Home BDTV Oknum ASN Terduga Pelaku KDRT Kabarnya Sudah Diamankan, Kuasa Hukum Korban Apresiasi...

Oknum ASN Terduga Pelaku KDRT Kabarnya Sudah Diamankan, Kuasa Hukum Korban Apresiasi Polres

BencoolenTimes.com, – FG oknum Apartur Sipil Negara (ASN) Bengkulu yang dilaporkan oleh istrinya sendiri Vivi Yanti atas kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ke Polres Bengkulu kabarnya sudah diamankan pihak Polres Bengkulu.

Terkait kabar terduga FG sudah diamankan ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian yakni Polres Bengkulu yang menangani perkara tersebut.

Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Kongres Advokat Indonesia (DPD KAI) Provinsi Bengkulu Ilham Patahillah SH.MH yang memberikan pendampingan hukum terhadap korban, mengatakan, berdasarkan informasi yang didapat dari kliennya atau korban, terduga pelaku sudah diamankan di Polres Bengkulu.

“Informasi yang kita dapat dari klien kami atau korban, bahwa si terduga pelaku sudah diamankan di Polres Bengkulu. Dalam hal ini kami selaku kuasa hukum korban mengucapkan terimakasih dan kami sangat mengapresiasi para penyidik yang menangani dengan cepat, tanggap,” kata Ilham Patahillah, Kamis (8/4/2021).

Ilham Fatahillah berharap, tidak ada lagi dugaan KDRT yang terjadi di Bengkulu, cukup peristiwa ini menjadi pembelajaran agar tidak ada lagi KDRT.

“Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada penyidik sekaligus apresiasi yang mana hasil koordinasi kami dengan korban terduga pelaku sudah diamankan,” jelas Ilham Patahillah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Korban Vivi Yanti mengatakan, sejak tahun 2019 lalu suaminya diduga menjalin hubungan asmara dengan wanita lain yang berstatus istri orang, hubungan terlarang tersebut kemudian membuat sikap suaminya berubah terhadap korban. Bahkan suaminya kerap melakukan kekerasan terhadap korban setiap kali bertengkar.

Sementara puncaknya pada 4 April 2021 lalu suaminya mencekik leher dan memukul korban hingga menyebabkan luka lebam dibagian mata kirinya. Atas dugaan KDRT yang dialaminya korban kemudian meminta bantuan hukum ke Dewan Pimpinan Daerah Kongres Advokat Indonesia (DPD KAI) Provinsi Bengkulu untuk mendampinginya melapor ke Polres Bengkulu.

“Saya dipukul, dicekik, dipukul sampai seperti ini (memar) dan sampai detik ini pun masih tahap berobat, harus mengobati diri saya, darah dari hidung saya juga masih keluar, ketika saya batuk juga masih keluar darah. Sudah saya laporkan, saya hanya minta keadilan,” kata Vivi usai melapor ke Polres Bengkulu, Rabu, 7 April 2021. (Bay)