BencoolenTimes.com – Mie Tumis malam yang jadi sarapan pagi dengan cara dipanaskan, diduga kuat menjadi penyebab 21 santri di Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Lebong Atas, Kabupaten Lebong alami gejalan keracunan.
Mie Tumis malam yang sebelumnya di masak pihak yayasan, pagi harinya dipanaskan kemudian dijadikan sarapan bersama nasi untuk para santri ponpes. Hal inilah diduga yang menjadi penyebab para santri mengalami diare, mual dan muntah setelah menyantapnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebong, Rachman yang dikonfirmasi tidak membantah hal tersebut. ‘’Dugaannya karena Mie Tumis yang menjadi sarapan pagi para santri,’’ terang Rachman yang dikonfirmasi Minggu siang, 9 Februari 2025.
Selain itu, tambah Rachman, para santri mulai diperbolehkan pulang, karena memang kondisi kesehatan mereka sudah membaik dan gejalan keracunan sudah hilang.
‘’Dari laporan petugas kita, para santri sudah diperbolehkan pulang dan memang kondisi mereka terus membaik,’’ imbuh Rachman.
Sementara itu, salah satu pengajar di sekolah pada Ponpes tersebut mengatakan, sebagian besar santri mereka sudah diperbolehkan pulang.
Hanya saja, belum seluruh Santri di bawa pulang ke asrama Ponpes mereka, karena masih ada yang mengalami diare. ‘’Kita baru sampai asrama, ada 16 santri yang sudah pulang, tapi lima orang masih di rumah sakit karena, masih mengalami diare,’’ singkat si pengajar.
Sebelumnya diketahui, Puluhan Santri Ponpes di Kabupaten Lebong, Jumat pagi, 8 Februari 2025, diduga mengalami keracunan setelah sarapan pagi.
Puluhan Santri Ponpes yang diduga mengalami keracunan tersebut, total sebanyak 21 orang. Dengan rincian, 9 orang santri perempuan dan 12 orang santri laki-laki.
Dijelaskan Kapolres Lebong AKBP Awilzan melalui Kapolsek Lebong Atas IPTU Nur Huda, dari keterangan pihak Ponpes, total seluruh Santri sebanyak 40 orang.
Saat ini, para Santri masih menjalani perawatan medis di RSUD Lebong dan kondisinya sudah mulai membaik. Gejala yang dialami para santri tersebut mual dan muntah-muntah.
Menurut keterangan pihak Ponpes sendiri, kata Kapolsek, berawal saat jam istirahat, beberapa santri mereka mengalami mual dan muntah.
Lalu santri-santri tersebut dibawa ke Puskesmas terdekat, namun karena jumlahnya terus bertambah, akhirnya seluruh santri yang mengalami gejala yang sama dibawa ke RSUD Lebong.
Sebelumnya, lanjut Kapolsek, para Santri sarapan pagi sekitar pukul 06.30 WIB dengan menu Mie Tumis pakai Nasi. ‘’Kalau kondisi para santri sudah mulai membaik setelah mendapatkan perawatan di RSUD Lebong,’’ terang Kapolsek.
Untuk kepastian penyebab keracunan, ungkap Kapolsek, masih menunggu hasil observasi dan uji lab dari pihak RSUD Lebong. ‘’Dari beberapa keterangan santri yang mengalami keracunan, bahwa sarapan yang mereka makan ada yang sudah terasa tidak enak atau seperti basi,’’ ungkap Kapolsek.(OIL)



