BencoolenTimes.com, – Ketua Fraksi PDIP Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu Edwar Samsi, angkat bicara mengenai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu menghibahkan jalan hibrida ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu karena alasan Pemprov Bengkulu minim anggaran. Edwar Samsi menyebut, hal tersebut memalukan jika sampai terjadi.
“Itu memalukan namanya, kenapa saya sampaikan seperti itu, karena itu sama saja mengakui bahwa Pemprov tidak mampu membangun jalan tersebut,” jelas Edwar Samsi, saat diwawancarai di Kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Senin (29/8/2022).
Seharusnya, lanjut Edwar Samsi, jalan tersebut jangan sampai dihibahkan ke Pemkot untuk perbaikannya, namun Pemprov harus mencari solusi agar jalan dapat dibangun.
“Mohon maaf, saya tidak perlu menyebutkan, kita bisa menghibahkan uang miliaran rupiah ke salah satu istansi lah, tetapi mengorbankan jalan yang dibutuhkan masyarakat. Nah artinya dana itu ada untuk membangun itu. Kalau saya surat itu (surat permohonan hibah) tidak saya tanggapi, tetapi berupaya keras supaya itu dibangun,” terang Edwar Samsi.
Edwar Samsi menyebut, Pemprov Bengkulu mempunai Dinas teknis yakni PUPR. Selain itu juga ada mitra pemerintah pusat yakni Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN).
“Panggil mereka, ajak koordinasi bahwa ini mendesak, Gunernur tidak mungkin tidak bisa melakukan itu. Inikan tergantung pendekatan kalau sekarang. Kalau saya malu itu dihibahkan karena tidak bisa membangun. Kecuali hibah bukan karena dasar jalan itu jelek dihibahkan ke Kota tidak masalah. Inikan permasalahnnya, Walikota menyurati karena tidak kunjung dibangun, itu masalahnya,” ungkap Edwar Samsi.
Edwar Samsi menuturkan, meskipun jalan itu dihibahkan ke Pemkot Bengkulu, tak lantas Pemkot langsung bisa membangun, pasti akan dilaksanakan pada tahun 2023.
“Artinya, kalau targetnya harus 2023, anggaran APBD Provinsi Bengkulu ini mampu. Tetapi Gubernur harus tegas, sebelum jalan lain dibangun, jalan di Kota harus dibangun terlebihdahulu,” demikian Edwar Samsi. (Bay)



