BencoolenTimes.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mulai realisasikan Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau bedah rumah tahun 2026.
Sebanyak 58 unit rumah yang tersebar di 8 kecamatan di wilayah Kota Bengkulu telah masuk daftar program bedah rumah tersebut.
Realisasi program tersebut ditandai dengan kegiatan Ground Breaking atau peletakan batu pertama di rumah Maisah dan Budi Irwansyah, warga Jalan Arrahman II RT 17 RW 4, Kelurahan Rawa Makmur, Kamis, 25 September 2026.
Simbolis peletakan batu pertama langsung oleh Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dan turut disaksikan anggota DPRD Kota Bengkulu Dediyanto, para Asisten dan Staf Ahli Wali Kota, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Bengkulu Toni Harisman, perwakilan Baznas Kota Bengkulu, camat, lurah serta jajaran terkait lainnya.
Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menyampaikan pihak eksekutif bersama legislatif Kota Bengkulu berkomitmen akan meningkatkan jumlah rumah yang mendapat program bedah rumah.
”Saya sudah diskusi dengan teman-teman dewan (DPRD), tahun depan target kita minimal 100 unit rumah yang akan kita rehab,” kata Dedy.
Oleh karena itu, Dedy meminta para lurah untuk aktif mendata dan melaporkan kondisi warganya yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.
”Kita ingin memastikan tidak ada lagi warga yang rumahnya tidak layak huni. Lurah tolong pastikan dan sampaikan kepada Walikota dan DPRD kalau ada warganya yang masih tinggal di rumah yang tidak layak huni,” minta Dedy.
Dedy menegaskan, Pemkot Bengkulu akan terus hadir untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan tidak luput dari perhatian.
”Jangan sampai ada anak yatim meneteskan air mata karena tidak mendapatkan perhatian pemerintah. Jangan sampai ada warga miskin yang kelaparan karena tidak mendapat perhatian pemerintah, karena yang akan paling berdosa adalah saya karena saya sebagai walikotanya,” tegas Dedy.
Kepala Dinas Perkim Kota Bengkulu Toni Harisman menjelaskan, program bedah rumah ini bentuk sinergi antara Pemerintah Kota Bengkulu dan DPRD Kota Bengkulu sebagai upaya membantu masyarakat yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.
”Program bedah rumah ini merupakan program Walikota bersama DPRD Kota. Insya Allah ini akan berlanjut. Kita doakan Pak Walikota selalu diberikan kesehatan agar program pembangunan juga berjalan lancar,” ujar Toni.
Ia menjelaskan, setiap rumah akan mendapatkan bantuan pembangunan senilai Rp20 juta dengan rincian Rp17,5 juta untuk kebutuhan material dan Rp2,5 juta untuk biaya upah pekerja.
Menurut Toni, program tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian Pemerintah Kota Bengkulu terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga yang masih tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak.
Penerima manfaat program bedah rumah, Budi Irwansyah, menyampaikan rasa syukur karena rumah yang selama ini ditempati akan segera diperbaiki sehingga menjadi lebih layak dan nyaman untuk dihuni.
”Alhamdulillah, kami dapat bantuan bedah rumah. Terima kasih Pak Walikota, DPRD, Pak Camat dan Pak Lurah. Akhirnya sebentar lagi kami bisa mempunyai rumah yang lebih layak,” ungkap Budi.
Ia berharap program bedah rumah dapat terus berlanjut ke depannya sehingga masyarakat lain yang layak mendapat bantuan bedah rumah namun belum tercover akan menerima program ini di tahun berikutnya.
”Semoga program ini terus berlanjut di tahun berikutnya,” harap Budi. (JUL)





