33.5 C
New York
Saturday, June 13, 2026

Buy now

spot_img

Soal Laporan Polisi Guru Tampar Murid, DPRD Soroti Kinerja Kadis Pendidikan Kota

BencoolenTimes.com, – Anggota Komisi II DPRD Kota Bengkulu Teuku Zulkarnain angkat bicara mengenai wali murid SDN 88 Kota Bengkulu yang melaporkan salah satu guru di SDN tersebut atas dugaan tindakan kekerasan yang mencuat baru-baru ini.

Menyikapi adanya dugaan kekerasan yang dialami siswa itu, Teuku menyoroti kinerja Kepala Dinas Pendidikan Kota Bengkulu. Menurut Teuku, Dinas Pendidikan sifatnya adalah pembinan, dan setiap sekolah ada pengawas sekolah, yang ditunjuk Dinas Pendidikan.

“Seharusnya, Dinas Pendidikan mengantisipasi hal-hal seperti kekerasan terhadap siswa. Memberikan pembinaan terhadap guru-guru, para Kepala Sekolah, itu adalah tugas Dinas Pendidikan,” kata Teuku, Jumat (8/7/2022).

Teuku mengaku menyoroti dugaan kekerasan yang terjadi di sekolah tersebut dan kinerja Kepala Dinas Pendidikan Kota Bengkulu yang menurutnya kurang dalam hal pengawasan maupun pembinaan baik kepada siswa, guru maupun Kepala Sekolah.

“Kepala Dinasnya sendiri belum ada melakukan kerja seperti kunjungan-kunjungan ke sekolah  secara rutin, melakukan pembinaan, memimpin apel disekolah, dalam upacara misalnya, menyampaikan pesan-pesan yang sifatnya mendidik, memberikan arahan pada siswa dan guru misalnya,” jelas Teuku.

Melalui pembinaan dan pengarahan yang sifatnya mendidik, lanjut Teuku, akan mencegah kejadian seperti dugaan kekerasan di lingkungan sekolah, yang diduga dilakukan guru terhadap murid.

“Jangan kemudian, setelah kejadian kita sibuk. Jadi Kepala Dinas itu kerjanya tidak mengurus proyek saja, yang utamanya melakukan pembinaan agar sekolah-sekolah ini bagus,” demikian Teuku.

Diberitakan sebelumnya, R (42), warga Muara Bangkahulu Kota Bengkulu melaporkan salah satu guru SDN 88 Kota Bengkulu ke Polres Bengkulu, Kamis (7/7/2022).

R melaporkan dugaan kekerasan terhadap anaknya berumur 9 tahun dan duduk dibangku kelas 3 SDN 88 yang diduga dilakukan oleh guru inisial MU.

Menurut keterangan R, anaknya ditampar gurunya. Kejadian tersebut terjadi pada 6 Juni 2022 lalu.

“Anak saya itu sedang main dengan teman-temannya di kelas. Masuk bapak (guru) itu langsung menepuk telinga kiri dia,” kata R.

Akibatnya, sambung Rudi, anaknya mengalami sakit di bagian telinga sebelah kiri dan berdenging.

“Saya tidak terima dan guru tersebut sudah saya laporkan ke Polres,” kata dia. (Bay / Adv)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!