5.4 C
New York
Tuesday, April 21, 2026

Buy now

spot_img

Geger Isu Gempa di Bengkulu, BMKG Ungkap Faktanya

BencoolenTimes.com, – Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Ahli Muda Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Kepahiang, Bengkulu, Sabar Ardiansyah, S.ST., mengatakan, potensi gempa bumi dan potensi tsunami megatrust Enggano-Provinsi Bengkulu dan Mentawai-Sumatera Barat memiliki perbedaan.

Potensi gempa bumi di megatrust Mentawai mencapai 8,9 Magnitudo dengan potensi tsunami mencapai 15 meter, sedangkan di megatrust Enggano mencapai 8,4 Magnitudo dan potensi tsunami hanya berkisar 5-6 meter yang bakal sampai ke Bengkulu. Dampak gempa akan sangat terasa disekitar pusat gempa, misalnya jika gempa bersumber dari pusat gempa Mentawai, maka yang terdampak langsung adalah Mukomuko, bukan Bengkulu. Sedangkan apabila pusat gempa di Enggano sebagai daerah terdekat dengan pusat gempa yang akan terdampak, yakni Bengkulu.

Baca Juga  Polres Rejang Lebong Serahkan Bantuan

“Dari potensi tersebut, apabila terjadi gempa bumi dengan kekuatan 8,9 di Mentawai, maka yang paling merasakan dampaknya secara langsung adalah Kabupaten Mukomuko. Jadi tidak tepat jika disebut Bengkulu yang terkena dampak sampai 8,9 Magnitudo dan tsunami 15 meter, namun getaran gempa masih akan terasa keseluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu apabila hal itu terjadi,” kata Sabar saat menjadi narasumber di Chanel “Forum Bengkulu” dengan tema “Gempar Isu Gempa Besar”, Selasa (30/8/2022) sore di kantor redaksi Bencoolentimes.com.

Sabar menampik kabar bahwa Bengkulu berpotensi dilanda gempa bumi dengan kekuatan 8,9 Magnitudo dan tsunami mencapai 15 meter. Sebab, tidak semua gempa bumi berpotensi tsunami.

Baca Juga  Polres Rejang Lebong Serahkan Bantuan

“Yang berpotensi terdampak tentu daerah sekitar, sebutlah Mukomuko, bukan Bengkulu. Kalau Bengkulu berarti semua daerah di Provinsi Bengkulu. Beda halnya jika potensi gempa dan tsunami dari megatrust Enggano, maka Kota Bengkulu menjadi daerah paling terdampak, namun getaran gempa masih akan dirasakan kedaerah sekitar. Dan jikapun ada tsunami dari megatrust Enggano, maka tsumani juga tidak sampai 15 meter, berkisar 5-6 meter yang sampai ke Bengkulu-nya,” kata Sabar.

Lebih lanjut dijelaskan Sabar, potensi gempa tersebut merupakan angka-angka yang sudah sejak lama ada. Dari pada sebutan angka, hal yang lebih penting dilakukan adalah bagaimana menyiapkan diri menghadapi bencana.

“Potensi itu ada sejak lama. Dan itu tidak penting untuk dibahas. Yang lebih penting, bagaimana masyarakat siap dan tahu apa yang dilakukan saat terjadi gempa. Sehingga bisa mengurangi dampak bencana tersebut hanya muncul angka korban yang sedikit,” jelas Sabar.

Baca Juga  Polres Rejang Lebong Serahkan Bantuan

Tidak hanya peran pemerintah, lanjut Sabar, mulai dari lingkup keluarga dan lingkungan sekitar, harus paham dan siap saat menghadapi bencana. Sehingga meminimalisir jatuh korban.

“Pemerintah harus gerakkan sosialisasi menghadapi gempa. Mulai dari lingkungan kecil seperti keluarga, hingga lingkup besar seperti ke mana arah atau jalur evakuasi ketika terjadi gempa dan tsunami. Nah ini yang penting dilakukan,” kata Sabar.

Selanjutnya, kata Sabar, masyarakat harus cerdas mencerna setiap informasi terkait gempa dan tsunami. “Ada perbedaan pengertian antara “prediksi” dan “potensi,” jelasnya. (**)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!