24.1 C
New York
Thursday, May 28, 2026

Buy now

spot_img

Perdana Menteri Melarikan Diri, Pemerintahan Bangladesh Bubar

BencoolenTimes.com, – Pada 6 Agustus 2024, dunia menyaksikan parlemen Bangladesh dibubarkan setelah Perdana Menteri Sheikh Hasina melarikan diri.

Sheikh Hasina, yang telah memimpin Bangladesh sejak 2009, membuat keputusan mengejutkan untuk mengundurkan diri dan meninggalkan negara tersebut.

Pengunduran dirinya terjadi setelah sebulan protes yang melibatkan jutaan warga Bangladesh yang menuntut agar dia mundur dari jabatannya.

Protes ini dimulai setelah tuduhan kecurangan pemilu yang dilaporkan pada bulan Januari, yang memperburuk ketegangan di negara tersebut.

Keesokan harinya, kantor presiden Bangladesh mengumumkan pembubaran parlemen sebagai langkah untuk menanggapi tuntutan massa dan situasi politik yang semakin kacau.

Sheikh Hasina, Perdana Menteri Bangladesh, mengundurkan diri dari jabatannya pada 5 Agustus 2024 setelah unjuk rasa yang sarat kekerasan melanda negaranya.

Berusia 76 tahun, Hasina adalah perdana menteri terlama dalam sejarah Bangladesh, dengan masa jabatan hampir tiga dekade jika digabungkan.

Karier politiknya dimulai sejak dia masih menjadi mahasiswa di Universitas Dhaka pada akhir tahun 1960-an. Dia aktif dalam politik dan menjadi penghubung politik bagi ayahnya, pendiri Bangladesh, Sheikh Mujibur Rahman, ketika pemerintah Pakistan memenjarakan sang ayah.

Pada tahun 1971, Hasina dan keluarganya ditahan atas dugaan keterlibatan dalam pemberontakan selama perang pembebasan, yang berujung pada kemerdekaan Bangladesh.

Setelah pengasingan selama enam tahun, dia kembali ke Bangladesh dan mengambil alih kepemimpinan Partai Liga Awami, partai yang didirikan oleh mendiang ayahnya dan telah menjadi organisasi politik terbesar di negara tersebut.

Hasina juga berperan dalam melengserkan diktator militer Letnan Jenderal Hussain Mohammad Ershad pada tahun 1990-an. Kini, setelah mengundurkan diri, parlemen Bangladesh resmi dibubarkan sebagai imbas kerusuhan yang melanda negara sejak Juli lalu.

Kepala angkatan bersenjata, Jenderal Waker-Uz-Zaman mengatakan bahwa, militer akan membentuk pemerintahan sementara setelah kepergian Hasina. Kemudian pada Selasa malam, delegasi mahasiswa berjumlah 13 orang bersama dua profesor dari Universitas Dhaka pergi ke kediaman Shahabuddin untuk bertemu dengan Zaman dan para pemimpin militer lainnya.

Setelah hampir dua jam diskusi, Nahid Islam, salah satu pemimpin mahasiswa, mengatakan kepada para wartawan bahwa telah ada kesepakatan antara semua pihak bahwa peraih Nobel Muhammad Yunus akan menjadi penasihat utama pemerintahan sementara dan pembicaraan akan berlanjut.

Yunus (84) dan Grameen Bank-nya, sebuah organisasi mikro kredit, memenangkan Nobel Perdamaian 2006 karena kerjanya dalam mengangkat jutaan orang dari kemiskinan dengan memberikan pinjaman kecil di bawah US$100 kepada masyarakat miskin pedesaan di Bangladesh.

Para pemimpin mahasiswa mengatakan mereka menginginkan Yunus sebagai penasihat utama pemerintah sementara, dan seorang juru bicara Yunus mengatakan dia setuju. Adapun Yunus berada di Paris untuk menjalani prosedur medis dan diharapkan segera kembali ke Dhaka.

Belum ada komentar langsung dari Yunus terkait pengangkatannya. Juga belum diketahui kapan pemerintahan sementara akan mengambil alih.

Gerakan yang menggulingkan Hasina bermula dari demonstrasi menentang kuota PNS untuk keluarga veteran perang kemerdekaan Bangladesh 1971, yang dianggap oleh para kritikus sebagai cara untuk mencadangkan pekerjaan bagi sekutu partai yang berkuasa. Sekitar 400 orang tewas dan ribuan lainnya terluka dalam kekerasan yang melanda negara itu sejak Juli.

Setelah para demonstran menyerbu dan menjarah kediaman mewah perdana menteri pada hari Senin, jalan-jalan di ibu kota Dhaka kembali tenang pada hari Selasa, dengan lalu lintas yang lebih ringan dari biasanya dan banyak sekolah serta bisnis yang ditutup selama kerusuhan masih tutup.

Pabrik-pabrik garmen, yang memasok pakaian ke beberapa merek terkemuka dunia dan menjadi penopang utama ekonomi, akan dibuka kembali pada Rabu.

Pelarian Hasina mengakhiri masa jabatan keduanya selama 15 tahun di negara berpenduduk 170 juta orang itu, yang telah ia pimpin selama 20 dari 30 tahun terakhir sebagai pemimpin gerakan politik yang diwarisi dari ayahnya, pendiri negara Mujibur Rahman, setelah ia dibunuh pada 1975.

Sejak awal 1990-an, Hasina berseteru dan bergantian berkuasa dengan saingannya Zia, yang mewarisi gerakan politiknya sendiri dari suaminya Ziaur Rahman, seorang penguasa yang juga dibunuh pada 1981. (BAY)

admin2
admin2
Untuk Informasi lebih lanjut tentang berita yang anda baca silahkan menghubungi kami. +6281382248493

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!