kepala UPT Perpustakaan UNIB, Alfarabi, bersama jajaran pustakawan dan pengelola perpustakaan.
Momentum ini dinilai strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga negara, khususnya dalam pengembangan literasi, inovasi layanan perpustakaan, serta pelestarian budaya lokal.
Dalam kunjungan itu, Senator Destita meninjau langsung berbagai fasilitas layanan perpustakaan melalui room tour, mulai dari ruang baca utama, layanan koleksi digital, hingga area kreatif yang menampilkan produk budaya dan karya lokal.
Ia juga berdialog dengan para pustakawan terkait perkembangan fasilitas serta transformasi layanan perpustakaan yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital.
Senator Destita menegaskan pentingnya keberlanjutan program literasi yang berbasis budaya dan teknologi. Ia mendorong perpustakaan agar terus berinovasi serta menghadirkan layanan yang inklusif sehingga dapat diakses dan dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Salah satu momen yang menarik perhatian adalah saat Senator Destita meninjau koleksi batik ‘Les Plank’, inovasi batik yang terinspirasi dari ornamen rumah adat Melayu Bengkulu.
Ia mengapresiasi inisiatif perpustakaan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pelestarian seni dan budaya daerah.
Menurutnya, perpustakaan saat ini telah bertransformasi menjadi lebih dari sekadar tempat membaca buku. Perpustakaan juga berfungsi sebagai pusat kreativitas, ruang ekspresi budaya, serta wadah pelestarian identitas lokal yang perlu terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata perhatian DPD RI terhadap penguatan ekosistem literasi di Provinsi Bengkulu. Diharapkan, sinergi yang terjalin dapat mendorong perpustakaan terus bertransformasi sebagai pusat pembelajaran, pelestarian budaya, dan penggerak literasi nasional.(JUL/RLS)



