29 C
New York
Sunday, June 14, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog

Pemprov Bengkulu Ringankan Beban Korban Kebakaran

Pemprov Bengkulu Ringankan
Keterangan: Sekertaris Daerah Herwan Antoni didampingi Ketua BAZNAS Provinsi Bengkulu, Romli menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran

BencoolenTimes.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu (Pemprov) kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah. Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, bersama Ketua BAZNAS Provinsi Bengkulu, Romli, menyerahkan bantuan berupa sembako dan uang tunai kepada korban kebakaran, Jumat, 12 Juni 2026.

Bantuan tersebut diberikan kepada Refani, warga Jalan Flamboyan I RT 02, Kelurahan Kebun Kenanga, Kota Bengkulu, yang rumahnya hangus terbakar pada Selasa (9/6) sekitar pukul 14.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah dan kursi bekas di area sebelah rumah korban. Api kemudian dengan cepat membesar dan melalap seluruh bangunan rumah, sehingga korban mengalami kerugian yang cukup besar.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu hadir di tengah masyarakat, terutama saat warga menghadapi musibah dan membutuhkan uluran tangan.

”Atas nama Pemerintah Provinsi Bengkulu, kami turut prihatin atas musibah yang dialami saudara Refani dan keluarga. Bantuan ini memang tidak dapat menggantikan seluruh kerugian yang dialami, namun kami berharap dapat meringankan beban dan menjadi bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” ujar Herwan Antoni.

Ia menegaskan bahwa Gubernur dan jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu terus berupaya memastikan masyarakat yang terdampak bencana maupun musibah sosial mendapatkan perhatian dan bantuan yang cepat.

”Pemprov Bengkulu akan selalu hadir untuk rakyat. Ketika masyarakat mengalami kesulitan, pemerintah tidak boleh tinggal diam. Kehadiran kami hari ini adalah bentuk nyata bahwa pemerintah bersama masyarakat dalam setiap kondisi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Bengkulu Romli mengatakan bantuan yang diberikan merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam upaya membantu masyarakat yang membutuhkan.

”Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk kebutuhan mendesak keluarga korban. Semoga keluarga yang tertimpa musibah diberikan ketabahan dan kekuatan untuk bangkit kembali,” kata Romli.

Kehadiran jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu dan BAZNAS disambut haru oleh keluarga korban. Mereka menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan, yang dinilai sangat membantu di tengah kondisi sulit pasca kebakaran.

Melalui langkah cepat tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membantu warga yang sedang menghadapi musibah. (JUL/RMC)

Hotel Mercure Bengkulu Buka Pemesanan Tumpeng Nusantara dan Free Antar Radius 5 KM 

Hotel Mercure Bengkulu Buka
Keterangan: Gambar ilustrasi Tumpeng Nusantara

BencoolenTimes.com – Mercure Hotel Bengkulu kembali menghadirkan inovasi layanan kuliner yang memudahkan masyarakat dalam menyelenggarakan berbagai acara penting. Melalui program Tumpeng Nusantara, hotel berbintang yang berada di bawah jaringan Accor ini menawarkan sajian tumpeng lengkap dengan cita rasa autentik Indonesia, mulai dari harga Rp350.000 net serta fasilitas gratis pengantaran dalam radius 5 kilometer.

‎‎Layanan ini ditujukan untuk berbagai kebutuhan acara, mulai dari syukuran keluarga, ulang tahun, peresmian kantor, hingga perayaan pencapaian penting lainnya. Dengan tampilan yang menarik dan pilihan lauk khas Nusantara yang beragam, Tumpeng Nusantara diharapkan mampu memberikan kesan istimewa dalam setiap momen kebersamaan.

‎‎Marketing Communication Manager Mercure Hotel Bengkulu, Putri Cempaka Sari, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen hotel dalam menghadirkan pengalaman kuliner berkualitas yang mudah diakses oleh masyarakat.

‎”Tumpeng merupakan simbol rasa syukur dan kebersamaan yang sudah menjadi bagian dari budaya Indonesia. Melalui Tumpeng Nusantara, kami ingin membantu masyarakat menghadirkan momen spesial yang lebih berkesan dengan sajian berkualitas hotel, tampilan yang elegan, serta cita rasa yang autentik,” ujar Putri Cempaka Sari, di Mercure Hotel Bengkulu, Jumat, 12 Juni 2026.

‎‎‎Menurutnya, setiap paket Tumpeng Nusantara disiapkan oleh tim kuliner profesional Mercure Hotel Bengkulu dengan memperhatikan kualitas bahan, kebersihan, dan cita rasa yang konsisten.

‎”Kami tidak hanya menawarkan makanan, tetapi juga pengalaman. Pelanggan dapat menikmati tumpeng dengan aneka lauk pilihan yang ditata secara menarik, sehingga cocok untuk berbagai acara formal maupun nonformal. Ditambah lagi, kami memberikan layanan pengantaran gratis dalam radius 5 kilometer untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan,” tambahnya.

‎Putri menjelaskan bahwa tingginya minat masyarakat terhadap sajian tradisional menjadi salah satu alasan Mercure Hotel Bengkulu menghadirkan program ini. Selain mempertahankan kekayaan kuliner Nusantara, hotel juga ingin memberikan alternatif praktis bagi pelanggan yang ingin menyelenggarakan acara tanpa repot menyiapkan konsumsi sendiri.

‎Dengan harga yang kompetitif dan kualitas yang terjamin, Tumpeng Nusantara Mercure Hotel Bengkulu menjadi pilihan tepat bagi masyarakat yang menginginkan sajian istimewa untuk berbagai perayaan.

‎‎Masyarakat yang ingin melakukan pemesanan dapat menghubungi tim Mercure Hotel Bengkulu melalui layanan reservasi yang tersedia. Kehadiran Tumpeng Nusantara diharapkan mampu menambah semarak setiap acara sekaligus menghadirkan kehangatan kebersamaan dalam balutan cita rasa khas Indonesia.

‎”Rayakan setiap momen spesial dengan Tumpeng Nusantara dari Mercure Hotel Bengkulu, karena kebersamaan terbaik selalu dimulai dari hidangan yang istimewa,” tutup Putri Cempaka Sari. (JUL)

Sambut HUT 80 Polri, Ditreskrimsus Polda Bengkulu Gelar Bakti Sosial

Sambut HUT 80 Polri
Keterangan: Ditreskrimsus Polda Bengkulu salurkan paket sembako bagi masyarakat kurang mampu

BencoolenTimes.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bengkulu menyalurkan ratusan paket sembako ke warga kurang mampu. Kegiatan bakti sosial (Baksos) ini merupakan rangkaian Polda Bengkulu dalam memeriahkan dan menyambut hari jadi Polri pada tanggal 1 Juli 2026 yang ke 80 tahun.

Diungkapkan Direktur Ditreskrimsus Polda Bengkulu, Kombespol. Aris Tri Yunarko melalui Kasubdit Tipidkor, Kompol Muhammad Syahir Fuad Rangkuti kegiatan bakti sosial ini rutin dilaksanakan Ditreskrimsus Polda Bengkulu, baik dalam momen kelembagaan seperti peringatan hari jadi Polri maupun Hari jadi Reserse, bahkan dalam momen momen tertentu pun tetap dilakukan.

”Bukan hanya pada kegiatan HUT Polri saja dilaksanakan bakti sosial, namun pada momen-momen tertentu pun kami terus melaksanakan kegiatan bakti sosial dalam rangka menebar kebaikan di tengah masyarakat,” kata Syahir Fuad.

Setiap tahun kegiatan yang sama pun dilaksanakan lanjut lulusan Akpol 2009 ini, tahun ini sedikit berbeda karena penyaluran bantuan langsung menyasar pada penerima manfaat dengan mendatangi rumah, dan tempat dimana masyarakat kurang mampu berada.

”Bakti sosial peringatan ke 80 tahun Polri ini, melibatkan seluruh personil Ditreskrimsus yang ikut langsung menyalurkan bantuan,” sambung Syahir Fuad.

Kebahagian terpancar dari Wardiman salah satu pekerja serabutan yang mendapatkan paket sembako mengatakan, kegiatan sosial oleh Polda ini sangat membantu mereka terlebih dengan kondisi ekonomi yang saat ini sedang bergejolak sehingga berpengaruh pada pendapatan mereka terlebih dengan pendapatan penghasilan hari ke hari tidak menentu.

”Terima kasih untuk polisi, bantuan sembako ini bisa langsung dapat dimanfaatkan oleh kami. Dan semoga kebaikan seperti ini terus dilakukan agar dapat terus hadir bagi kami masyarakat kecil,” ujarnya.

Rencananya kegiatan bakti sosial dengan pemberian bahan pokok ini terus akan dilaksanakan setiap pekan hingga nanti puncak peringatan HUT Polri ke 80 pada 1 Juli 2026. Dan diharapkan penyaluran bantuan ini dapat membantu masyarakat Bengkulu khususnya dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok yang melambung tinggi. (JUL/RLS)

Generasi yang Lahir di Ambang Kematian Demokrasi: Menggugat Generasi yang Membunuh Demokrasi

Generasi yang Lahir
Keterangan: Gubernur BEM FH UNIB, Bdikar Anumtiko

Oleh: Bdikar Anumtiko (Gubernur BEM FH UNIB)

BencoolenTimes.com – Sejarah kepemimpinan Indonesia tidak pernah lepas dari gerakan kepemudaan. Pada masa Orde Lama, tekanan politik melahirkan gerakan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI). Mereka menyuarakan Tri Tuntutan Rakyat (TRITURA): bubarkan PKI, rombak Kabinet Dwikora, dan turunkan harga barang. Tuntutan ini menjadi awal runtuhnya Orde Lama. Kekuasaan pun beralih dari Presiden Soekarno ke Soeharto.

Namun, pergantian rezim itu justru melahirkan otoritarianisme baru. Kondisi ini memicu gerakan mahasiswa yang jauh lebih besar untuk menjaga demokrasi. Puncaknya dikenal sebagai Reformasi 1998. Gerakan ini berhasil memaksa Presiden Soeharto mundur dari kekuasaan. Sebagian tuntutan memang belum tercapai. Meski begitu, runtuhnya Orde Baru menandai lahirnya era transisi demokrasi di Indonesia.

Awal era Reformasi ditandai amandemen UUD 1945 yang memperkuat sistem konstitusi. Inilah kemenangan penting generasi saat itu dalam mengokohkan pilar demokrasi. Hasil amandemen tersebut kini menjadi cetak biru sekaligus tolok ukur bagi gerakan mahasiswa masa kini.

Sayangnya, situasi politik pasca-Pemilu menimbulkan polemik baru. Pemilu itu dimenangkan pasangan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Kepemimpinan ini semula diharapkan membawa stabilitas. Sebagian kalangan justru menilai sebaliknya. Mereka melihat institusi negara melemah dan demokrasi yang dicita-citakan sejak 1998 kini terancam. Ironisnya, generasi yang dahulu memimpin lahirnya Reformasi kini dianggap ikut melumpuhkan demokrasi itu sendiri.

Pemerintah hari ini tidak sekadar abai. Mereka justru melakukan sabotase sistemis terhadap hajat hidup rakyat lewat kebijakan yang lacur. Korupsi, kolusi, dan nepotisme kembali mencengkeram institusi negara. Praktik ini mengkhianati semangat Reformasi sampai ke akarnya. Rezim ini sadar sedang mereplikasi tirani lama yang dulu ditumbangkan oleh darah para pendahulu kita. Ini bukan lagi kemunduran. Ini pengkhianatan terbuka terhadap sejarah.

Tuduhan ini bukan tuduhan kosong. Bukti pertama ada di dapur rakyat. Nilai tukar rupiah terus melemah. Harga bahan bakar minyak naik di saat daya beli menipis. Pada waktu yang sama, pemerintah memaksakan program ambisius seperti Makan Bergizi Gratis yang menggerus Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Program yang dijual sebagai solusi gizi rakyat itu malah menjelma ladang korupsi baru. Pejabat di badan pelaksananya terseret menjadi tersangka. Inilah wajah pengelolaan negara yang menaruh ambisi politik di atas perut rakyat.

Bukti kedua jauh lebih berbahaya karena menyerang jantung konstitusi. Pada 20 Maret 2025, DPR mengesahkan revisi Undang-Undang TNI. Aturan baru ini membuka pintu bagi prajurit aktif untuk menduduki jabatan sipil. Akademisi dan organisasi masyarakat sipil menyebutnya dwifungsi gaya baru. Ini bukan kekhawatiran yang dibesar-besarkan. Ini pembalikan arah dari salah satu agenda inti Reformasi 1998, yaitu penghapusan dwifungsi ABRI dan penegakan supremasi sipil. Ketika garis antara fungsi militer dan urusan sipil sengaja dikaburkan, demokrasi konstitusional kehilangan fondasinya. Di sinilah alat pertahanan negara perlahan berubah menjadi alat kuasa atas warga.

Pola ini bukan kebetulan. Ilmu politik menamainya kemunduran demokrasi atau democratic backsliding. Demokrasi modern jarang mati lewat kudeta militer dalam satu malam. Ia mati perlahan di tangan penguasa yang justru lahir dari pemilu. Mereka merebut kekuasaan secara sah, lalu menggerogoti satu per satu pagar pembatasnya: independensi lembaga negara, kebebasan sipil, dan kontrol sipil atas militer. Levitsky dan Ziblatt menyebut proses ini sebagai matinya demokrasi dari dalam. Indonesia sedang menapaki jalan yang sama. Kemenangan di kotak suara dipakai untuk memusatkan kuasa, bukan untuk menunaikan mandat rakyat.

Maka tuntutan kami sederhana dan terukur. Hentikan pemborosan anggaran atas nama program populis. Turunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar. Tarik militer dari ruang sipil dan kembalikan supremasi sipil sesuai amanat Reformasi. Tegakkan kembali pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu. Ini bukan tuntutan yang utopis. Ini hanya menagih janji konstitusi yang sudah disepakati sejak 1998.

Kaum muda tidak boleh memandang situasi ini sebagai tontonan belaka. Apa yang terjadi adalah pengkhianatan terhadap nilai-nilai kebangsaan. Keadaan ini menuntut kita menghidupkan kembali demokrasi yang kini mati suri. Gerakan mahasiswa sudah menjawab panggilan itu. Pada 12 Juni 2026, ribuan mahasiswa dari berbagai kampus turun ke jalan. Mereka menolak kebijakan ekonomi yang menyengsarakan, menggugat pemborosan anggaran negara, dan menuntut penghentian militerisme di ruang sipil. Aksi-aksi ini adalah bukti nyata. Generasi muda kembali berjuang mempertahankan sisa-sisa demokrasi yang dulu direbut dengan darah dan air mata para pendahulu. Sejarah sedang mencatat di pihak mana kita berdiri.

PKB Kabupaten Seluma Berbenah, Mulyadi Usung Misi Dekat dengan Rakyat

PKB Kabupaten Seluma
UCAPAN: DPW PKB Provinsi Bengkulu beserta Ketua DPC se-Provinsi Bengkulu menyampaikan ucapan selamat kepada Mulyadi sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Seluma.

BencoolenTimes.com – PKB Kabupaten Seluma saat ini sedang berbenah dengan terpilihnya Anggota DPRD Seluma, Mulyadi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Seluma.

PKB Kabupaten Seluma menaruh harapan besar kepada Mulyadi dalam upaya memperkuat basis politik dan memperluas dukungan masyarakat menjelang kontestasi politik mendatang.

Mulyadi mengaku bersyukur atas amanah yang diberikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB. Ia menegaskan, kepemimpinannya tidak hanya berorientasi pada penguatan partai, tetapi juga memastikan PKB hadir sebagai wadah perjuangan aspirasi masyarakat.

‘’Alhamdulillah, amanah ini akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab. Fokus kami adalah membawa perubahan serta memperjuangkan aspirasi masyarakat Kabupaten Seluma,’’ sampai Mulyadi.

Sebagai langkah awal, pihaknya segera menyusun struktur kepengurusan DPC PKB Seluma agar roda organisasi dapat berjalan lebih maksimal hingga ke tingkat akar rumput.

Meski saat ini PKB hanya memiliki dua kursi di DPRD Seluma, Mulyadi menilai kondisi tersebut bukan hambatan. Sebaliknya, hal itu menjadi pemacu semangat bagi seluruh kader untuk lebih dekat dengan masyarakat dan meningkatkan kerja-kerja politik yang berdampak langsung bagi rakyat.

‘’PKB harus hadir di tengah masyarakat. Kami ingin membuktikan bahwa partai tidak hanya muncul saat pemilu, tetapi terus bersama rakyat dalam berbagai kondisi,’’ tegas Mulyadi.

Dengan kepengurusan baru yang akan dibentuk, PKB Seluma memasang target besar pada Pemilu mendatang. Partai tersebut menargetkan seluruh daerah pemilihan (dapil) memiliki keterwakilan kader di legislatif, sekaligus meningkatkan perolehan kursi secara signifikan.

‘’Insyaallah, seluruh dapil akan terisi kader PKB. Kami optimistis dengan kerja keras dan dukungan masyarakat, PKB bisa menjadi salah satu partai pemenang di Kabupaten Seluma pada pemilu mendatang,’’ imbuh Mulyadi.(RSL)

Video Dugaan Bullying Pelajar Seluma Viral

Video Dugaan Bullying
VIRAL: Video dugaan Bullying pelajar salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Seluma viral di Media Sosial sejak Jumat Pagi, 12 Juni 2026.

BencoolenTimes.com – Video dugaan Bullying pelajar salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Seluma viral di Media Sosial sejak Jumat Pagi, 12 Juni 2026.

Video dugaan Bullying pelajar SMP di Kabupaten Seluma, hebohkan jaga Medsos dengan durasi 19 detik dan pertama kali diunggah melalui akun Medsos Facebook (FB) Sopian Efendi sekitar pukul 07.30 WIB.

Video yang menghebohkan jagad maya Kabupaten Seluma tersebut, langsung dengan cepat menyebar luas melalui berbagai platfon Medsos lainnya dan mendapatkan beragam komentar dari warganet.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat dua siswi mengenakan seragam olahraga terlibat cekcok yang berujung aksi fisik. Salah seorang siswi yang memiliki postur tubuh lebih besar tampak memukul serta menarik rambut siswi lainnya.

Korban terlihat tidak memberikan perlawanan berarti saat kejadian berlangsung. Peristiwa tersebut juga disaksikan sejumlah pelajar lain yang berada di lokasi.

Namun dalam video yang beredar, tidak tampak adanya upaya dari para saksi untuk melerai ataupun menghentikan aksi tersebut. Informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan, kejadian itu diduga melibatkan siswi salah satu SMP Negeri di Kabupaten Seluma.

Lokasi kejadian tersebut diduga berada di area kebun kelapa sawit wilayah Desa Air Teras, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma. Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang memastikan identitas para pelajar maupun waktu pasti kejadian tersebut.

Viralnya video itu memicu keprihatinan masyarakat. Banyak warganet meminta pihak sekolah dan instansi terkait segera melakukan penelusuran serta mengambil langkah tegas apabila dugaan perundungan tersebut terbukti benar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Seluma, Munarwan Safu’i, belum berhasil dikonfirmasi. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp hingga Jumat siang belum mendapat respons.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma terkait kebenaran video tersebut serta tindak lanjut yang akan dilakukan.(RSL)

Diduga Rem Blong, Truck Kopi Terjun ke Sungai

Diduga Rem Blong
TERJUN: Diduga rem blong, truck kopi milik warga Kabupaten Rejang Lebong, terjun ke Sungai di Desa Kepala Curup, Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, pada Jumat Pagi, 12 Juni 2026 sekitar pukul 11.00 WIB.

BencoolenTimes.com – Diduga rem blong, truck kopi milik warga Kabupaten Rejang Lebong, terjun ke Sungai di Desa Kepala Curup, Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, pada Jumat Pagi, 12 Juni 2026 sekitar pukul 11.00 WIB.

Diduga rem blong, truck kopi milik warga Kabupaten Rejang Lebong yang dikendarai Sopian (56) warga Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Curup Timur, terjun ke sungai yang mengakibatkan sopir beserta penumpang mengalami luka ringan.

Dijelaskan Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Rejang Lebong, AKP M. Hasan Basri, dari keterangan sopir, truk yang mengangkut kopi untuk di bawa ke Jakarta. ‘’Kecelakaan yang terjadi adalah kecelakaan tunggal, saat truk dalam perjalan menuju Jakarta diduga alami rem blong,’’ terang Kasi Humas.

Dilanjutkan Kasi Humas, pengendara truk menyadari kondisi mobil alami rem blong saat memasuki Desa Kepala Curup. Hingga akhirnya kendaraan tidak mampu dikendalikan hingga akhirnya terjun ke sungai.

Untung saja, dalam kejadian tersebut, sopir maupun penumpang tidak mengalami luka serius, melainkan hanya mengalami luka ringan dan sudah di evakuasi ke rumah warga sekitar lokasi kejadian.

Ditambahkan Kasi Humas, untuk evakuasi kendaraan yang terjun ke sungai, masih menunggu konfirmasi dari pemilik kopi yang dimuat di dalam bak truk.

‘’Untuk korban, hasil pengecekan hanya mengalami luka ringan. Sedangkan untuk proses evakuasi truk, masih menunggu koordinasi dari pihak pemilik kopi,’’ demikian Kasi Humas.(OIL)

Pemkot Bengkulu Dukung Sensus Ekonomi 2026

Pemkot Bengkulu Dukung
Keterangan: Pelatihan Petugas Lapangan Sensus Ekonomi 2026 Gelombang III

BencoolenTimes.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan Laporan Penyelenggaraan Pelatihan Petugas Lapangan Sensus Ekonomi 2026 Gelombang III yang digelar BPS Kota Bengkulu, Rabu, 10 Juni 2026.

Sebanyak 270 peserta mengikuti pelatihan yang dibagi dalam 3 gelombang. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala BPS Kota Bengkulu, Iin Inayati, Asisten I Setda Kota Bengkulu Alex Periansyah yang mewakili Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Medy Pebriansyah, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bengkulu Nurlia Dewi.

Dalam laporannya, BPS Kota Bengkulu menyampaikan bahwa pelatihan tersebut bertujuan membekali petugas dengan pemahaman konseptual dan teknis yang komprehensif terkait pelaksanaan sensus.

Selain itu, pelatihan juga menjadi forum diskusi yang aktif dan konstruktif serta sarana untuk menyamakan persepsi seluruh petugas agar data yang dikumpulkan nantinya akurat, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pelatihan dilaksanakan secara daring dan luring. Pembelajaran daring dilakukan melalui Aplikasi Pusdiklat BPS, sedangkan pelatihan luring dilaksanakan secara tatap muka selama tiga hari efektif di Two K Azana Style Hotel Bengkulu.

Sebanyak 102 peserta di gelombang III mengikuti pelatihan tersebut dan dibagi ke dalam empat kelas. Untuk mengukur tingkat pemahaman peserta, BPS juga melaksanakan evaluasi berupa pre-test dan post-test, serta ujian pendalaman materi.

Asisten I Kota Bengkulu Alex Periansyah saat membacakan sambutan Pj Sekda Medy Pebriansyah mengatakan bahwa tugas petugas sensus merupakan tugas yang sangat penting dan mulia karena data yang mereka kumpulkan akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan.

”Dari tangan saudara-saudara, data sosial ekonomi keluarga dan data usaha dari berbagai sektor ekonomi akan dikumpulkan, diolah, direkapitulasi, dan dianalisis sehingga menjadi acuan dalam melihat perkembangan ekonomi daerah maupun nasional,” ujar Alex.

Menurutnya, data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi landasan bagi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam menyusun perencanaan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran, memetakan potensi investasi, serta merumuskan kebijakan yang mampu mendukung iklim investasi.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bengkulu siap mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Bahkan, Wali Kota Bengkulu telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari camat dan lurah hingga pelaku usaha, untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan sensus.

Selain itu, dukungan juga datang dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mulai dari Kepolisian, Kejaksaan, Kodim, hingga kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu.

”Pemerintah daerah juga telah memfasilitasi berbagai kegiatan sensus ekonomi mulai dari publisitas, sosialisasi hingga kegiatan Pengisian Bareng (NGIBAR) bersama pelaku usaha yang melakukan pengisian SE 2026 secara mandiri. Ini menunjukkan bahwa kesuksesan Sensus Ekonomi bukan hanya tanggung jawab BPS, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Alex menjelaskan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik yang mewajibkan BPS melaksanakan sensus ekonomi setiap sepuluh tahun sekali.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki peran yang sangat strategis karena data yang dihasilkan menjadi fondasi utama dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga pengendalian pembangunan ekonomi. Selain itu, sensus juga akan menyediakan data dasar seluruh unit usaha serta data sosial ekonomi keluarga yang memperkuat integrasi basis data ekonomi dan sosial secara nasional.

Pada kesempatan itu, Alex juga berpesan kepada seluruh petugas lapangan agar selalu menjaga etika dan kesopanan saat melakukan pendataan di masyarakat.

”Saya melihat sebagian besar petugas sensus masih muda-muda dan berasal dari berbagai daerah. Karena itu, saat berkunjung ke rumah-rumah responden, jagalah kesopanan dan hormati adat istiadat setempat agar dapat diterima dengan baik,” pesannya.

Ia mengingatkan agar petugas tidak membawa kepentingan lain di luar tugas sensus. Petugas diminta tidak memberikan janji bantuan maupun menakut-nakuti masyarakat terkait pajak, perizinan, atau hal lainnya.

”Laksanakan tugas pendataan sesuai prosedur yang telah diterima selama pelatihan sehingga data yang diperoleh benar-benar berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan,” tutupnya. (JUL/RMC)

Akun Medsos Palsu Sekda Medy Pebriansyah Beredar, Kominfo: Masyarakat Dihimbau Waspada

Akun Medsos Palsu Sekda
Keterangan: Gambar ilustrasi Sekda Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah

BencoolenTimes.com – Akun Media Sosial (Medsos) Facebook palsu mengatasnamakan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah beredar. Masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Akun kloningan tersebut menyebarkan pesan dan nomor WhatsApp fiktif untuk mengelabui korban.

Menyikapi adanya akun palsu pejabat tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bengkulu Nurlia Dewi, langsung memberikan klarifikasi resmi guna mencegah timbulnya korban penipuan.

”Kami memastikan bahwa akun Facebook yang beredar tersebut bukanlah akun milik bapak Pj Sekda Medy Pebriansyah. Akun itu dibuat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan sengaja mengambil keuntungan pribadi dengan mencatut nama serta jabatan Sekda,” tegas Nurlia, Kamis, 11 Juni 2026.

Pemerintah Kota Bengkulu meminta publik untuk mengabaikan segala bentuk permintaan atau pesan yang datang dari akun palsu tersebut. Warga diharapkan segera memverifikasi kebenaran informasi jika menemukan hal serupa.

”Dimbau kepada seluruh ASN Pemkot Bengkulu dan masyarakat luas untuk selalu berhati-hati dan jangan mudah percaya. Jika merasa ragu terhadap akun yang menghubungi anda, silakan langsung menghubungi pihak Diskominfo Kota Bengkulu atau mengonfirmasikannya langsung kepada yang bersangkutan,” pungkas Nurlia. (JUL/RMC)

Fakta Sidang Kasus CV Mandiri Sejahtera Terkuak: SOP Tak Jelas Hingga Hasil Audit “Bodong”

Fakta Sidang Kasus CV Mandiri
Keterangan: Sidang lanjutan kasus dugaan penggelapan uang CV Mandiri Sejahtera dengan menghadirkan saksi-saksi

BencoolenTimes.com – Persidangan dugaan penggelapan uang perusahaan pupuk CV Mandiri Sejahtera terus membuka fakta-fakta yang berpotensi mengguncang dasar tuduhan terhadap terdakwa Latifa.

Kuasa hukum terdakwa, Benni Hidayat, SH membeberkan sejumlah temuan yang terkuak di fakta persidangan dan menjadi persoalan mendasar dalam tata kelola perusahaan, mulai dari ketiadaan Standar Operasional Prosedur (SOP), minimnya dokumen administrasi, hingga hasil audit internal yang “bodong”, karena tim auditor tidak memiliki sertifikat khusus dan diduga hasil audit tidak sesuai prosedur.

Dalam kasus yang telah berlangsung lebih dari enam bulan, tim kuasa hukum menilai perkara ini tidak dapat semata-mata bertumpu pada hasil audit internal perusahaan. Sebaliknya, fakta-fakta yang muncul di ruang sidang justru memperlihatkan lemahnya sistem administrasi dan pengawasan keuangan di lingkungan CV Mandiri Sejahtera.

Menurut Benni, sejumlah saksi mengakui perusahaan tidak memiliki SOP yang jelas dalam pengelolaan keuangan. Bahkan, Surat Keputusan (SK) jabatan bagi sebagian karyawan baru diterbitkan pada akhir 2025, setelah terdakwa tidak lagi bekerja di perusahaan tersebut.

“Klien kami dituduh menguasai keuangan perusahaan, tetapi sampai hari ini tidak ada satu pun dokumen resmi yang menunjukkan ia pernah diangkat sebagai petugas keuangan. Ini fakta yang terungkap di persidangan,” kata Benni, Jumat, 12 Juni 2026.

Ia juga menyoroti kesaksian beberapa pegawai perusahaan yang dinilai janggal. Sejumlah saksi yang baru bergabung pada 2023 dan 2024 disebut memberikan keterangan seolah mengetahui seluruh aktivitas perusahaan sejak 2022, termasuk angka kerugian yang seluruhnya merujuk pada hasil audit internal perusahaan.

“Menjadi pertanyaan besar bagaimana seseorang yang baru bekerja pada 2024 bisa menjelaskan secara rinci peristiwa yang terjadi sejak 2022. Bahkan angka kerugian yang disebutkan para saksi sama persis karena bersumber dari audit internal yang sama,” ujarnya.

Dalam persidangan, terdakwa juga menjelaskan mekanisme penerimaan uang perusahaan yang selama ini dijalankan. Berdasarkan keterangan yang disampaikan di depan majelis hakim, para admin dari berbagai divisi menyerahkan setoran kepada terdakwa hanya untuk divalidasi dan dicocokkan dengan data transaksi.

Setelah proses pengecekan selesai, uang disebut disimpan dalam brankas perusahaan yang berada di lantai 1 sebelah kasir. Menurut kuasa hukum, fakta persidangan menunjukkan brankas tersebut berada dalam penguasaan kasir, bukan terdakwa.

“Klien kami hanya melakukan validasi dan pencatatan. Setelah dihitung dan dicocokkan, uang dimasukkan ke brankas perusahaan. Brankas itu ada dan berada dalam penguasaan kasir perusahaan,” tegasnya.

Tidak hanya itu, kuasa hukum juga mempertanyakan validitas proses audit internal yang menjadi dasar laporan pidana. Menurutnya, berbagai buku pembukuan memang diperlihatkan dalam persidangan, namun tidak disertai berita acara pemeriksaan, laporan audit yang lengkap, maupun dokumen yang menunjukkan siapa saja yang diperiksa selama proses audit berlangsung.

Majelis hakim, kata Benni, bahkan berulang kali menanyakan keberadaan laporan keuangan bulanan, triwulanan, maupun tahunan perusahaan kepada para saksi. Namun jawaban yang muncul justru seragam: tidak mengetahui adanya laporan tersebut.

“Jika laporan keuangan berkala saja tidak diketahui keberadaannya, maka menjadi pertanyaan mendasar bagaimana perusahaan dapat menyimpulkan adanya kerugian dengan angka tertentu,” katanya.

Sorotan lain muncul terkait laptop yang selama ini digunakan terdakwa. Benni mengungkapkan bahwa saat Latifa datang ke kantor pada 27 September 2025 setelah menerima pesan dari atasannya sehari sebelumnya, laptop yang biasa digunakannya sudah tidak berada di meja kerja terdakwa.

Menurutnya, data yang tersimpan dalam perangkat tersebut bukan laporan keuangan utama perusahaan, melainkan catatan pribadi yang digunakan terdakwa untuk membantu mengingat transaksi harian. Adapun data utama perusahaan, disebut berasal dari pencatatan transaksi yang setiap hari dibagikan melalui grup komunikasi internal.

Dalam sidang yang sama, kuasa hukum turut mengungkap adanya sejumlah transaksi pengeluaran uang perusahaan bernilai besar yang disebut tidak dilengkapi bukti pendukung memadai.

“Ada pengeluaran dana dalam jumlah besar, tetapi tidak ditemukan bukti pengambilan maupun bukti penyerahan uang. Fakta ini menjadi perhatian serius kami dalam persidangan,” ujarnya.

Lebih jauh, kuasa hukum juga menyoroti proses pemeriksaan internal terhadap terdakwa sebelum perkara masuk ke ranah pidana. Berdasarkan keterangan saksi Fenny yang melakukan audit invoice, satu kunci brankas perusahaan diketahui berada dalam penguasaan Aris Setiawan selaku Direktur CV Mandiri Sejahtera.

Pada 27 September 2025, terdakwa disebut dipanggil ke kantor dan menjalani pemeriksaan sejak pagi hingga sore hari. Menurut kuasa hukum, Latifa berada dalam tekanan psikologis selama pemeriksaan tersebut hingga menangis. Sejumlah barang pribadi berupa cincin, gelang, dan perhiasan lainnya juga disebut dilepaskan, sementara uang tunai yang berada di dalam tas terdakwa ikut diamankan.

Kuasa hukum juga mengungkap bahwa pada hari yang sama, istri direktur bersama beberapa orang lainnya mendatangi rumah terdakwa dan berupaya memeriksa kamar pribadi yang saat itu dalam keadaan terkunci.

Untuk membantah dugaan bahwa aset terdakwa berasal dari hasil penggelapan, pihak kuasa hukum menyebut keluarga Latifa telah lama memiliki sumber penghasilan sendiri melalui usaha perkebunan kopi yang telah berjalan jauh sebelum terdakwa bekerja di perusahaan tersebut.

Benni menegaskan seluruh fakta yang terungkap selama persidangan menjadi bagian penting yang harus dipertimbangkan majelis hakim secara objektif. Menurutnya, perkara ini bukan hanya menyangkut dugaan penggelapan, tetapi juga membuka persoalan serius terkait tata kelola, administrasi, dan sistem pengawasan keuangan di internal CV Mandiri Sejahtera.

Persidangan akan kembali dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi guna menguji seluruh fakta yang telah muncul dan mengungkap secara menyeluruh duduk perkara yang kini menjadi perhatian publik tersebut. (JUL)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!