BencoolenTimes.com, – Jevika salah satu Siswi SMKN 3 Kota Bengkulu tak diperbolehkan ikut ujian oleh pihak sekolah lantaran menunggak Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) ternyata penjual kue.
Hal ini terungkap saat siswi tersebut dikunjungi Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu Dediyanto di tempat kerjanya yakni di salah satu Toko Parfum di Kelurahan Semarang Kota Bengkulu, Kamis (2/12/2021) malam.
“Ujian di sekolah sudah selesai, ujiannya mulai hari Senin, 28 November 2021 kemarin. Enggak bisa ikut ujian karens belum membayar SPP,” kata Jevika.
Jevika mengaku, setiap pagi dirinya menjual kue dan sepulang sekolah ia bekerja di Toko Parfum di Kelurahan Semarang yang pulangnya hingga pukul 22.00 WIB. Hal itu dilakukan Jevi karena ingin membantu perekonomian orangtuanya.
“Kerja di toko habis pulang sekolah, kalau pagi jual kue, kalau gaji di Toko ini sekitar Rp 23 ribu, tergantung dengan sift,” ucap Jevika.
Menanggapi persoalan yang dihadapi Jevika, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Dediyanto menuturkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait permasalahan tersebut.
“Ini betul-betul kita minta tolong dengan para pemimpin yang bertanggungjawab terhadap pendidikan, kalau di SD, SMP domainnya di Kota Bengkulu, kalau SMA dan SMK provinsi, sengaja kita bertemu agar betul-betul memang ada, ada yang kayak gini (tidak bisa ikut ujian). Nah kita pengen pada jalan penyelesaian, penyelesaian. Ini yang terungkap, kebetulan adik ini berani mengungkapkan, ada yang enggak berani mengungkapkan akhirnya dia diam dan putus sekolah, bayangkan, karena dia rasakan sendiri,” ungkap Dediyanto.
Dediyanto mengungkapkan, sekolah merupakan tanggungjwab negara, sehingga jangan sampai ada anak yang putus sekolah karena persoalan SPP yang semestinya pihak pemerintah terkait bisa memberikan keringanan dan tidak terlalu membebani.
“Undang-undang 45 pasal 31 tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan dan pengajaran. Kemudian program wajib belajar 9 tahun. Jadi kita sedih, makanya dalam praktek begini, saya bilang tadi mungkin ada yang tidak nyaman biarkan saja, tapi niat kita luruskan, tidak hanya dia ini tapi yang lain juga terbantu dengan upaya-upaya kita,” jelas Dediyanto. (Bay)



