BencoolenTimes.com – Pemerintah Prabowo subiyanto menghidupkan koperasi di seluruh pelosok negeri dengan jargon koperasi Merah Putih. Bila Koperasi MP berhasil, kita optimis desa kita akan Sejahtera! Koperasi Adalah bangun ekonomi yang sesuai dengan titah Undang Undang dasar 1945. Koperasi dengan semangat gotong royong, usaha Bersama untuk menuju kesejahteraan Bersama.
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum, yang bergerak berdasarkan prinsip koperasi dan asas kekeluargaan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, sosial, dan budaya anggotanya, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan bersama, bukan keuntungan semata seperti badan usaha konvensional. Intinya, koperasi adalah perkumpulan sukarela yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dengan cara saling membantu.
Jadi, Koperasi adalah ‘perkumpulan orang’ yang bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan bersama (misalnya belanja, simpan pinjam, usaha) secara gotong royong dan kekeluargaan, sehingga semua anggota merasakan manfaatnya.
Lebih lanjut, Unsur-Unsur Penting Koperasi: Keanggotaan: Sukarela, terbuka, dan berlandaskan kegiatan ekonomi. Tujuan: Meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat secara luas, bukan akumulasi modal. Prinsip:Â Demokrasi ekonomi (satu anggota satu suara), pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) yang adil, kemandirian, pendidikan, dan kerja sama antar koperasi. Dasar Hukum: Di Indonesia diatur dalam Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.
Ditengah Tengah Masyarakat kita telah ada para pelaku ekonomi lain, seperti BUMN, Swasta. Maka Perbedaan dengan Perusahaan Lain / pelaku ekonomi lain Adalah: Fokus: Koperasi fokus pada kesejahteraan anggota, perusahaan konvensional fokus pada keuntungan pemegang saham.
Kepemilikan: Anggota koperasi adalah pemilik sekaligus pengguna, sementara di bank nasabah tidak otomatis jadi pemilik saham. Pengambilan Keputusan: Koperasi demokratis (satu anggota, satu suara), bank / perusahaan berdasarkan jumlah saham.
Dengan adanya koperasi MP, tentu membuka peluang kerja. Terutama generasi Z. Hanya saja generasi Z harus siap dengan berbagai tantangan yang ada. Tantangan terbesar adalah persaingan dengan pelaku usaha yang sudah ada di tengah tengah Masyarakat kita! Generasi Z tidak bisa Santai dan berlehaleha menghadapi tantangan dan persaingan yang keras itu.
Kemudian, perlu juga diungkap bahwa pengertian Generasi Z, dapat didefinisikan sebagai mereka yang lahir antara tahun 1997 dan 2012, dikenal sebagai ‘digital native’ sejati karena tumbuh besar dengan akses instan ke internet dan teknologi digital.
Ciri-ciri utama mereka meliputi: Melek Teknologi: Gen Z sangat mahir menggunakan perangkat digital, media sosial, dan berbagai aplikasi, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka. Ketergantungan ini terkadang digambarkan seolah-olah ‘tidak bisa hidup tanpa smartphone layaknya oksigen untuk bernapas’.
Multitasking: Terbiasa terpapar berbagai platform digital secara bersamaan, mereka cenderung memiliki kemampuan multitasking yang baik. Mandiri dan Proaktif: Mereka sering mencari solusi dan mempelajari hal baru secara mandiri, misalnya melalui tutorial di YouTube, dan cenderung mampu menyelesaikan tugas tanpa harus selalu diawasi.
Kritis dan Mempertanyakan: Karena kemudahan akses informasi dari berbagai sumber global, Gen Z cenderung lebih kritis dan sering mempertanyakan informasi yang diterima, tidak langsung menyetujui tanpa dasar yang valid.
Kemudian, Mementingkan Keseimbangan Kerja-Hidup: Dalam dunia kerja, mereka menekankan pentingnya fleksibilitas, komunikasi terbuka, dan keseimbangan yang sehat antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Fear of Missing Out (FOMO): Didukung oleh arus informasi yang cepat, mereka cenderung khawatir tertinggal dalam hal tren atau berita terbaru, dan gemar berbagi informasi di media sosial agar terlihat eksis.
Kurang Sabar: Karena hidup di zaman yang serba cepat, mereka terkadang mengharapkan hasil instan dan bisa mudah menyerah saat dihadapkan pada proses yang dirasa terlalu lama atau sulit. Fokus pada Pendidikan dan Prospek Pekerjaan: Dibandingkan generasi sebelumnya, mereka cenderung lebih fokus pada pendidikan dan prospek karier, serta kurang hedonistik.
Secara keseluruhan, Generasi Z adalah generasi yang terbentuk secara signifikan oleh lingkungan digital, yang memengaruhi cara mereka berkomunikasi, bekerja, dan memandang dunia. Pertanyaannya Adalah akankah koperasi MP yang berada di pedesaan dapat mengimbangi ciri dan cara generasi Z menghadapi masalah dunia kerja di koperasi itu? Bila tidak mampu mengimbanginya, cenderung gagal dalam pelaksanaannnya.(**)
Penulis: Syaiful Anwar. AB (Dosen UNIHAZ Bengkulu)



