Mantan Ketua RT Tanyakan Perkembangan Kasus Penyimpangan Aset Pemkot

BencoolenTimes.com, – Mantan Ketua RT 13 Bentiring Fahrizal menanyakan perkembangan kasus dugaan penyimpangan aset Pemerintahan Kota Bengkulu (Pemkot) yang ada di Perumnas Korpri Kelurahan Bentiring seluas 8,6 hektar ke penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu, Selasa (16/6/2020).

Fahrizal mengatakan, kedatangannya ke Kantor Kejari menanyakan perkembangan penyidikan kasus tersebut sebab ia mendapat kabar sudah ada kerugian negara yang dikantongi penyidik.

“Kami sebagai warga Kota Bengkulu pada umumnya, khususnya warga Bentiring sangat prihatin dan kami harus menyelamatkan dari pada aset negara yang diduga dijual,” kata Fahrizal.

Menurut Fahrizal, yang harus bertanggungjawab dalam dugaan penyimpangan kasus tersebut adalah oknum pejabat yang terlibat seperti pejabat Kelurahan setempat maupun pejabat Kecamatan setempat sedangkan untuk pihak lainnya tergantung pengembangan dari penyidik.

“Kami berharap lahan yang diduga dijual oknum dapat dikembalikan sebagai fungsi awal yaitu pembangunan Masjid dan untuk pemakaman yang harus disertai surat-surat yang sah, lebih kurang 2 hektar,” jelas Fahrizal.

Diketahui, dalam kasus ini Kejari Bengkulu telah memeriksa puluhan saksi dan tentunya setelah mengantongi kerugian negaranya dalam waktu dekat bakal menetapkan tersangkanya.

Untuk, diketahui, kasus ini bermula pada tahun 1995 silam, tim sembilan yang dibentuk Pemkot Bengkulu melakukan pembebasan lahan milik Pemkot seluas 63 hektar yang terletak di Perumahan Korpri Kelurahan Bentiring Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu.

Kemudian lahan tersebut dilakukan pengukuran dan hasil pengukuran ternyata luas lahan itu hanya 62,9 hektar. Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2015 lalu di lahan tersebut diduga telah terjadi penyimpangan oleh oknum tidak bertanggungjawab yang mana penjualannya diduga dilakukan secara terpisah atau parsial yang ujungnya dibuat dalam bentuk satu Hak Guna Bangunan (HGU) dengan luas lahan kurang lebih 8,6 hektar. (Bay)