23.7 C
New York
Friday, July 10, 2026

Buy now

spot_img

Realisasi PSR Tahun 2023 di Provinsi Bengkulu Mencapai 1.070 Hektare

BencoolenTimes.com – Realisasi program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) tahun 2023 di Provinsi Bengkulu, mencapai 1.070 hektare. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Muhammad Rizon melalui Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan, Bickman Panggarbessy.

Dikatakan Bickman, realisasi PSR atau replanting di Provinsi Bengkulu tahun 2023 yang mencapai 1.070 hektare tersebut, menyasar 5 kabupaten di Provinsi Bengkulu. Masing-masing rincian luas lahan PSR, Kabupaten Bengkulu Utara 79,7 hektare, Rejang Lebong 50,5 hektare, Mukomuko 760 hektare, Seluma 71,22 hektare dan Kabupaten Bengkulu Selatan mencapai 108,9 hektare.

Baca Juga  Ade Jona Prasetyo Ketua Umum BPP HIPMI, Yosia Yodan Ucapkan Selamat
Kepala Bidang Perkebunan Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, Bickman Panggarbessy.

‘’Tahun lalu PSR menyasar 5 kabupaten, namun dua kabupaten yang banyak lahan sawit rakyat, yaitu Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) dan Kabupaten Kaur belum ikut PSR. Jadi tahun ini, kita harapkan dua kabupaten tersebut, petani sawitnya bisa dapat program PSR juga,’’ sampai Bickman.

Dilanjutkan Bickman, tahun 2023, setidaknya tercatat ada 662 orang petani masuk data partisipasi petani sawit dalam program PSR. Dimana diketahui, Kabupaten Mukomuko menjadi yang terbanyak dengan jumlah peserta mencapai 477 orang petani sawit.

‘’Partisipasi petani sawit yang ikut PSR pada tahun 2023, tertinggi yaitu di daerah Mukomuko. Harapan kita, tahun ini bisa lebih banyak lagi petani yang menjadi sasaran program PSR di kabupaten,’’ lanjut Bickman.

Baca Juga  Hadir di Bengkulu, Loka Nara Jadi Ruang Aman dan Wadah Pemberdayaan Perempuan

Lebih jauh Bickman mengatakan, dengan adanya peningkatan partisipasi petani sawit tahun 2024 ini melalui program PSR, bisa menjadi kunci utama untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan sektor perkebunan sawit di Provinsi Bengkulu.

Serta melalui PSR, tambah Bickman, petani dapat mengakses bantuan dan dukungan teknis untuk mengganti tanaman sawit tidak produktif, menjadi lebih produktif dan berkualitas di kebun mereka. ‘’Dengan semakin tingginya jumlah petani sawit masuk dalam program PSR, diharapkan bisa semakin meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan sektor perkebunan sawit di Provinsi Bengkulu,’’ imbuh Bickman.(OIL/JRS)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!