20.9 C
New York
Wednesday, July 29, 2026

Buy now

spot_img

KKN Bukan Hanya Ajang Penyelesaian Proker Untuk Mencari Nilai Akademis

BencoolenTimes.com – KKN (Kuliah Kerja Nyata) bukan hanya ajang penyelesaian Program Kerja (Proker) untuk mencari nilai akademis dari kurikulum, namun lebih ke tentang bagaimana kita mencari nilai-nilai untuk terus membela, menyuarakan dan mengaspirasi harapan masyarakat, agar terdampak dari kegiatan KKN.

KKN bukan hanya ajang penyelesaian Proker, ditunjukan Mahasiswa KKN Universitas Bengkulu (Unib) Kelompok 133 dan Kelompok 134 di Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.

KKN bukan hanya ajang penyelesaian Proker ini, dibuktikan dengan penyerahan draf hasil  Kajian Analisis Pengelolaan Sampah kepada Pemerintah Kecamatan Tanjung Kemuning dalam kegiatan Mini Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Kantor Camat Tanjung Kemuning.

Penyerahan dokumen tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan langsung Camat Tanjung Kemuning untuk mengkaji persoalan pengelolaan sampah amroll di kawasan Pasar Pagar Batu yang berada di wilayah Desa Tanjung Aur II dan Desa Aur Ringit.

Kajian yang disusun mahasiswa KKN tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak yang terlibat dalam menyusun kebijakan maupun Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan sampah yang lebih efektif, sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Dalam kegiatan tersebut, hasil kajian dipresentasikan langsung oleh perwakilan masing-masing kelompok, yakni Faqih dari Kelompok KKN 134 dan Adit dari Kelompok KKN 133.

Keduanya didampingi seluruh anggota kelompok yang turut terlibat dalam proses pengumpulan data, observasi lapangan, hingga penyusunan rekomendasi. Penyampaian kajian merupakan hasil dari serangkaian survei lapangan yang dilakukan mahasiswa setelah menerima arahan dari Camat Tanjung Kemuning.

Baca Juga  Enam Guru Besar UNIB Dikukuhkan, Pemprov Bengkulu Dorong Kolaborasi Akademisi dan Pemerintah

Selama proses tersebut, mahasiswa mengidentifikasi berbagai persoalan yang menyebabkan pengelolaan sampah di kawasan Pasar Pagar Batu belum berjalan secara optimal.

Hasil observasi menunjukkan bahwa bak sampah amrol yang berada di kawasan pasar sering mengalami penumpukan sampah akibat kapasitas yang terbatas dan belum adanya jadwal pengangkutan yang teratur.

Kondisi tersebut diperparah dengan lokasi amrol yang dinilai kurang strategis bagi sebagian masyarakat, sehingga masih ditemukan praktik pembuangan sampah liar di kebun maupun hutan yang berada di sekitar permukiman warga.

Dalam hal ini menjelaskan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan tempat pembuangan, tetapi juga menyangkut koordinasi antar instansi, pengelolaan yang berkelanjutan, serta kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya.

‘’Melalui kajian ini kami mencoba melihat persoalan sampah secara menyeluruh, mulai dari kondisi di lapangan, penyebab utama, hingga solusi yang memungkinkan untuk diterapkan. Koordinasi lanjutan ini kami sampaikan langsung kepada pemerintah kecamatan Tanjung Kemuning untuk selanjutnya dapat disebarluaskan kepada pihak terkait. Inilah hasil dari kajian analisis yang dibuat bertujuan untuk menyampaikan aspirasi dari Masyarakat Sekitar,’’ sampai salah satu anggota KKN Unib, Chantika Apriliana.

Dalam pemaparan ini juga menyampaikan bahwa penyusunan kajian dilakukan berdasarkan observasi langsung, dokumentasi, diskusi, dan analisis terhadap kondisi eksisting di lapangan. Menurutnya rekomendasi yang dihasilkan diharapkan mampu menjadi solusi nyata terhadap persoalan sampah yang selama ini menjadi perhatian Masyarakat yang tinggal di sekitar amroll.

Baca Juga  Enam Guru Besar UNIB Dikukuhkan, Pemprov Bengkulu Dorong Kolaborasi Akademisi dan Pemerintah

Beberapa rekomendasi yang disampaikan dalam kajian meliputi penetapan lokasi amrol yang lebih strategis, penyusunan jadwal pengangkutan sampah yang pasti, peningkatan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, serta penyusunan SOP pengelolaan sampah yang dapat diterapkan oleh pemerintah desa dan seluruh pemangku kepentingan.

Tidak hanya itu mahasiswa juga mendorong adanya edukasi kepada Masyarakat langsung mengenai pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya.

Tidak hanya berisi identifikasi masalah saja, draf kajian tersebut juga memuat analisis akar permasalahan, pembagian peran masing-masing stakeholder, strategi penyelesaian, hingga beberapa mitigasi resiko apabila kebijakan yang dirumuskan nantinya tidak dijalankan secara konsisten.

‘’Kajian tersebut disusun sebagai dokumen yang dapat dipergunakan pemerintah kecamatan dalam menyusun langkah-langkah penanganan sampah secara sistematis dan berkelanjutan di lingkungan Tanjung Kemuning,’’ lanjut Chantika.

KKN Bukan Hanya Ajang

Ditambahkan Chantika, bagi mereka, penyusunan kajian analisis ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang tidak hanya berfokus pada kegiatan sosial, tetapi juga menghadirkan solusi berbasis data yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah.

‘’Melalui kolaborasi ini, kami tetap berupaya memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan lingkungan desa yang lebih bersih sesuai dengan tema dan SDGs (Sustainable Development Goals),’’ imbuh Chantika.

Baca Juga  Enam Guru Besar UNIB Dikukuhkan, Pemprov Bengkulu Dorong Kolaborasi Akademisi dan Pemerintah

Sementara itu, pihak Pemerintah Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur mengungkapkan rasa terimakasih kepada seluruh peserta KKN Unib, khususnya kelompok 133 dan kelompok 134 yang ada di Kecamatan Tanjung Kemuning.

‘’Tentunya kami sangat berterimakasih kepada adik-adik KKN 133 dan 134 yang telah melakukan kajian analisis terkait permasalahan sampah yang ada di lingkungan pemerintahan Tanjung Kemuning. Apresiasi sebesar-sebarnya kami berikan kepada dua kelompok KKN ini,’’ ucap Sekretaris Camat Tanjung Kemuning.

Penyerahan draf kajian kepada Camat Tanjung Kemuning menjadi simbol sinergi antara mahasiswa dan pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dokumen tersebut diharapkan tidak hanya menjadi arsip, tetapi benar-benar dijadikan dasar SOP pengelolaan sampah yang dapat diterapkan secara konsisten oleh seluruh pihak yang terlibat.

Tentunya mahasiswa KKN 133 dan 134 berharap hasil kajian analisis yang telah dirancang dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam kurun waktu yang panjang.

Dengan adanya SOP yang jelas, dukungan pemerintah, serta partisipasi aktif masyarakat, sistem pengelolaan sampah di kawasan Pasar Pagar Batu diharapkan menjadi lebih tertata.

Sehingga mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, asri, nyaman, dan sehat bagi seluruh masyarakat Desa Tanjung Aur II, Desa Aur Ringit, serta wilayah Kecamatan Tanjung Kemuning secara keseluruhan.(OIL)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!