BencoolenTimes.com, – Insiden penembakan Rahiman Dani, adik Bupati Kaur Lismidianto di Jalan Kinal Baru RT 19 RW 1 Kelurahan Pematang Gubernur Kota Bengkulu saat berangkat salat Jumat (3/2/2023) lalu, masih misteri. Motif dan pelaku peristiwa yang menghebohkan ini, belum diketahui.
Disinyalir, pelaku penembakan ini dilakukan oleh orang profesional. Seperti diungkap Kapolda Bengkulu Irjen Pol Armed Wijaya belum lama ini kepada wartawan, “Memang kayaknya profesional itu pelakunya,” ujar Kapolda usai menjenguk korban, Jumat (3/2/2023) lalu.
Keamanan RT 19 Pematang Gubernur, Bambang Hermanto saat ditemui wartawan juga mencurigai pelaku penembakan itu orang yang sudah memetakan lokasi kejadian, sebelum beraksi.
“Prediksi saya, pelaku ini sudah membaca keadaan, sudah baca sekeliling situ (TKP) mungkin sudah dibaca seminggu atau dua minggu sebelum (kejadian) itu kan,” kata Bambang.
Namun demikian, Bambang mengaku belakangan di lingkungan mereka tidak menemukan ada hal-hal mencurigakan. Setiap malam pihaknya bersama warga, berjaga di lingkungan tersebut.
“Baik pagi sebelum Jumat atau pas siang sebelum kejadian, tidak ada yang mencurigakan,” kata Bambang, Senin (6/2/2023).
Bambang melanjutkan, di sekitar TKP juga minim CCTV. CCTV hanya ada di sebelah rumah korban, namun tidak ditemukan orang yang mencurigakan di CCTV tersebut. Kemudian ada CCTV di toko listrik yang dari TKP jaraknya kurang lebih 50 meter, namun setelah dicek oleh pihak kepolisian, ternyata CCTV hanya sebatas menyorot tempat parkir toko dan bibir jalan, tidak tampak penuh ke jalan.
Bambang juga mengaku heran, karena tidak ada yang mendengar suara letusan tembakan saat penembakan terjadi. “Inilah anehnya, herannya dari sini ke lokasi kan dekat, tapi tidak ada dengar suara, saya juga nyari informasi ke warga jaraknya 10 meter dari tempat kejadian itu juga sama, tidak dengar suara letusan atau bunyi senjata api,” ungkap Bambang.
Bambang juga menyatakan keamanan di wilayah RT 19 termasuk ketat, karena setiap ada orang yang tak dikenal masuk, ditegur dan ditanya tujuannya. Ketika tujuannya jelas, maka didampingi hingga ke tempat tujuan. Selain itu apabila ada orang mencurigakan dan berbeliit-belit, maka tidak diizinkan masuk.
“Kami kalau malam cuma satu gang yang kami buka (akses masuk ke lokasi). Itu biar mudah kita mantaunya,” ucap Bambang.
Diakui Bambang, memang gang sekitar TKP tergolong sepi, karena penduduk di lokasi itu sedikit. Terlebih saat hari menjelang salat Jumat, lokasi komplek itu makin sepi karena banyak yang ke masjid.
Tidak seperti di gang sebelah lokasi tersebut, warga lebih banyak lalu lalang di gang tersebut karena ada akses ke perumahan sehingga banyak penduduk.
Diketahui, Rahiman Dani mengalami luka tembak di bagian punggung sebelah kiri hingga tembus ke lengan kiri, akibat tembakan dua pelaku yang berboncengan motor itu korban mengalami luka 4 lubang dalam satu tembakan.
Informasi berhasil dihimpun, dugaan penembakan tersebut berawal saat korban berangkat salat Jumat, korban berjalan kaki dari rumahnya untuk menuju masjid.
Sebelum tiba di masjid, tepatnya di TKP Jalan Gang Kinal Baru RT 19 RW 1 Kelurahan Pematang Gubernur, ada dua orang berboncengan menggunakan motor berpapasan dengan korban. Dua orang itu putar balik yang kemudian menembak korban.
Hingga kini motif dari penembakan tersebut belum diketahui karena pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. (Bay)



