BencoolenTimes.com – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu, Jonaidi SP, menyoroti kesulitan para petani dalam mendapatkan pupuk subsidi dan mahalnya harga pupuk non-subsidi. Mahalnya, harga pupuk kimia, salah satunya disebabkan oleh unsur kimia yang masih diimpor dari luar negeri.
Untuk mengatasi masalah ini, Jonaidi menekankan pentingnya fasilitasi bagi petani untuk menggunakan pupuk organik. Dia mengajak setiap kepala daerah, baik Bupati maupun Gubernur, untuk memfasilitasi petani di setiap desa dalam mengolah pupuk organik. Hal ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat pada pupuk kimia.

‘’Pupuk non organik itu barangnya mahal, karena ada beberapa unsur kimianya masih harus impor. Oleh karena itu, trend pupuk organik ini harus ditingkatkan,’’ ungkap Jonaidi, Kamis (7/3/2024).
Diungkapkan Jonaidi, solusi untuk pupuk organik ini harus segera dilakukan dan pemerintah perlu lebih giat dalam memperkenalkan pupuk organik kepada petani.
Politisi Gerindra ini, turut berharap agar setiap Dinas Pertanian di daerah untuk dapat menggiatkan unit usaha pembuatan pupuk kompos atau organik di setiap desa, sehingga mudah diperoleh oleh petani. ‘’Kita harapkan nanti bupati, gubernur sudah mulai memfasilitasi untuk membuat pupuk organik di setiap desa,’’ tukasnya.(JRS)



