Home BDTV Razia Protkes Petugas Dapati Pemuda Nyaris Adu Jotos, Diduga Oknum Aparat

Razia Protkes Petugas Dapati Pemuda Nyaris Adu Jotos, Diduga Oknum Aparat

BencoolenTimes.com, – Razia protokol kesehatan Covid-19 terus gencar dilaksanakan Satpol PP Kota Bengkulu untuk memutus penyebaran Covid-19 yang baru-baru ini kembali mengalami peningkatan di Provinsi Bengkulu.

Bahkan, Presiden RI Joko Widodo mengingatkan beberapa provinsi untuk berhati-hati dengan peningkatan Covid-19. Salah satunya Provinsi Bengkulu.

Bersama Anggota TNI dari Kodim 0407 Bengkulu dan Polri dari Polres Bengkulu, Satpol PP Kota Bengkulu kembali menggelar razia protokol kesehatan di Kota Bengkulu, Sabtu (1/5/2021) sekira pukul 23.30 WIB. 

Giat ini sekaligus mensosialisasikan surat edaran Walikota Bengkulu terkait batas waktu aktivitas hiburan malam hari di Kota Bengkulu yang dibatasi buka sampai pukul 24.00 WIB.

Pantauan di lapangan, razia diawali dari tempat kuliner dikawasan Sawah Lebar, disitu petugas mendapati sekelompok pemuda yang masih nongkrong lewat pukul 24.00 WIB. 

Petugas kemudian meminta para pemuda tersebut membubarkan diri dan mengimbau kepada pemilik tempat agar kedepan tidak lagi buka diatas pukul 24.00 WIB sesuai surat edaran Walikota dan pengunjung diwajibkan menggunakan masker dan jaga jarak.

Usai dari situ, petugas melanjutkan perjalannannya ke tempat biliar yang ada di Lingkar Barat Kota Bengkulu, yang masih beroperasi dan masih ramai pengunjung. 

Petugas kemudian menegaskan agar para pengunjung membubarkan diri dan meminta pemilik tempat untuk tutup dan tidak mengulagi lagi masih buka diatas pukul 24.00 WIB sesuai surat edaran Walikota.

Dari situ, petugas menyasar tempat kuliner yang ada di Pantai Panjang yang masih beroperasi lewa batas waktu yang ditentukan. Lalu petugas juga meminta pengunjung untuk membubarkan diri. 

Tak lama kemudian, terdengar suara keributan dari salah satu tempat angkringan di Pantai Pasir Putih tersebut, keributan terjadi antar pengunjung. 

Tampak sekelompok pemuda terlibat keributan dan adu mulut. Entah apa sebabnya keributan itu. Namun ada salah seorang yang terlibat keributan itu memecahkan botol yang diduga isinya adalah miras jenis Anggur Merah. Diduga keributan itu lantaran pengaruh minuman keras yang mereka konsumsi saat itu.

Petugas kepolisian yang ikut razia protkes malam itu langsung mencoba melerai. Awalnya keributan masih berlanjut. Pemuda yang ribut tersebut hingga nyaris adu jotos dengan orang yang terlibat keributan dengannya.

Berdasarkan informasi didapat di lapangan, pemuda yang terlibat keributan di saat petugas melaksanakan razia protokol kesehatan itu diduga adalah oknum aparat. Namun belum diketahui aparat dari istansi mana yang terlibat keributan. 

Pantauan saat itu, petugas kepolisian sempat alot melerai keributan, namun akhirnya keributan dapat dilerai dan mereka membubarkan diri masing-masing.

Setelah itu, petugas razia protkes melanjutkan tugas negaranya dengan menyasar salah satu hiburan malam Cafe Arwana di Pantai Panjang karena masih beroperasi, di situ petugas mendapati sejumlah pengunjung yang tidak memakai masker. 

Ironisnya para pengunjung tersebut juga tidak berjarak. Saat itu petugas membawa beberapa Kartu Tanda Penduduk (KTP) pengunjung yang tidak mengikuti protkes. 

Petugas juga mengingatkan dengan tegas kepada pemilik tempat usaha hiburan itu untuk tutup pada pukul 24.00 WIB dan menerapkan protokol kesehatan, mewajibkan pengunjungnya memakai masker dan jaga jarak.

Pantauan di lapangan, sejumlah hiburan malam di Pantai Panjang saat itu seperti Malibu, Casablanca, Rainbow, Melasiko, telah tutup dan sudah tidak beroperasi lagi di atas pukul 24.00 WIB.

Tim petugas gabungan kemudian melanjutkan ke biliar Starpool yang saat itu masih beroperasi dan masih ramai pengunjung. Para pengunjung kemudian diminta membubarkan diri dan pemilik usaha diminta patuhi surat edaran Walikota yakni beroperasi sampai batas waktu yang ditentukan.

Kasat Pol PP Kota Bengkulu Yurizal usai razia protkes mengatakan, peringatan yang disampaikan kepada hiburan yang masih buka di atas pukul 24.00 WIB adalah peringatan awal, apabila masih bandel maka pihaknya tak segan menindak tegas. 

“Ini merupakan peringatan awal dari kita, apabila nanti masih ditemukan, kita akan melakukan tindakan-tindakan lanjutan sesuai prosedur,” kata Yurizal. (Bay)

Simak liputannya di Kanal BDTV