BencoolenTimes.com – Pelindo dianggap tak serius menangani pendangkalan Alur Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu. Terlebih hingga saat ini atau sejak pengerukan dimulai, belum ada perubahan signifikan dari kondisi pendangkalan.
Kondisi ini mulai menimbulkan tandatanya besar dari berbagai pihak terkait keseriusan PT. Pelindo Regional 2 Bengkulu. Termasuk dari Anggota DPDR Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain.
Bahkan Teuku menilai, pelindo tak serius mengatasi persoalan pendangkalan alur pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu. Padahal Pelindo sempat memaparkan konsep perencanaan pengerukan alur pelabuhan Pulau Baai yang sangat bagus.
Namun pada prakteknya tidak sesuai dengan konsep yang ada. Padahal, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan telah mengeluarkan surat darurat atas pelabuhan Pulau Baai tersebut.
‘’Mereka (Pelindo) berubah-ubah terus, entah mau ngeruk atau tidak, mau ngeruk kedalam 1 meter, kemudian mau ngeruk kedalaman 3 meter ini berubah-rubah terus,’’ sebut Teuku bernada kecewa.
‘’Dengan lebar alur 200 meter, mereka baru mengasih pekerjaan kepada kontraktor dengan lebar sekitar 60 meter. Kalau kita ambil dari pindoggir ke pinggir kelebarannya itu bisa dilewati paling 40 meter saja dan itu masih sangat rawan bagi kapal besar,’’ sambung Teuku, yang dikonfirmasi Kamis, 10 April 2025.
Teuku menegaskan, dengan kedalaman alur hanya tiga meter tersebut memungkinkan kerawanan bagi kapal besar yang lewat. ‘’Jadi, kami tidak tahu lagi apa maunya Pelindo ini, tidak ngerti lagi kita,’’ ucap Teuku.
Teuku menjelaskan, dikeluarkannya surat darurat oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan belum lama ini diharapkan agar penanganan pendangkalan alur pelabuhan bisa diluar prosedur namun berdasarkan kebijakan pimpinan Pelindo.
‘’Ini kenapa darurat, BBM akan terkendala, warga Pulau Enggano harus diperhatikan seperti pasokan bahan pokok mereka, lalu lintasnya dan hasil pertaniannya yang tidak bisa dijual ke Bengkulu,’’ jelas Teuku.(JUL)



