Home Info Daerah Diisukan Positif Corona Jadi Sepi Pendukung di KPU, Helmi : Itu Covid...

Diisukan Positif Corona Jadi Sepi Pendukung di KPU, Helmi : Itu Covid Politik, Pendukung Saya di Masjid

BencoolenaTimes.com, – Walikota Bengkulu Helmi Hasan sekaligus Bakal Calon Gubernur Bengkulu sempat diisukan positif terpapar Covid-19 oleh Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bengkulu. Selain Helmi Hasan, Ketua DPD Partai Hanura Bengkulu Muslihan DS yang akan mendampingi Helmi di Pemilihan Gubernur Bengkulu saat itu juga diisukan positif terpapar Covid-19.

Isu positif terpapar Covid-19 itu terbantahkan setelah Helmi dan Muslihan melakukan uji swab pembanding di Jakarta yang menyatakan keduanya negatif Covid-19.

Diketahui, Helmi Hasan dan Muslihan DS telah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu, Sabtu (9/2020).

Namun saat mendaftar Helmi Hasan dan Muslihan tidak dikawal banyak masa seperti dua Bakal Paslon lainnya yakni Agusrin M Najamudin-Imron Rosyadi dan Bakal Paslon Rohidin Mersyah-Rosjonsyah dimana massa pendukungnya memadati Kantor KPU Provinsi Bengkulu.

Helmi Hasan saat ditanya mengapa tidak ikut-ikutan seperti Bakal Paslon lain yang dikawal massa pendukung saat mendaftar ke KPU, Helmi menyatakan, pendaftaran itu adalah salah satu proses yang harus dilalui seorang kandidat, dan syarat mendaftarnya cukup menghadirkan Ketua dan Sekretaris Partai Politik Pengusung, serta Bakal Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur, dan Ketua Tim Pemenangan.

“Itu saja syaratnya, dan kita memang dari dulu waktu mendaftar Walikota periode kedua itu juga tidak melibatkan banyak massa, karena kalau kita ramai-ramai jalan juga jadi macet, orang terganggu. Kita mencalon inikan ingin membuat orang itu bahagia, kalau jalan macet orang bahagia tidak, tentu tidak bahagia. Jadi mendaftar cukup syarat mendaftar itu jangan berlebih-lebihan dalam satu masalah,” kata Helmi Hasan, Senin (7/92020).

Disinggung soal dirinya yang sempat dinyatakan positif Covid-19, Helmi Hasan menuturkan sekarang ini ada Covid politis dan Covid medis, secara medis ia sudah membuktikan bahwa negatif dan tak hanya dirinya dan Muslihan saja tetapi juga Irjen ESDM yang sempat bertemu dengannya.

“Ada Covid politis, jadi tidak benar kalau ada Covid dan memang sekarang ini orang lagi susah masyarakat dan jangan dibikin susah,” tutur Helmi Hasan.

Ketika ditanya kenapa meminta pendukungnya menunggu di Masjid dan tidak ikut mengantar mendaftar ke KPU, Helmi Hasan mengungkapkan, Masjid ini merupakan rumah Allah.

“Jadi kita ingin Allah Subhanahu wa ta’ala itu ridho kalau itu Allah ridho semua masalah jadi mudah, tapi kalau Allah itu tidak ridho kita untuk apa kita kencang-kencangan. Yang membuat orang jadi Gubernur itu Allah, maka ketika itu kita datang ke rumah Allah. Kalau memang ada takdir kita Allah mudahkan, kalau tidak takdir kita, tidak perlu sekencangan,” ungkap Helmi Hasan.

Helmi Hasan mengatakan, memang pihaknya meminta massa pendukungnya agar di Masjid dan dimanapun pendukungnya berada diminta untuk berbuat amalan di Masjid seperti baca Qur’an, baca Yaasin.

“Yang gak bisa ke Masjid dia (Pendukung) di rumahnya masing-masing, yang agamanya tidak islam juga di rumah masing-masing,” terang Helmi Hasan.

Saat ditanya adanya sindiran saat daftar di KPU sepi apakah karena tidak bisa mendatangkan massa Helmi Hasan mengungkapkan anggapan seperti tidak apa-apa.

“Ya gak papa karena saya gak bisa apa-apa, Helmi Hasan itu tidak bisa apa-apa, tidak tau apa-apa, semuanya serahkan sama Allah saja,” jelas Helmi Hasan. (Bay)