20.8 C
New York
Wednesday, June 10, 2026

Buy now

spot_img

Pertamina Rugi Rp 500 Juta Sehari, Berikut Respon Gubernur Helmi dan Bupati Gusril

BencoolenTimes.com – Pertamina rugi Rp 500 juta sehari, sebagai dampak dari Pendangkalan Alur Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu yang sampai hari ini belum juga ada perbaikan.

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan mengaku mendapatkan laporan adanya kerugian yang dialami PT. Pertamina imbas dari dangkalnya Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu.

Disebutkan Helmi, kerugian itu sebesar Rp 500 juta sehari, juga sudah dilaporkan Pertamina Bengkulu dan itu terjadi sejak Pendangkalan Alur Pelabuhan Pulau Baai semakin parah.

‘’Kerugian Pertamina Rp 500 juta per hari sejak pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai. Pertamina biasanya menggunakan jalur laut kirim BBM ke Bengkulu sekarang menggunakan jalur darat, itu yang buat merugi,’’ sebut Gubernur Helmi.

Baca Juga  Gubernur Helmi Hasan Minta Hasil Penilaian Skor SPMB SMA/SMK Harus Terbuka

Gubernur Helmi menjelaskan, Pertamina sedang mempertimbangkan menjadikan Pelabuhan Linau di Kabupaten Kaur sebagai dermaga tempat sandarnya kapal Pertamina untuk proses pengiriman BBM ke Provinsi Bengkulu.

‘’Pertamina sudah merencanakan akan menggunakan Pelabuhan Linau sebagai alternatif, tapi saat ini Pertamina mencoba menyalurkan BBM menggunakan pipa di luar alur pelabuhan agar suplai BBM bisa dilakukan, kita telah menyatakan status darurat,’’ jelas Gubernur Helmi.

Gubernur Helmi juga mengungkapkan, rencana Pertamina untuk menyuplai BBM dari luar alur tanpa bersandar di pelabuhan menggunakan pipa sedang menunggu persetujuan Pertamina Pusat.
‘’Saya akan ke Pertamina pusat agar rencana menggunakan pipa dari luar alur bisa segera disetujui, karena kondisi Bengkulu sedang darurat. Bila dibiarkan lama maka kelangkaan BBM akan terjadi yang berakibat lumpuhnya aktivitas ekonomi di Bengkulu,’’ ungkap Gubernur Helmi.

Baca Juga  Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan Intruksikan BPKAD Segera Bayarkan Gaji Ke-13 ASN

Gubernur Helmi juga menjelaskan, pihaknya telah meminta kepada Kementerian Perhubungan agar pengelolaan alur diserahkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu agar persoalan pendangkalan alur bisa mendapat solusi terbaik.
‘’Kemarin pihak Pelindo telah melakukan pengerukan alur, namun saat ini alur kembali dangkal dan tidak bisa dilalui. Mari kita bersama-sama berdoa agar masalah alur ini bisa segera teratasi,’’ imbuh Gubernur Helmi.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kaur, Gusril Pausi menyatakan kesiapannya membantu Pertamina dan Pemprov Bengkulu, khususnya terkait distribusi BBM melalui Pelabuhan Linau.

‘’Pelabuhan Linau itu kewenangan pemerintah pusat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kami siap membantu bila dibutuhkan. Kami merasa senang bila Pelabuhan Linau dimaksimalkan,’’ kata Bupati Gusril.
Bupati Gusril menjelaskan, Pelabuhan Linau merupakan pelabuhan alam yang dimanfaatkan sejak zaman Belanda. ‘’Pelabuhan itu alami, tidak ada pendangkalan dan sudah digunakan sejak zaman Belanda,’’ jelas Bupati Gusril.

Baca Juga  Gusril Pausi Kembali Pimpin Golkar Kaur Masa Bakti 2026-2031

Terkait kerugian yang disebutkan Gubernur Bengkulu, pihak Pertamina Patra Niaga Sumbagsel angkat bicara. Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan pihaknya kini hanya fokus pada penyaluran dan distribusi BBM ke Bengkulu.

‘’Kami tidak bisa sampaikan hal tersebut (kerugian), saat ini kita sama-sama fokus upaya pemenuhan kebutuhan dan ketersediaan BBM di Bengkulu saja,’’ kata Tjahyo.(OIL)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!