BencoolenTimes.com – Wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dipilih langsung oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang digulirkan Presiden RI, Prabowo Subianto banyak menyita perhatian rakyat Indonesia. Salah satunya, Ketua DPD RI, Sultan Bactiar Najamuddin yang merespon baik atas wacana tersebut.
Sultan mengatakan bahwa, saat ini demokrasi di Indonesia cukup memakan biaya politik yang cukup mahal saat mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Baik itu dari biaya yang ditanggung negara dalam penyelenggaraannya maupun dari biaya calon kepala daerah itu sendiri.
”Saya secara pribadi sudah melakukan kajian dalam berbentuk buku Green Democracy dan berdiskusi langsung kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Dia bilang iya mahal sekali, ratusan triliun uang negara dari APBN dan APBD dan belum lagi uang yang keluar dari calon itu sendiri,” kata Sultan, Selasa, 17 Desember 2024 di Kota Bengkulu.
Sultan menilai, alangkah baiknya uang yang terpakai untuk penyelenggaraan Pilkada digunakan untuk program – program yang langsung menyentuh masyarakat. Seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, sekolah dan program yang memang dibutuhkan oleh masyarakat di daerah.
“Kalau demokrasi kita semakin baik dan efesien, maka uang negara yang ratusan triliun itu bisa digunakan untuk program yang memang dibutuhkan oleh masyarakat di daerah,” paparnya.
Dirinya sebagai bagian dari parlemen, mempunyai pandangan yang sama terhadap wacana yang digulirkan Presiden RI, Prabowo Subianto untuk secara bersama-sama membenahi demokrasi di Indonesia agar lebih berkualitas lagi ke depannya. ”Saya melihat Pak Prabowo ingin membenahi demokrasi secara cepat, sehingga dari negara berkembang bisa menjadi negara maju, maka ini saatnya, politik harus dibenahi,” imbuh Sultan.(JUL)



