Bagikan Sembako Saat Pandemi, PMKRI Upayakan Bantuan Rutin Untuk Warga Kurang Mampu

BencoolenTimes.com, – Indonesia sedang dilanda pandemi covid-19, semua Provinsi sedang bertranformasi untuk menerapkan kebiasaan hidup baru, namun tidak bisa dipungkiri banyak masyarakat yang dirumahkan karena perusahaan yang menyesuaikan protokol kesehatan. Ditengah bertambah angka pengangguran, apa kabar anak jalanan, pemulung serta pengemis hari ini ?

Melihat fenomena tersebut  Perhimpunan Mahasiswa Katolik Repubik Indonesia (PMKRI) Cabang Bengkulu Melaksanakan kegiatan PMKRI berbagi, Minggu (6/9/2020). Kegiatan tersebut awali dengan pembagian beras di Desa Margomulyo, Bengkulu Tengah, Jumat (4/9/2020).

Pembagian beras dilaksanakan dari rumah kerumah bekerja sama dengan ketua RT setempat untuk mendata warganya yang membutuhkan atau kurang mampu. Beras yang dibagikan sebanyak 50 paket. Tak hanya itu PMKRI juga membagikan nasi kotak kepada anak jalanan dan pemulung sebanyak 50 kotak.

“Kegiatan ini kami awali dengan membagikan bantuan sembako berupa beras kepada masyarakat secara langsung dan kami akan terus terlibat aktif dalam membantu sesama secara konsiten sesuai visi PMKRI” ujar Surya I. H. Sinabutar Ketua PMKRI Cabang Bengkulu.

PMKRI Cabang Bengkulu telah membuat program rutin yakni membagikan nasi kotak secara gratis kepada para anak jalanan, pemulung, dan pengemis.

“Kita juga hari ini telah selesai melaksanakan pembagian nasi kotak gratis kepada yang membutuhkan seperti anak jalanan, pemulung, dan pengemis. Kegiatan ini rencananya akan dilakukan secara rutin 2 sampai 3 kali dalam sebulan,”

Presidium gerakan kemasyrakatan PMKRI Cabang Bengkulu Putri Ayu Pandiangan juga menyampaikan bahwa pemuda hari ini harus bisa menjadi contoh bagi masyrakat, bahwa berbagi tidak harus dengan sesuatu yang mewah serta luar biasa, berbagi bisa dimulai dengan hal-hal yang sederhana.

“Kegiatan ini kami laksanakan untuk mendorong pemuda, berani berbagi dengan mereka yang mebutuhkan mulai dari hal-hal kecil, yang jelas yang sederhana saja dulu serta pemuda juga harus membantu masyarakat yang membutuhkan agar menjadi contoh sehingga masyarakat yang lain bisa ikut andil dalam berbagi kepada sesama, kalau semua masyarakat saling tolong menolong, semua orang bisa berkecukupan dan tidak ada lagi kesenjangan sosial,” jelas Putri Ayu. (Bay)