27.4 C
New York
Monday, June 8, 2026

Buy now

spot_img

Green Sumatera Ajak Kelompok Marginal Gunakan Hak Suara pada 27 November 2024

Bencoolentimes.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama Green Sumatera menyelenggarakan sosialisasi Pilkada Serentak kepada kelompok marginal di salah satu hotel di Kota Bengkulu, Sabtu, 19 Oktober 2024.

Direktur Green Sumatera, Syaiful Anwar, SH, mengatakan Pilkada menjadi hak konstitusi warga negara dan menyalurkan suara merupakan kewajiban berdemokrasi. Dengan pilkada dan memilih sesuai hati nurani akan menentukan masa kepemimpinan di tingkat kota maupun provinsi Bengkulu lima tahun kedepan.

Disebutkannya momentum pemilukada periode belakangan, tingkat pemilih tidak memilih (golput) pada momen ini cukup tinggi ketimbang pada momen pemilu presiden dan legislatif. Karena itu Ia berharap agar tingkat golput dapat dikurangi.

Ia menyebut kelompok marginal menjadi salah satu yang perlu disasar dalam menyukseskan Pilkada. Dengan sosialisasi ini diharap mereka tahu dan siap menyalurkan hak suaranya di bilik suara, 27 November nanti baik di pemilihan walikota Bengkulu maupun pemilihan gubernur Bengkulu.

”Kami ikut andil bersama teman-teman kpu, menyampaikan pesan agar masyarakat peduli, tidak apatis terhadap masa depan pembangunan daerah kita,” kata Syaiful.

Green Sumatera juga mengingatkan masyarakat untuk peduli kepada lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah mengingat Bengkulu sudah memasuki musim penghujan.

Menurutnya, negara telah menjamin hak keamanan, pendidikan, kesehatan, sehingga kita wajib memberikan hak demokrasi dengan memberikan suara di Pilkada.

Narasumber kedua, Taufik Norodom Sianok menyampaikan hak suara diatur oleh UUD, aturan pemerintah, berkewajiban ikut membangun bangsa dan negara ini dengan berpartisipasi aktif dalam pemilihan umum.

”Kita akan memilih Calon pemimpin yang akan membangun daerah, itu kenapa jadi sangat penting bagi warga negara untuk berpartisipasi menentukan nasib sebuah daerah,” jelas Syaiful.

Visi misi cakada juga harus dipahami, mengingat visi misi aadalah harapan besar sang calon untuk menentukan harapan besarnya. Sehingga kita wajib mempelajari, dan ikut aktif mengkaji visi misi tersebut apakah realistis atau tidak.

Ia pun mengingatkan apabila golput dilakukan, maka akan memancing ketidaksinkronan. Ada potensi disalahgunakan ketika tidak disalurkan ke TPS. Sementara administrasi terdaftar dalam database daftar pemilih.

Sosial media maupun media massa jadi jalan bagi pemilih yang belum mengetahui Cakada untuk melihat rekam jejaknya, sehingga dengan rekam jejak dapat dipelajari untuk kita memilih dengan hati nurani.

Tak lupa, samua masyarakat berhak mengawasi tahapan pemilihan dan perhitungan sehingga tidak terjadi indikasi kecurangan sehingga pilkada yang transparan dan akuntabel dapat terwujud.(JUL)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!