4.2 C
New York
Saturday, October 24, 2026

Buy now

spot_img

Pemkot Bengkulu Serius Cegah Stunting, Ini yang Dilakukan

spot_img

BencoolenTimes.com, – Pemerintah telah menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan target penurunan yang signifikan dari kondisi 24,4 persen pada 2021 menjadi 14 persen pada 2024.

Strategi penurunan angka stunting juga sudah ditetapkan dalam strategi nasional percepatan penurunan stunting sesuai PP No 72 Tahun 2021. Peraturan Pemerintah tersebut mendorong sejumlah langkah, seperti peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan terkait program penurunan angka stunting di kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, dan pemerintah desa.

Baca Juga  Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Ingatkan Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan

Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melakukan berbagai intervensi percepatan penurunan stunting melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu yang melakukan berbagai upaya percepatan penurunan stunting di Kota Bengkulu, yang mana target prevalensi menjadi satu digit bahkan zero stunting.

Plt, Kadinkes Kota Bengkulu.

“Upaya kita sama seperti sebelumnya, kita memberikan pil FE kepada remaja putri, calon pengantin. Kemudian untuk ibu pasca hamil kita lakukan pemeriksaan rutin. Sebelum itu, kita juga memantau perkembangannya saat hamil. Setelah melahirkan kita juga memantau perkembangannya hingga anak tersebut berusia 2 tahun,” jelas Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Joni Haryadi Thabrani, Rabu (20/2/2024).

Baca Juga  Undangan Terbuka Walikota dan Wawali Bengkulu Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 di Balai Merah Putih

Untuk penanganan stunting, lanjut Joni, pihaknya juga akan memeriksa anak-anak diduga terindikasi stunting. Pasalnya, ada ditemukan balita pendek, namun tidak terindikasi stunting.

“Rencananya akan kita periksakan ke dokter spesialis anak untuk memastikan anak tersebut sehat atau tidak. Apakah masih dikatakan stunting atau tidak, nah nanti hasil dari dokter spesialis tersebutlah akan kita masukkan dalam kesimpulannya,” jelas Joni.

“Karena balita pendek itu belum tentu stunting, tapi stunting itu pasti pendek. Nah jadi itu nanti dokter spesialis yang menilai dan menyimpulkannya. Kalau dia sekedar pendek aja ya udah, asal dia fisiknya sehat, aktivitasnya normal tentu itu bukan dikatakan stunting,” ucap Joni.

Baca Juga  Pemkot Bengkulu Wacanakan Program Beasiswa Kuliah Anak Kurang Mampu dan Berprestasi

Sebagai informasi, prevalensi stunting di Kota Bengkulu turun tajam, dari  22,2 persen di tahun 2021 menjadi 12,9 persen di  2022, turun 9,3 persen. (BAY)

spot_img
admin2
admin2
Untuk Informasi lebih lanjut tentang berita yang anda baca silahkan menghubungi kami. +6281382248493

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!