6.9 C
New York
Sunday, April 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1342

Gerak-getik Mencurigakan, Pria Ini Ditangkap dan Ternyata Simpan Sabu Dikantong Celana

Tersangka yang berhasil diamankan petugas

BencoolenTimes.com, – Direkotarat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Bengkulu, seorang pria inisial NI (50) warga Kelurahan Sawah Lebar, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu karena diduga menyalahgunakan narkoba jenis sabu.

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno, saat dikonfirmasi, Jumat (12/3/2021) mengungkapkan, NI diamankan pada, Rabu (10/3/2021) sekira pukul 11.40 WIB saat sedang berada di pinggir Jalan Putri Gading Cempaka, Kelurahan Penurunan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu.

Sudarno menuturkan, penangkapan NI berawal dari informasi masyarakat terkait akan adana transaksi narkoba di Jalan Putri Gading Cempaka, Kelurahan Penurunan, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu. Mendapat informasi itu, tim Ditresnarkoba
di pimpin Kompol, Manogi Simaremare Langsung menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan.

Hasil dari penyelidikan, petugas mendapati NI berada di lokasi dengan gerak-gerik mencurigakan. Diditu petugas langsung melakukan penangkapan terhadap NI dan menggeledah NI. Dalam penggeledahan, polisi menemukan satu paket sabu didalam plastik klip bening di kantong celana belakang sebelah kiri dan satu paket sabu dalam plastik klip bening di temukan di kantong celana bagian depan sebelah kanan NI.

NI mengaku barang tersebut adalah miliknya yang dibeli dari P seharga Rp.800.000 yang telah ditangkap sebelumnya. Saat ini tersangka NI berikut barang bukti diamankan di Rumah Tahanan Mapolda Bengkulu untuk dilakukan proses penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut.

”Masih akan terus kita lakukan pengembangan terhadap tersangka untuk mengungkap komplotan dibaliknya,” kata Sudarno.(PPJ)

Pemprov Tidak Serius Perbaiki Jalan Rusak, Warga Jalan Irian Marah Lagi

Kondisi Jalan Irian yang sempat ditimbun koral

BencoolenTimes.com,- Jalan Irian di Kelurahan Tanjung Agung yang merupakan jalan lintas Bengkulu-Curup kembali diprotes warga.

Pasalnya, jalan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu yang berada di tengah kota tersebut kembali rusak meskipun sebelumnya lubang jalan sudah sempat di tambal menggunakan koral oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu.

Aksi protes tersebut disampaikan lewat papan plang yang bertuliskan “jalan berlubang dan berdebu sudah banyak memakan korban,  mohon kepedulian dan tanggung jawab pejabat yang berwenang. Ingat (Undang-undang lalu lintas No. 22 Tahun 2009 pasal 22 dan 273)”

Yusnawi warga setempat menjelaskan, bahwa dari pihak pemerintah sampai saat ini belum ada perhatian untuk menanggulangi masalah ini.

“Ada sebelumnya itu hanya diberi koral dan tidak dikasih aspal. Menurut saya Itu jadi mubazir dan tidak ada manfaatnya. Apalagi sekarang ini musim hujan air itu tergenang tidak mengalir,” ungkap Yusnawi, Jumat (12/3/21).

“Kalau dulu jalan ini dinamakan tanggul untuk menanggulangi banjir air dari hulu dan itu dibawah tanggung jawab Sumatra Vll. Menurut informasi sekarang ini sudah diambil alih oleh pemerintah Provinsi Bengkulu,” beber Yusnawi.

“Sekarang bagaimana kinerja dinas PUPR? kurang begitu tanggap masalah ini. Tidak ada perhatiannya pemerintah ini. Jalan hanya dikasih koral tanpa perekat. Nah, koral ini kalau tidak dikasih perekat berhamburan kalau hari panas itu menyebabkan banyak debu,” terang Yusnawi.

“Mohonlah pemerintah terkait memperhatikan jalan ini. Jalan ini kan Lintas, jadi banyak pengguna jalan lewat sini seperti pegawai kantor, masyarakat ke pasar, dan anak sekolahan. Banyak kendaraan berlalu lalang lewat sini, kadang itu membuat macet kalau pagi orang pergi ke kantor dan sore hari pas waktu pulang juga,” tutur Yusnawi.

Sementara itu, Aris yang rumahnya berdekatan dengan jalan berlubang mengatakan, bahwa kemarin ada korban lanjut usia dua orang yang terjatuh akibat mengelak lobang karena koral berserakan dan dan waktu mengerem langsung terjatuh.

“Mirisnya, kemarin itu ada bapak-bapak tukang kuli bangunan tinggal di Pasar Minggu umur sekitar 50 tahunan yang terjatuh, mengalami luka yang cukup parah dan sempat adek saya yang antar ke rumahnya, karena tidak mau dibawak kerumah sakit karena tidak memiliki biaya untuk berobat,” kata Aris.

Ia berharap kepada pemerintah terkait untuk secepatnya diperbaiki jalan tersebut.  Bukan hanya sekedar tambal pakai koral saja tapi diaspal.

“Karena tambal pakai koral ini malah lebih berbahaya dan menganggu perjalanan pengguna jalan,” tukas Aris.

Sementara, mengenai sejumlah titik jalan milik Pemprov Bengkulu di tengah Kota yang rusak, Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Mulyani Toha mengungkapkan, perbaikan jalan tersebut sudah direncanakan sejak tahun 2020 lalu namun terkendala anggaran, dan jalan yang rusak di tengah Kota akan diperbaiki tahun ini jika sudah ada anggarannya.

“Nanti kalau anggaran sudah ada akan kita perbaiki, kalau direncanakannya itu sudah dari tahun kamarin,” singkatnya. (CW7)

Walikota Helmi Usulkan Pembangunan Pelapis Tebing dan Jembatan ke BNPB

BencoolenTimes.com, – Menyadari pentingnya pembangunan infrastruktur terutama pembangunan untuk pengendalian banjir di Kota Bengkulu, Walikota Bengkulu Helmi Hasan ajukan proposal ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumat (12/3/2021)

Didampingi Kepala BPBD Kota Bengkulu Selupati dan Plt Kadis Kominfosan Eko Agusrianto, Helmi bertemu langsung dengan Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Rifai di ruangan kerjanya didampingi oleh kasubdit.

Ada dua usulan yang disampaikan dalam proposal, yang pertama usulan untuk bantuan pembangunan pelapis tebing di Sungai Rupat Kelurahan Pagar Dewa dan usulan pembangunan jembatan di Kelurahan Teluk Sepang.

Pelapis tebing yang diusulkan sepanjang 2 KM sedangkan jembatan sepanjang 8 meter. Ini disampaikan oleh Eko, selaku Olt Kadis Kominfosan yang turut mendampingi walikota ke BNPB.

“Jadi kita jemput bola ke pusat. Walikota sadar pentingnya pembangunan tapi tidak bisa hanya dengan mengandalkan APBD kota saja, maka walikota mulai melakukan jemput bola ke pusat,” sampai Eko.

Hasil dari pertemuan itu, kata Eko pihak BNPB menyambut baik usulan dari Kota Bengkulu. Ia berkeyakinan BNPB akan mengakomodir kedua usulan tersebut. Apalagi, Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Rifai dulu pernah bertugas di Bengkulu sebagai ASN sehingga beliau sangat konsen untuk bantuan ke Bengkulu.

“Tahun 2020 kemarin pun mereka sudah banyak membantu Bengkulu. Mereka hanya minta kita menyiapkan perencanaannya. Setelah kita hitung-hitung, dua proyek itu membutuhkan dana sekitar Rp 75 miliar. Setidaknya kalau pelapis tebing itu belum bisa dibangun 2 KM, mungkin 1 KM dulu,” kata Eko.

Intinya Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB sangat mendukung usulan dari walikota. Tidak hanya itu, ia juga mendukung program walikota untuk membangun kota baru di Kelurahan Air Sebakul yakni kota merah putih.

“Mereka (BNPB) menyarankan agar jagan lupa ada payung hukumnya terkait tata ruang dan harus ada analisis resiko bencana. Kalau itu nanti terwujud, mereka mendukung karena itu bisa menjadi jalur evakuasi gempa dan bebas banjir karena lokasinya tinggi,” jelas Eko.

Kemudian, sambung Eko walikota juga menyampaikan masalah kesulitan air bersih di Kota Bengkulu, apalagi saat musim kemarau. Karena PDAM sendiri pun sudah kewalahan akibat kekeruhan air dari limbah.

“Nah terkait masalah air bersih ini BNPB akan kordinasi dengan Kementerian SDA. Mereka akan dorong agar SDA juga bisa membantu Bengkulu,” demikian Eko.(IAL/MK).

DPRD Minta Pemkot Tarik Modal dari Bank Bengkulu

Bank Bengkulu

BencoolenTimes.com, – Tidak hanya memindahkan kas daerah senilai Rp 1,2 Triliun, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu juga diminta Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Teuku Zulkarnain menarik penyertaan modal mereka dari Bank Bengkulu, senilai Rp 13,7 miliar lebih.

Bukan hanya mempertimbangkan banyaknya masalah yang menyelimuti Bank Bengkulu, namun dewan menilai Pemkot harus memperkuat Bank Fadhillah yang didirikan Pemkot.

“Pemkot Bengkulu punya bank, namanya Bank Fadhillah. Tentu bank yang sudah didirikan jangan sampai terseok-seok dalam operasionalnya,” saran Teuku.

Untuk memperkuat modalnya, lanjut Teuku, bisa saja modal Pemkot di Bank Bengkulu dialihkan untuk memperkuat modal di Bank Fadhillah.

“Jelas Bank Fadhillah adalah 100 persen milik Pemkot Bengkulu. Kita ingin bank ini menjadi bank yang sehat, kuat, akuntable, sehingga bisa menjadi arti dalam memperkuat UMKM yang ada di Kota Bengkulu,” imbuh Teuku.

Kenapa UMKM? Menurut Teuku, masih banyak UMKM di Kota Bengkulu yang kesulitan mendapat modal dari bank konvensional. Sehingga bank milik Pemkot tersebut, bisa menjadi salah satu jalan memperkuat UMKM di Kota Bengkulu.

Terlebih, penyertaan modal di Bank Bengkulu dinilai terlalu sedikit. Apalagi di masa pandemi covid ini, Pemkot kesulitan dalam pendanaan, termasuk menambah penyertaan modal di Bank Bengkulu yang dinilai masih kecil.

“Lebih baik, penyertaan modal yang dinilai kecil tersebut dialihkan untuk memperkuat modal di Bank Fadhillah. Karena mungkin bagi mereka lebih berarti, ketimbang itu menjadi modal di Bank Bengkulu yang dinilai kecil sekali,” kata Teuku.

Sebelumnya, Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu ini menilai Pemkot mengambil langkah tepat, memindahkan kas daerah senilai Rp 1,2 triliun dari Bank Bangkulu.

Pasalnya, Teuku mengaku terkejut dengan banyak masalah yang dihadapi Bank Bengkulu. Salah satu yang menjadi banyak sorotan, kasus dugaan korupsi Bank Bengkulu yang tengah diusut Kejati Bengkulu.(Bay)

Sempat Kejar-kejaran dengan Petugas, Pelaku Balap Liar di STQ Tertangkap dan Ditindak

Saat Satlantas Berhasil memberhentikan aksi balap liar yang meresahkan warga

BencoolenTimes.com, – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Bengkulu sempat terlibat aksi kejar-kajaran saat membubarkan aksi balap liar di Kelurahan Sumur Dewa, Kecamatan Selebar tepatnya di lapangan gedung STQ Kota Bengkulu, Kamis (11/3/2021) sore.

Kasat Lantas Polres Bengkulu, AKP Kadek Suwantoro mengatakan, anggotanya akan menindak tegas pengendara yang tidak mematuhi prosedur berkendara dan aksi balap liar.

“Anak-anak muda yanh menggunakan kendaraan baik itu menonton ataupun melakukan balap liar dan berhasil terjaring sore ini kita tindak tegas dengan tilang,” kata Kadek.

Kadek mengungkapkan, pihaknya sempat terlibat aksi kejar-kejaran terhadap terduga pelaku yang melakukan aksi balap liar, namun akhirnya pihaknya berhasil mengamankan para terduga dan 6 unit sepeda motor yang menggunakan knalpot racing, tidak memiliki SIM dan diduga terlibat aksi balap liar.

“Barang bukti berupa kendaraan bermotor kita amankan di Mako Polres Bengkulu selama 1 bulan. Sebagai efek jera demi menjaga keselamatan mereka sendiri dan pengguna jalan lainnya,” tegas Kadek.

Kadek juga menjelaskan, saat ini Satlantas Polres Bengkulu telah membentuk tim khusus yaitu Team Zebra Zero-09 sebagai langkah untuk menumpas segala bentuk pelanggaran lalu lintas di Kota Bengkulu.

“Sasaran timsus adalah pelanggaran lalu lintas kasat mata dan aksi balap liar,” jelas Kadek.

Terpisah, Warmin warga sekitar STQ mengatakan, bahwa aksi balap liar ini memang sudah sejak lama meresahkan masyarakat sekitar.

“Kami dari pihak warga sebenarnya banyak keluhan disini, kadang ibu-ibu mau lewat kepasar terganggu dengan adanya anak-anak balapan liar ini,” kata Warmin.

Warmin mengaku, yang lebih meresahkannya lagi pelaku aksi balap liar ini malah melawan saat warga berusaha untuk menghentikan aksi balap liar yang sudah sangat mengganggu itu.

“Kami sebagai warga ini kadang mau menertibkan dibantah oleh mereka dengan berkata apa kewenangan bapak,” terang Warmin.

Menanggapi hal ini, Kasat Lantas Polres Bengkulu ini menghimbau kepada orang tua untuk berperan lebih dalam membantu Sat Lantas Polres Bengkulu untuk menegakkan aturan lalu lintas yang berlaku dan memberikan pengertian kepada anaknya yang remaja agar tidak melakukan balap liar yang bisa membahayakan baik diri sendiri maupun orang lain.

“Jadi dimohon kepada orang tua agar bisa menjaga dan memantau kegiatan anaknya masing-masing dan patuhi aturan berlalu lintas, tertib dan sopan dalam berkendara untuk mewujudkan kamseltibcar lantas di Kota Bengkulu yang kita cintai ini,” tutup Kadek .(PPJ)

Bank Bengkulu Banyak Masalah, DPRD: Sudah Tepat Pemkot Pindah Kasda

BencoolenTimes.com, – Bank Bengkulu (BB) belakangan banyak sorotan. Terlebih, bank ini tengah diusut  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu terkait dugaan gratifikasi berupa reward senilai Rp 15 miliar ke bendahara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se- Provinsi Bengkulu.

Banyak masalah yang dihadapi BB, menuai sorotan Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Teuku Zulkarnain.

Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Teuku Zulkarnain

Pasalnya, Pemerintah Kota Bengkulu juga merupakan bagian dari BB karena sebelumnya khas daerah milik Pemkot mencapai Rp 1,2 triliun ada di  Bank Bengkulu lalu kemudian dipindahkan ke Bank lain.

Menurut Teuku, BB adalah sebuah bank pemerintah daerah yang seharusnya dikelola dengan profesional, dengan mengedepankan akuntabilitas, profesionalisme dengan sumber daya manusia yang handal.

“Kita prihatin dengan banyaknya pemberitaan terkait dengan kasus di Bank Bengkulu, belum lagi persoalan kecukupan modal yang dipersyaratkan BI (Bank Indonesia). Pertanyaan kita sehatkah Bank Bengkulu?” ungkap Teuku, Kamis (11/3/2021).

Masih ditanyakan Teuku, apakah BB terlepas dari kepentingan-kepentingan politik dari pemegang saham?

“Rasanya perlu ada audit secara menyeluruh yang dilakukan oleh BPKP, OJK atau lembaga audit independent lainnya,” ucap Teuku.

Teuku mengaku tersentak membaca adanya kasus di BB yang melibatkan dana miliaran. Andai saja dana itu digunakan untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) , alangkah banyak pengusaha kecil yang tertolong dan BB tentu juga dapat keuntungan di situ.

Teuku menilai Pemkot Bengkulu sudah tepat telah memindahkan Kasda sebesar Rp 1,2 T dari Bank Bengkulu ke Bank lain, karena menurut Teuku Kasda sebesar itu memang harus dipercayakan  kepada bank yang sehat, kredible, akuntable dan menguntungkan bagi Pemkot dan rakyat kota Bengkulu.

“Dengan banyak masalah di BB, ya menjadi wajar jika Pemkot mengambil langkah lain, untuk memindahkan Kasda ke bank yang lebih sehat,” tukas Teuku.(Bay)

Menkes Saksikan Vaksinasi Massal Lansia di Kota Bengkulu

Vaksinasi Massal lansia

BencoolenTimes.com,- Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin melaksanakan kunjungan kerja di Bengkulu dengan menyambangi Puskesmas Kelurahan Jalan Gedang, Kamis (11/3/21).

Kunker ini sejalan dengan agenda peninjauan vaksinasi massal Covid-19 bagi pelayan publik dan launching kartu Bengkulu sejahtera di Poltekkes Kemenkes.

Susilawaty Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu mengatakan, pihaknya melaunching vaksinasi untuk  warga lanjut usia (lansia) yang disaksikan langsung oleh menteri kesehatan dan Gubernur Bengkulu.

“Kita kedatangan tamu terhormat yaitu bapak menteri kesehatan RI bersama Guburnur Bengkulu yang mana hari ini kita launching vaksinasi untuk lansia,” kata Susilawaty.

Susilawaty menjelaskan, di Kota Bengkulu hari ini melakukan suntik vaksi kepada 70 lansia dengan target sasaran 2500 lansia yang dilakukan secara bertahap

“Insya Allah,  komunikasi kami dengan menteri Kesehatan vaksin akan dikirim untuk kita semua,” ungkap Susilawaty.

Susilawaty melanjutkan, untuk fasilitas pelayanan kesehatan sudah di siapkan di 32 titik pelayanan dan ditambah 1 lagi di Poltekes Kemenkes.

“Jadi total seluruhnya 33 fasilitas kesehatan yang disiapkan oleh pemerintah Kota Bengkulu untuk pelayanan vaksinasi,” ucap Susilawaty.

Sementara itu, Yusmansa warga yang ikut suntik vaksin mengungkapkan, suntik vaksinnya lebih bagus tidak seperti dulu lagi harus dimasak dulu suntikkannya dan direbus air panas.

“Sekarang sudah canggih semua,” Yusmansa.

Yusmansa mengaku, setelah disuntik vaksin dirinya langsung dikasih vitamin dan dapat surat keterangan bebas virus Covid-19 yang dapat digunakan untuk berpergian.

“Saya ucapkan terimakasih kepada pemerintah yang sudah memperhatikan para lansia dan ikut serta dalam program vaksinasi ini. Kami berharap supaya kita lansia ini terjaga kesehatannya dan masa pademi ini akan segera berakhir,” jelas Yusmansa. (CW7)

Sudah Beraksi di 15 TKP, 2 Spesialis Begal Sadis Ditembak

BencoolenTimes.com, – Anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Rejang Lebong berhasil membekuk dua orang terduga pelaku begal sadis yang tak segan melukai korbannya.

Kasat Reskrim, AKP Rahmat Hadi Fitrianto saat diwawancari di Aula Sat Reskrim Polres Rejang Lebong pada, Selasa (9/3/2021) mengatakan, bahwa kedua terduga pelaku diringkus di waktu dan tempat berbeda.

“Pertama sudah kami amankan terduga pelaku
D dan yang terbaru ini adalah J (28). Kedua terduga pelaku ini sudah spesialis dan merupakan residivis dengan perbuatan sama dan divonis 9 tahun penjara,” kata Rahmat Hadi.

Rahmat Hadi menuturkan, berdasarkan penyelidikan lanjutan terduga pelaku ini sudah beraksi di 15 Tempat Kejadian Perkara, terpaksa keduanya mendapatkan tindakan tegas dan terukur dari petugas pantaran melawan saat akan ditangkap.

“Yang terdata oleh kami ada 15 TKP dan laporan polisi, dalam kurun waktu 4 sampai 5 bulan mereka beraksi,” terang Rahmat Hadi.

Rahmat Hadi menyampaikan, terduga pelaku begal ini melakukan aksinya tengah malam saat korban sedang sendirian. Mereka menghadang korban dan merampas harta benda yang dibawa korban.

“Merela beraksi di jam rawan sekitar pukul 00.00.WIB hingga menjelang subuh,” tutur Rahmat Hadi.

Rahmat Hadi melanjutkan, dari penangkapan kedua terduga pelaku, polisi mengamankan 2 unit sepeda motor, dan sejumlah barang bukti lainnya.

“Pesan dari kami Polres Rejang Lebong khususnya Sat Reskrim, kami tidak segan dan tidak sungkan menindak tegas terduga pelaku begal, siapa pun yang ingin merusak nama baik Kabupaten Rejang Lebong kami sikat,” tegas Rahmat Hadi.

Rahmat Hadi menambahkan, kedua terduga pelaku dijerat pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (PPJ)

Simak liputannya di Kanal BDTV

Kepergok Tim Zebra Sedang Konsumsi Tuak Sambil Nyopir Motor, Pemuda Ini Diamankan    

Pemuda yang terjaring tim zebra, mengendarai motor sambil konsumsi tuak

BencoolenTimes.com, – Seorang pemuda Kota Bengkulu kedapatan sedang mengonsumsi Minuman Keras (Miras) tradisional jenis tuak sambil mengendarai sepeda motor oleh Tim Khusus (Timsus) Zebra-09 Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Bengkulu yang sedang melaksanakan operasi Hunting di kawasan Kampung Cina-Benteng Marlborough-Tugu Pena- Panta Panjang-Pasir putih, Rabu (10/3/2021).

Kasat Lantas Polres Bengkulu AKP Kadek Suwantoro mengatakan, diamankannya pemuda tersebut berawal dari tim Zebra-09 Satlantas Polres Bengkulu melaksanakan operasi hunting dikawasan Pantai Panjang, disitu tim mendapati seorang pemuda yang mengendarai sepeda motor tidak menggunakan helm, kemudian tim memberhentikan pemuda tersebut, setelah diberhentikan tim menemukan Miras jenis tuak yang dibawa oleh pemuda tersebut dicantolkan di bagian depan sepeda motornya.

“Jadi pemuda ini kedapatan membawa tuak saat tim Zebra-09 operasi Hunting di kawasan Pantai Panjang. Pemuda tersebut juga tidak memakai helm saat berkendara dan diduga sambil mengonsumsi tuak yang dibawa tersebut. Kemudian pemuda tersebut oleh tim diamankan beserta sepeda motornya,” kata Kadek Suwantoro.

Kadek Suwantoro menjelaskan, operasi Hunting yang dilaksanakan Timsus Zebra-09 tersebut berdasarkan Sprin Kapolres Bengkulu nomor : Sprin/182/III/PAM1.3/2021 tanggal 5 Maret 2021 dengan sasaran pelanggaran lalulintas kasat mata dan aksi balap liar. Hasil dari operasi hunting tersebut tim mengamankan 14 unit sepeda motor dengan pelanggaran sepeda motor menggunakan knalpot racing, pengemudi tidak gunakan helm, speda motor tanpa plat nomor, pengendara dibawah umur dan soal kelengkapan kendaraan sepeda motor.

“Kita tindak tilang terhadap sepeda motor yang diamankan tersebut. Sementara dalam operasi hunting ini kita tidak mendapati adanya aksi balap liar,” ucap Kadek Suwantoro.

Perlu diketahui, anggota Satlantas Polres Bengkulu yang terlibat dalam operasi Hunting tersebut diantaranya,  Ipda Arief Abdullah, M.SI (Padal), Aipda Sriyadi Amran, Bripka Komang Cakra, Bripka Indra Jeffical, Brigpol Candra, Brigpol Ramli Sinabutar, Briptu Dewa, Btiptu Randu, Bripda Adithya, Bripda Yongki Noviansyah. (Bay)

Difasilitasi Ambulans, Ahli Waris Ucap Terimakasih pada Pemkot Bengkulu

BencoolenTimes.Com,– Pasca mendengar kabar dan melakukan mediasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu terkait rencana pemindahan makam TPU taman bahagia. Salah satu ahli waris yang keluarganya dimakamkan di TPU taman bahagia yakni Indah (47) yang merupakan warga Provinsi Lampung menyambut baik dan menyetujui pemindahan makam suaminya.

Setelah mengantongi persetujuan pihak ahli waris. Dinsos langsung melakukan pemindahan makam dan mengantarkan ke Provinsi Lampung dengan difasilitasi ambulans Pemkot milik Kecamatan Sungai Serut, Kamis (11/03/2021).

“Setelah mendapat kabar ini, saya sangat bersyukur karena dapat melakukan pemindahan makam suami. Secara pribadi saya ucapkan terimakasih untuk bantuan dari Pemkot Bengkulu seperti fasilitas ambulans dan lainnya,” ujar Indah.

Dalam kesempatan ini, Indah mendukung proses penataan TPU di Kota Bengkulu. “Saya dulu sempat tinggal disini (Bengkulu) sebelum suami meninggal. Memang sudah seharusnya kota-kota besar melakukan penataan TPU seperti di Jakarta, agar lebih tertata dan rapi,” tambahnya.

Sementara itu, mendampingi ahli waris, Plt Kadinsos Joni Erwan mengatakan bahwa pemindahan makam TPU taman bahagia dilakukan setiap harinya setelah mendapatkan persetujuan ahli waris.

“Hari ini sudah 2 makam kita pindahkan, salah satunya ke Provinsi Lampung sesuai permintaan ahli waris yang ingin memindahkan ke sana. Untuk mempercepat proses pemindahan makam, setiap harinya kita juga melakukan mediasi agar ahli waris memahami tujuan pemindahan TPU taman bahagia ini,” sampai Joni. (IAL/MK).

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!