Home Info Daerah Ditanya Dana Pengamanan Pemilu, Kabid Trantibum Satpol PP Tidak Tahu

Ditanya Dana Pengamanan Pemilu, Kabid Trantibum Satpol PP Tidak Tahu

Ditanya Dana Pengamanan Pemilu, Kabid Trantibum Satpol PP Tidak Tahu
Foto Illustrasi

BencoolenTimes.Com, – Dana pengamanan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Satpol PP Kota Bengkulu, mendapat sorotan. Pasalnya, personel yang menjalankan tugas selama pemilu berlangsung, hanya mendapat nasi bungkus, tanpa uang honor.
“Kami memang ada mengamankan pemilu. Tapi selama mengamankan pemilu, cuma dapat nasi bungkus. Entah honornya sampai sekarang tidak jelas ada apa tidak. Kalau pengamanan dari personel lain, seperti Polri dan TNI, itu kan ada honor. Kalau kami cuma nasi bungkus,” keluh salah satu anggota Satpol PP yang minta namanya tak disebut.
Ketika hendak dikonfirmasi ke Kasat Pol PP Kota Bengkulu, Nitrul Ajemi, S.Sos, yang bersangkutan baru saja keluar dari Kantor Satpol PP Kota Bengkulu.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kota Bengkulu, Martina, selaku pengguna anggaran pengamanan pemilu, saat ditemui pewarta di kantornya, mengaku tidak mengetahui persis soal dana pengamanan pemilu, apakah pengamanan itu hanya diberi nasi bungkus, atau juga mendapat honor.
“Saya cuma mengawasi, apakah personel di lapangan sudah dapat nasi bungkus atau tidak. Berapa dananya, saya tidak tahu, Rp 45 juta mungkin ya. Dana itu sudah digunakan selama 2 minggu pengamanan, dan sekarang masih berjalan ya,” jawab Martina sembari menanyakan kepada stafnya.
Ketika ditanya berapa personel yang mengamankan pemilu, Martina juga tidak bisa menjawab. “Itu ada staf yang mengurusi. Ujang ya, panggil Ujang,” kata Martina.
Berapa peruntukan dana pengamanan pemilu ini, bagi Martina maupun Ujang tidak menjawab secara konkrit. Apakah dana itu benar mencapai Rp 76 juta? “Itu dananya berapa ya? (bertanya ke Ujang). Rp 45 juta atau Rp 47 juta ya? Ini Ujang yang tahu,” lanjut Martina.
Terkait dana pemilu, diakui Martina memang disiapkan oleh Satpol PP sendiri, bukan dari KPU maupun pihak lainnya. Peruntukannya memang untuk anggota, yang berjaga mengamankan pemilu, juga bagi anggota yang menertibkan atribut kampanye.
Sementara itu, Ujang kepada pewarta mengaku sebagai staf yang mengurus SPJ penggunaan dana pengamanan pemilu.
“Tahapan pengamanan pemilu belum selesai. Masih sampai sidang keputusan pemilu di KPU. Jadi laporan pertanggungjawaban belum dibuat. Itu (dana pemilu) nanti, belum dibuat,” singkat Ujang.(MS)