Sudah Berjuang, Tim Voli Kalah Sebelum Bertanding

Pertandingan Uji Coba, Tim Voli Bengkulu dengan Tim PON.

BencoolenTimes.com, – Ibarat pepatah, gagal sebelum bertanding. Itulah yang dialami tim Voli Putri Bengkulu, karena tak diberangkatkan oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersya ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Pelatih Voli Putri Bengkulu, Buyung mengatakan, awalnya Tim Voli Putri berlaga di Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) di Bengkulu, atas kerja keras dan semangat para atlet, tim voli putri Bengkulu berhasil meraih medali emas.

“Sebagai ajang tiket untuk bisa bermain di PON Papua, dengan semangat tim bola voli putri Bengkulu mendapatkan medali emas, hanya medali emas yang dapat tiket ke PON,” kata Buyung, Sabtu (17/9/2021).

Buyung melanjutkan, sejak mendapatkan medali emas, tim bola voli putri latihan terus hingga bulan Agustus 2021, dengan harapan di PON bisa meraih medali, karena persaingan cukup ketat. Plt KONI yang di tunjuk oleh KONI Pusat dengan misi  membawa semua tim cabang olahraga PON disetujui dan didukung menjabat sebagai Plt, KONI.

“Dalam Rakerda KONI tahun 2021 dengan tetap menyuarakan cabang olahraga berangkat ke PON termasuk cabor bola voli,” tutur Buyung.

Buyung mengungkapkan, saat itu KONI juga telah membagikan kaos olahraga kepada kepada tim bola voli untuk latihan dan honor atlet serta pelatih hanya 4 bulan, yang tidak sebanding dengan jerih payah pelatih dan atlet yang sudah latihan lebih dari 1 tahun. Lalu Tim voli putri juga di ajak latih tanding oleh tim PON voli putri dari tim Jakarta, Jabar dan Papua dengan hasil yang cukup bagus.

“Pada bulan Agustus diajak lagi latih tanding dengan tim POM bola voli putri dari Jabar, Jatim, DKI dan Jateng. Di tingkat nasional bola voli putri Bengkulu di perhitungkan karena mendapatkan medali emas di Porwil, ada julukan kekuatan baru di Sumatera voli putri Bengkulu,” ungkap Buyung.

Pada Bulan Agustus, sambung Buyung, para atlet terkejut saat melihat berita bahwa tim cabor beregu tidak diberangkatkan dengan alasan tidak jelas. Kemudian beredar kabar bahwa yang diberangkatkan calon peraih medali. Menurut Buyung pernyataannya itu tidak relevan, karena semua cabor yang berangkat berpeluang meraih medali.

“Lihat saja di daerah lain, semua Cabor diberangkatkan walaupun peraih medali perak di Porwil. Kabar lagi masalah pandemi dan keamanan. Itu alasan yang dicari-cari pemerintah. Sedangkan untuk Covid sudah ada 2 Rumah Sakit disiapkan untuk peserta PON dan atlet putri Bengkulu sudah vaksin, apalagi soal keamanan di Papua yang sudah dijamin Pemerintah,” beber Buyung.

Buyung memberi ungkapan mehohok soal gagalnya tim voli Berangkat ke PON, karena menurutnya tidak ada alasan yang jelas dari Plt KONI dan KONI hanya berlindung dengan jawaban apa kata Gubernur. Padahal dalam aturan, KONI yang berhak memberangkatkan semua cabor ke PON.

“Ada yang bilang anggaran, mestinya anggaran PON Papua sudah otomatis dianggarkan pada tahun 2021 dan itu sudah bisa dihitung terukur dengan lokasi tempat di Papua. Kasus hukum yang menimpa mantan ketua  KONI itu anggaran 2020 bukan 2021,” tegas Buyung.

Buyung menerangkan, dampak dari tidak ikut sertanya tim voli Putri ke PON Papua, maka akan disanksi PBVSI selama 8 tahun tidak boleh ikut tanding event nasional termasuk yang bersifat nasional.

“Kalau di jatuhkan sanksi akan berdampak buruk bagi atlet bola voli di Bengkulu dari sisi pembinaan dan prestasi atlit di provinsi Bengkulu. Voli banyak diminati dari pelosok Desa sampai Kabupaten. Dalam sejarah, baru kali ini Provinsi Bengkulu masuk di PON, sayangnya digagalkan oleh pejabat daerah dan Plt KONI dan itu dibatalkan pada saat menjelang 1 bulan sebelum keberangkatan dan sudah terdaftar termasuk pemain dalam KONI pusat pertandingan sudah terjadwal skema pertandingannya,” terang Buyung.

Buyung menambahkan, tidak diberangkatkannya Voli Bengkulu adalah sejarah yang tidak baik bagi PBVSI dan atlet bola voli.

“Termasuk sudah masuk catatan KONI pusat tidak baik begitu juga PBVSI Pusat. Termasuk juga disayangkan oleh daerah lain yang ingin voli ikut serta dalam PON, kenapa tidak dari tahun 2020, sehingga memberikan kesempatan daerah lain ikut PON pada cabang voli,” demikian Buyung. (Bay)