Kepala Satker Akui Waktu Penyelesaian Proyek Rusun Melenceng

Kepala Satker Akui Waktu Penyelesaian Proyek Rusun Melenceng

BencoolenTimes.com, – Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Puskaki) Provinsi Bengkulu Melyan Sori sebelumnya menyoroti lambannya pembangunan Rumah Susun (Rusun) yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Perumahan yang diperuntukkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) BWS VII Sumatera, di Kota Bengkulu dengan nilai kontrak Rp. 27.415.672.000 dengan waktu pengerjaan 240 hari kalender dan sumber Pendanaannya berasal dari dana APBN tahun 2020.

Terkait hal ini, Kepala Satuan Kerja (Satker) pihak Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Perumahan Provinsi Bengkulu Faizal Rozi mengakui bahwa penyelesaian proyek Rusun Kementerian PUPR sedikit melenceng dari waktu yang ditentukan karena ada permasalahan diluar dugaan PT Pubagot Jaya Abadi selaku kontraktor mengenai
pemasangan Lift.

Selain Itu, dana pembangunannya pada tahun 2020 juga direcofusing, sehingga waktu pengerjaannya berubah dari single years menjadi multi years atau tahun jamak.

“Penyelesaian pekerjaan Rusun untuk ASN Kementerian PUPR tersebut ada persoalan yang diluar jangkauan PT Pubagot Jaya Abadi selaku kontraktor pelaksana yakni mengenai pemasangan lift yang barangnya baru sampai di Pelabuhan Tanjung Priok Dari Shanghai Tiongkok Sekitar tanggal 27 Oktober dan 3 hari setelah itu baru masuk ke gudangnya di Jakarta,” kata Rozi, Jumat (19/11/2021).

Akibat hal ini, sambung Rozi, sesuai peraturan yang berlaku, pihak SNVT Provinsi Bengkulu memberikan kompensasi pada pihak kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaannya memasang Lift dan finishing sampai dengan tanggal 25 Desember 2021 dan juga membebankan denda sebesar 10 persen dari sisa pekerjaan.

“Perpanjangan waktu belum sampai 90 hari, masih dibawah standar, kontraktor sudah sanggup membayar denda, karena memang itu salah satu konsekuensinya dari kondisi yang ada,” ungkap Rozi.

Rozi menambahkan, penandatangan kontrak proyek dilakukan13 Maret 2020. Rusun yang dibangun tersebut terdiri dari 1 tower dengan tinggi bangunan 4 lantai serta akan difasilitasi sebanyak 36 kamar dengan tipe 45m2 beserta meubelair dan fasilitas umum penunjang lainnya. (Bay)