BencoolenTimes.com – Pembangunan Irigasi PSN (Proyek Strategis Nasional) di Kabupaten Seluma akan dilakukan dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan yang sedang digalakan Pemerintah Pusat.
Terbaru, direncanakan Tahun Anggaran (TA) 2026 mendatang, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII, akan mulai tahapan pembebasan dan ganti rugi kawasan yang terdampak pembangunan jaringan irigasi di Kabupaten Seluma.
Irigasi yang rencananya dibangun, mencapai 33 KM dan berlokasi di Bendungan Air Alas, hingga Kantor Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM), Kabupaten Seluma.
‘’Total keseluruhan seluas 52 hektare, 14 Hektar diantaranya adalah kawasan persawahan warga terdampak pembangunan irigasi ini. Sehingga inilah yang akan dilakukan ganti rugi dan ini tengah dilakukan pembahasan mendalam bersama pemda Seluma untuk permohonan alih fungsi lahan,’’ sampai PPK Pengadaan Tanah, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII, Syaiful Rizal.
Disampaikan Syaiful, ganti rugi lahan ini sendiri jelas harus berdasarkan NJOP di kawasan tersebut. Serta rekanan dalam menilai NJOP juga dilibatkan.
‘’Yang jelas ganti rugi lahan jelas harus berdasarkan NJOP, sejumlah nama pemilik lahan sudah di ketahui dan kita juga sudah ke lokasi,’’ sampai Syaiful.
Menurut Syaiful, jika saat ini rencana pembangunan irigasi ini masuk pada tahapan pembebasan lahan terlebih dahulu. Setelah itu, barulah dilakukan pembangunan saluran irigasi yang akan dilakukan pada tahun 2027 mendatang.
‘’Tahun ini kita mengetahui telah terdampak efesiensi, sehingga molor satu tahun menjadi tahun 2027 mendatang,’’ sebut Syaiful.
Diterangkan Syaiful, dengan panjang saluran irigasi 33 KM tersebut akan mengcover luasan persawahan mencapai 25000 Hektar. Jika kita sama sama mengetahui jika jika saluran irigasi alas kanan selalu menjadi keluhan. sehingga dengan pembangunan ini cukup sangat membantu masyarakat yang bercocok tanam dengan sawah.
‘’Kita sudah ke lapangan, warga yang sebelumnya berkebun sawit siap dan bersedia kembali menjadikan kebun sawit mereka persawahan,’’ terang Syaiful.
Dilanjutkan Syaiful, pembuatan saluran irigasi ini, peluang untuk pembuatan cetak sawah baru semakin berpeluang sangat besar. Karena memang sebelumnya ini kawasan sudah banyak beralih fungsi perkebunan sawit.
‘’Kita berharap pembebasan lahan ini tidak ada kendala lagi. Jadi program ketahanan pangan bisa berjalan maksimal,’’ demikian Syaiful.(LRS)



