13.3 C
New York
Saturday, April 18, 2026

Buy now

spot_img

Waspada Musibah Lebih Besar, Walikota ajak Tingkatkan Protokol Langit

BencoolenTimes.com, – Meskipun Covid-19 sudah melandai dan kasusnya menurun, namun Walikota Bengkulu Helmi Hasan menghimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, termasuk protokol langit.

Sebab, kata Helmi berdasarkan prediksi pemerimtah pusat bahkan dunia mengatakan ada kemungkinan terjadi bencana yang lebih besar dari Covid-19 yang akan melanda dunia, termasuk Kota Bengkulu.Apalagi Kota Bengkulu memang rentan gempa, berpotensi tsunami dan sering banjir. Oleh karena itu perlu antisipasi sedini mungkin. Salah satunya dengan mulai meningkatkan protokol langit.

Apa itu protokol langit? saat menghadiri acara pembagian Bantuan Operasional (BOp) ketua RT di kantor lurah Pasar Bengkulu, Selasa (7/12/2021), Helmi menjelaskan bahwa protol langit itu yakni cintai yang di bumi, maka yang di langit akan mencintaimu, tolonglah yang di bumi, maka yang di langit akan menolongmu.

Baca Juga  Gubernur Bengkulu Larang Bupati dan Walikota Berhentikan PPPK Seiring Aturan Belanja Pegawai 30 Persen

Pemerintah Kota Bengkulu, jelas Helmi sudah mulai menerapkan protokol langit berupa beberapa program seperti sedekah Rp 2 ribu perhari, mengangkat seluruh anak yatim, program HD bersalin gratis dan lainnya. Itu, kata Helmi adalah protokol langit dengan harapan yang di langit akan menolong, menyelamatkan dan menjaga Kota Bengkulu dari segala musibah atau bencana.

“Bengkulu ini termasuk dalam kategori waspada bencana gempa, banjir, tsunami. Tapi sebagai orang beriman kita yakin semua sesuatu itu terjadi hanya atas izin dan kekuasaan Allah. Alhamdulilah Kota Bengkulu ini masih dijaga oleh Allah. Saya ingin mengajak kita bersama untuk kembali meningkatkan protokol langit,” ujar Helmi.

Baca Juga  Pemprov Bengkulu Peroleh 1.299 Unit BSPS 2026

Salah satu bentuk dari melaksanakan protokol langit adalah membantu pemerintah memberitahu kalau ada warga yang sedang kesusahan. Apakah itu warga yang berstatus janda tua yang miskin, anak yatim, pengangguran, orang sakit dan lainnya.

“Jangan sampai ada warga kita kesusahan tapi pemerintah tidak tahu. jadi tolong lihat depan belakang kiri kanan sekitar kita, ada nggak warga yang sedang susah. Kalau ada, itu jadi tanggung jawab pemerintah. Mari kita peduli dengan sesama,” demikian Helmi.(Bay)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!