BencoolenTimes.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mempertimbangkan untuk mengelola sampah secara langsung tanpa melibatkan pihak swasta.
Wacana ini mencuat menyusul aksi sejumlah sopir pengangkut sampah yang menumpukan muatan di halaman Kantor Walikota Bengkulu pada Selasa kemarin, 27 Januari 2026.
Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan aksi tersebut seharusnya tidak perlu terjadi. Menurut dia, selama ini para sopir mendapat penghidupan dari kerja sama pengelolaan sampah dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di kelurahan dan mereka langsung dibayar oleh masyarakat.
”Saya banyak mendapat pesan WA dan telepon dari warga yang justru mendukung pemerintah kota. Sejatinya ini tidak perlu terjadi, kalau para sopir bisa menahan diri,” kata Dedy, Rabu, 28 Januari 2026.
Dedy mengungkapkan, pasca kejadian tersebut, banyak warga menyampaikan aspirasi agar pemerintah kota mengambil alih penuh pengelolaan sampah dan tidak lagi menggunakan jasa pihak swasta. Ia menyebut opsi itu tengah dikaji serius oleh Pemkot Bengkulu.
”Bisa saja pemerintah tidak menggunakan jasa pihak swasta. Ini sedang saya pertimbangkan. Bila itu yang terbaik, maka pemerintah akan mengambil alih seluruh pengelolaan sampah,” ujarnya.
Meski demikian, Dedy menegaskan persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Ia meminta seluruh elemen masyarakat ikut berperan, terutama dengan mulai memilah sampah dari rumah tangga. ”Sampah organik itu sebenarnya tidak perlu dibuang. Bisa diolah menjadi pupuk kompos. Saya sudah mempraktikkannya di rumah pribadi,” katanya.
Menurut Dedy, dengan memilah sampah, volume sampah yang harus dibuang dapat ditekan signifikan. Ia mencontohkan, sampah rumah tangganya yang semula mencapai dua kantong per hari, kini berkurang menjadi setengah kantong. ”Artinya, semua pihak harus ambil bagian,” ucapnya.
Dedy juga menilai, secara objektif tidak terjadi penumpukan sampah di tengah kota. Namun, ia mengakui masih terdapat persoalan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Ia menyesalkan cara protes para teman-teman pengangkut sampah yang dilakukan dengan membuang sampah di kantor pemerintahan, seharusnya cukup dengan aksi demo untuk menyampaikan aspirasinya.
”Ini yang saya sayangkan, betul-betul kurang santun cara-cara seperti ini,” kata dia.
Kendati demikian, Dedy memastikan Pemkot Bengkulu akan terus berupaya menyelesaikan persoalan sampah secara menyeluruh. ”Insya Allah, saya berjanji masalah ini akan selesai dan Bengkulu akan bersih,” pungkasnya. (JUL)



