13 C
New York
Saturday, May 23, 2026

Buy now

spot_img

Harga Sawit Turun Drastis di Bengkulu, Pemprov Gerak Cepat Telusuri Penyebabnya

BencoolenTimes.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu gerak cepat tanggapi keluhan petani sawit terkait turunnya harga Tandan Buah Segar (TBS) di Bengkulu degan menggelar rapat bersama seluruh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan kabupaten/kota baru-baru ini secara daring dari Kantor Gubernur Bengkulu.

Rapat yang dipimpin Wakil Gubernur Bengkulu Mian tersebut difokuskan untuk memberikan kepastian, keteduhan, dan ketenangan kepada masyarakat, khususnya para petani sawit di Bengkulu.

”Kita melaksanakan rapat ini untuk memberikan keteduhan dan ketenangan kepada masyarakat bahwa kebijakan yang dibuat pemerintah bertujuan melindungi petani di daerah. Pemerintah saat ini membutuhkan transparansi, tidak ada lagi ekspor titip-titip, data yang tidak tercatat di negara, maupun praktik mark up. Ini harus kita berikan pengertian kepada masyarakat,” kata Mian.

Baca Juga  Pemprov Bengkulu Luncurkan SPMB 2026/2027, Pastikan Berjalan Transparan, Bebas Diskriminasi dan Gratifikasi

Mian menyebut, faktor penyebab turunnya harga sawit di Sumatera, khususnya Bengkulu, masih perlu ditelusuri lebih lanjut. Karena itu, ia meminta seluruh kepala dinas di kabupaten/kota turun langsung ke pabrik kelapa sawit untuk mencari tahu penyebab penurunan harga di tingkat petani.

”Ini menjadi perhatian bagi kepala dinas di daerah agar pabrikan kelapa sawit tidak sekonyong-konyong menjatuhkan harga di tingkat petani sebelum ada kebijakan resmi. Apalagi penurunannya sangat drastis,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mian menegaskan bahwa kebijakan yang dibuat Pemerintah Pusat bertujuan untuk melindungi petani sawit di Indonesia sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Baca Juga  Seluma Juara Umum MTQ XXXVII Tingkat Provinsi Bengkulu 2026

”Kita yakin kebijakan Presiden Prabowo ini untuk mengontrol ekonomi kita,” imbuhnya.

Selain itu, Mian mengungkapkan dirinya akan turun langsung ke lapangan dalam waktu dekat untuk menemui masyarakat dan petani sawit guna memberikan penjelasan terkait kondisi yang terjadi.

”Menindaklanjuti arahan gubernur, nanti saya akan turun langsung ke masyarakat dan petani sawit untuk memberikan pemahaman yang didorong oleh pemerintah provinsi,” tutupnya.

Untuk diketahui, harga ketetapan TBS sawit saat ini berada di angka Rp3.465 per kilogram. Namun, dalam dua hari terakhir, sejumlah petani sawit di beberapa kabupaten mengeluhkan harga TBS yang mengalami penurunan tajam di tingkat pabrik maupun pengepul. (JUL/RMC)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!