CATATAN DEWA
BENGKULU kembali menjadi bahasan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Jika minggu lalu Bengkulu di-warning, kali ini Presiden memberi apresiasi.
“Dari seluruh provinsi, hanya Bengkulu kurva covidnya menurun,” ujar Presiden Jokowi saat Rakor Kepala Daerah dan Forkopimda se-Indonesia secara virtual.
Prestasi ini harus dipertahankan. Jangan lengah. Per hari ini, semua kecamatan di Kota Bengkulu masih kuning.
Angka BOR (bed occupancy ratio) masih di bawah rata-rata nasional 24 persen. Tingkat kesembuhan tinggi. Target, dari zona kuning ke hijau.
Namun, warga Kota harus hati-hati. Jangan seperti di Desa Tangsi Baru Kepahiang. Hampir satu desa terjangkit virus. Penyebabnya, cluster pernikahan.
Maka, harus waspada!
Pasca lebaran, biasanya banyak pesta pernikahan. Tetap patuhi protokol kesehatan. Ikuti arahan Satgas covid.
Jika lalai, lengah bukan tidak mungkin akan ada pelarangan hajatan. Karena itu, mari patuhi protokol kesehatan. Jumlah tamu undangan dibatasi. Semua pakai masker. Konsumsi nasi kotak.
Dan yang perlu diwaspadai adalah, jangan sampai varian baru covid B.1617.1 masuk Bengkulu.
Virus ini lebih sadis. Varian mutasi ganda yang penyebarannya sangat cepat. Dan menjadi VoI (varian of interest) WHO. Saat ini sudah masuk di Sumsel, tetangga kita.
Penulis Wakil Walikota Bengkulu Dr. Dedy Wahyudi, SE, MM, jurnalis senior Bengkulu yang akrab disapa Dewa (Dedy Wahyudi)







