6.5 C
New York
Sunday, April 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1345

Dipindahkan, Pedagang Pakaian di Pantai Panjang Ngadu ke Dewan

Para pedagang saat ngadu ke dewan

BencoolenTimes.com, – Para pedagang pakaian yang sebelumnya berdagang di sekitar kawasan Pasir Putih Pantai Panjang ngadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu setelah dipindah berjualan di lahan belakang Hotel Grage Bengkulu beberapa waktu lalu.

Para pedagang mendatangi Kantor DPRD Kota Bengkulu dan meminta agar mereka dapat dipindahkan ke tempat yang lebih representatif.

“Lokasi sekarang ini rawan banjir dan jarang didatangi pengunjung sehingga membuat dagangan kami tidak laku. Kami minta dikembalikan ke pasir putih atau ke tempat yg lebih layak,” kata salah seorang pedagang.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu Amrullah mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) tidak melarang pedagang untuk berdagang di sepanjang kawasan Pantai Panjang. Namun, Pemerintah Kota ingin agar kawasan ini lebih tertib dan rapi.

“Kami telah membuat perencanaan, dengan mensinergikan antara pedagang pakaian dengan pedagang kuliner. Nanti kita selang seling ada pedagang pakaian dan pedagang makanan. Tujuannya agar Pantai Panjang lebih rapi dan indah,” kata Amrullah.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Bengkulu Indra Sukma Samosir  meminta Dinas Pariwisata dapat menata kembali pedagang agar dapat mengakomodir kepentingan semua pihak. Pihaknya memberikan catatan akan mendukung kegiatan usaha yang mendukung pariwisata, misalnya baju yang berciri khas Bengkulu dan kegiatan usaha ekonomi kreatif lainnya.

“Bisa saja pedagang pakaian berjualan kaos dengan corak dan ciri khas Bengkulu. Ini untuk mendukung pariwisata juga,” tutup Indra Sukma. (Bay)

Dewan Rekomendasikan Tutup Indomaret Ilegal

Rapat dengar pendapat DPRD Kota Bengkulu

BencoolenTimes.com, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu merekomendasikan menutup seluruh gerai Indomaret di Kota Bengkulu yang tidak memiliki izin atau ilegal. Kesepakatan penutupan tersebut diambil setelah DPRD Kota Bengkulu Sidak ke PT. Indomarco Prismatama Bengkulu belum lama ini yang kemudian ditegaskan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan gabungan Komisi DPRD Kota Bengkulu, Senin (8/3/2021).

Dalam RDP tersebut Dewan satu suara berkesimpulan 72 gerai Indomaret reguler dan 10 gerai franchise, melanggar regulasi sehingga harus ditutup.

Selain itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu dalam RDP tersebut mengungkapkan bahwa pihaknya sampai saat ini belum pernah mengeluarkan rekomendasi perizinan Indomaret.

“Kami belum pernah mengeluarkan rekomendasi perizinan Indomaret karena setelah kami teliti banyak yang belum memenuhi syarat. Kami pun sudah memberikan tenggang kepada PT. Indomarco waktu untuk memperbaiki dan melengkapi persyaratan,” kata Kepala Disperindag Kota Bengkulu, Dewi Dharma.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Toni Harisman mengakui pada tahun 2018 lalu Walikota telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) penghentian pendirian Indomaret dengan maksud untuk melindungi pelaku usaha mikro dan kecil.

“Ada SE Walikota yang meminta penghentian pendirian Indomaret untuk melindungi eksistensi pelaku usaha kecil (warung),” ungkap Toni Harisman.

Diwaktu yang sama, Wakil Ketua I DPRD Kota Bengkulu Donga Mark menegaskan, siapapun tidak boleh bermain-main dengan regulasi perizinan. Jika ada pihak yang berani bermain dalam perizinan toko modern dan retail ini, Dewan akan meminta aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan.

“Jelas Indomaret tidak berizin. Jika ada yang berani main dengan urusan izin ini, saya akan minta APH masuk ke sana,” tegas Donga Mark.

Sedangkan Wakil Ketua II Alamsyah M TPd menilai, kasus Indomaret menjadi bukti ketidakseriusan penyelenggara pemerintahan terhadap regulasi yang ada. Hal ini menjadi celah bagi Manajemen PT. Indomarco untuk bersikap acuh dalam mengurus perizinan. Alamsyah sepakat harus ada efek kejut bagi siapapun yang melanggar aturan.

“Harus ada tindakan tegas berupa sanksi kalau kita bicara soal regulasi. Selama perizinan sedang diurus, seluruh gerai harus ditutup sementara,” jelas Alamsyah.

Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu Teuku Zulkarnain sebagai pimpinan RDP  menggarisbawahi penyelenggara pemerintahan terutama DPRD tidak anti investasi. Namun persoalan perizinan juga tidak boleh diabaikan karena berkaitan dengan banyak aspek.

“Kita tidak anti investasi. Silahkan berinvestasi di Kota Bengkulu. Namun tidak juga boleh melanggar regulasi dengan mengabaikan perizinan. Persoalan investasi ini memiliki dampak yang luas, mulai dari persoalan ketenagakerjaan, pendapatan asli daerah dan keberpihakan terhadap sektor UMKM,” tutup Teuku Zulkarnain. (Bay)

Wawali Buat Sayembara Perekam Video Buang Sampah Sembarangan Dapat Setengah Juta

BencoolenTimes.com, – Semangat Kota Bengkulu bersih dari sampah, terus digaungkan Pemerintah Kota Bengkulu. Wakil Walikota Bengkulu, Dr. Dedy Wahyudi, membuat sayembara berhadiah setengah juta atau Rp 500 ribu.

Sayembara ini diberikan untuk warga yang merekam aksi oknum masyarakat buang sampah sembarangan, di Kota Bengkulu.

“Kita kasih uang Rp 500 ribu dari Wakil Walikota Bengkulu,” ungkap Dedy Wahyudi yang akrab disapa Dewa, saat gotong royong bersama warga kawasan Danau Dendam Tak Sudah, Minggu (7/3/2021) lalu.

Ketentuan sayembara ini, yakni merekam aksi orang buang sampah disertai identitas pelakunya. “Jadi warga lah yang menjaga lingkungannya sendiri,” terang Wawali.

Tidak hanya penghargaan untuk yang merekam video, Wawali juga menegaskan bagi pelaku buang sampah akan diberikan sanksi tegas.

“Hukumannya 3 bulan kurangan atau denda Rp 5 juta. Jadi warga semuanya, jaga lingkungan kita dari sampah yang merusak pemandangan. Kalau bukan kita, siapa lagi,” imbuh Wawali.(bro)

Simak liputannya di Kanal BDTV

Ngantor di Masjid, Walikota Helmi Hasan Tuai Protes dan Kontroversi

Pesan beberapa grup WhatsApp (WA) di handphone, terus berdering jelang azan Magrib, Senin (8/3/2021). Ketika dibuka, banyak link berita tentang Walikota Bengkulu Helmi Hasan, ngantor di Masjid Attaqwa, bersiliweran di banyak grup WA. Keputusan Walikota ngantor di masjid itu, menuai kontroversi.

Benni Hidayat, – Bencoolentimes.com

KOTA Bengkulu sekarang sedang berbenah mempercantik kota. Kompensasi dari itu, Walikota Bengkulu Helmi Hasan terpaksa “terusir” dari Balai Kota Bengkulu di Jalan Basuki Rahmat, yang selama ini ditempatinya.

Balai Kota yang selama ini menjadi rumah dinas Walikota, berganti menjadi Mal Pelayanan Publik (MPP). Alhasil, Walikota harus “angkat kaki” dari Balai Kota.

Permasalahan muncul, rumah dinas Walikota yang baru, belum dibangun. Rencananya, rumah dinas itu akan dibangun di kawasan Kelurahan Betungan, dan masuk dalam wilayah Kota Merah Putih.

Nah tadi siang, Walikota memilih menempati salah satu bangunan di Masjid Attaqwa. Per Senin tadi siang, Helmi Hasan sudah aktif melakukan rutinitas di rumah dinas ini. Tampak Wakil Walikota Dedy Wahyudi dan Sekda Kota Arif Gunadi juga melakukan koordinasi di sana.

Walikota dan Wakil Walikota serta Sekda Kota berkoordinasi di rumah dinas kawasan Masjid Attaqwa

Pilihan ngantor di Masjid Attaqwa di Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Anggut itu, menuai kontroversi. Ada yang memuji lantaran satu-satunya Walikota yang ngantor di masjid, namun ada juga yang mencaci hingga protes.

Kepada wartawan media ini, Helmi Hasan via telepon saat wawancara mengungkapkan kronologis dirinya memilih lingkungan di Masjid Attaqwa sebagai pengganti rumah dinas itu.

“Iya benar, Balai Kota pindah sementara. Tapi bukan kantor, kalau kantor tetap di Bentiring. Sementara Balai Kota pindah ke Guest House di Alun-alun Berendo Masjid Attaqwa. Helmi Hasan sudah memulai aktivitas di wilayah Masjid Attaqwa. Jadi Balai Kota yang menjadi rumah dinas selama ini, menjadi Mal Pelayanan Publik,” ungkap Helmi mengawali wawancara.

“Nah otomatis Helmi Hasan harus pindah. Awalnya, diminta rumah pribadi Helmi Hasan di Kelurahan Sidomulyo, disewa menjadi rumah dinas. Namun itu Helmi Hasan tolak, karena akan membebankan APBD. Lebih baik APBD itu diperuntukkan untuk yang lain dan bermanfaat untuk masyarakat,” lanjut Helmi Hasan.

Karena menolak rumah pribadinya menjadi rumah dinas yang menguras APBD, Helmi Hasan lantas meminta Sekda Kota Bengkulu, Arif Gunadi mencarikan aset Pemkot yang belum digunakan.

Lalu muncul pilihan untuk menempati bangunan yang masuk kawasan Masjid Attaqwa milik Pemkot Bengkulu.

“Bangunan itu merupakan Guest House Alun-alun Berendo Kota, milik Pemkot di Masjid Attaqwa. Jadi saya pilih sementara menempati rumah dinas di sini saja. Apalagi dekat dengan masjid, sehingga bisa terus meningkatkan ibadah juga,” terang Helmi Hasan.

Meski beraktivitas dekat masjid, keputusan walikota ini diprotes sebagian kalangan. Pasalnya, bagaimana jika ada warga beragama lain yang ingin bertemu Walikota tapi harus ke masjid.

“Iya, memang ada yang bertanya bagaimana dengan warga yang beda agama. Rumah ibadah itu tempat yang baik. Kan gak ada salahnya, kita juga bisa bertemu di halaman Alun-alun Berendo Kota. Tempat ini (rumah dinas) juga sifatnya sementara, karena nanti juga akan pindah ke rumah dinas di kawasan Kota Merah Putih,” jelas Helmi Hasan.

Pantauan media, rumah dinas sementara di Masjid Attaqwa ini juga nampak sederhana. Tak ada kesan mewah seperti banyak rumah dinas pejabat kebanyakan.

Baik ruangan istirahat, maupun ruang kerja pribadi Walikota, tertata sederhana. Namun, pelayanan untuk masyarakat tetap maksimal di sini.

Karena dekat masjid, banyak pejabat maupun warga yang bertandang ke rumah dinas sementara ini, ketika masuk waktu sholat, semua bergerak menuju masjid.(**)

Hanya Walikota Bengkulu Helmi Hasan, Satu-satunya Kepala Daerah yang Berkantor di Masjid

BencoolenTimes.com,-Umumnya, Kepala Daerah identik dengan kemewahan. Ruang kerja mewah, kantor megah, dan serba mewah lainnya. Tapi, berbeda dengan Walikota Bengkulu Helmi Hasan. Demi kepentingan warganya, Helmi Hasan mewakafkan Balai Kota untuk dijadikan Mal Pelayanan Publik (MPP). Tidak hanya itu saja, sebelumnya, kantornya yang berada di Simpang Lima Ratu Samban juga ia wakafkan untuk Rumah Sakit. Bahkan sekarang, orang nomor satu di Kota Bengkulu itu hanya ngantor di masjid.

Berikut liputan Nugroho dan Novri

Adzan Zuhur berkumandang di Masjid Akbar At Taqwa Kelurahan Anggut Atas, siang itu Senin (8/3/2021) Walikota Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Walikota Dedy Wahyudi menunaikan salat Zuhur berjamaah. Ada pemandangan berbeda usai Zuhur berjamaah tersebut. Helmi Hasan yang biasanya kembali ke rumah dinas (Balai Kota), mulai Senin ini tak lagi kembali ke sana. Ia mulai ngantor di masjid tersebut.

Siang itu ia sedang memberi arahan kepada Wakil Walikota Dedy Wahyudi dan Sekretaris Daerah Arif Gunadi. Tak tampak kemewahan di ruang yang hanya berukuran 4 meter x 5 meter itu. AC, meja, kursi, hordeng, hingga karpet pun tak ada yang baru, semua adalah barang lama yang sebelumnya digunakan di Balai Kota. Tak ada fasilitas yang baru, bahkan karena baru saja dipindah, beberapa bagian karpet masih terlihat berdebu. Tak ada biaya yang dikeluarkan untuk memindahkan fasilitas tersebut.

Helmi Hasan terlihat menikmati kesederhanaan itu, ia pun tampak seperti biasa saat memberi arahan kepada Dedy Wahyudi dan Arif Gunadi. Ia tak terganggu sedikitpun meskipun tempat yang ia tempati sekarang tak lebih baik dari sebelumnya.

“Untuk penghematan, semua proses pemindahan tak memakan biaya. Mulai dari AC, kursi, hingga karpet semuanya juga tidak ada yang baru. Kita meminimalisir biaya, silakan anggarannya untuk kepentingan lainnya seperti perencanaan Mal Pelayanan Publik di Balai Kota,” ujar Helmi Hasan ketika ditemui di ruangannya.

Bahkan, ia akan melakukan koordinasi koordinasi dan memanggil Kepala Organisasi Perangkat Daerah untuk tetap memikirkan kemajuan kota ini dari ruangan tersebut.

“Tak perlu mewah-mewah, yang terpenting bagaimana pemerintah berbuat untuk masyarakatnya dan menciptakan kebahagiaan. Kalau sudah dibuat Mal Pelayanan Publik nanti, tentu masyarakat akan lebih mudah mengurus dokumen-dokumen yang diperlukan. Tujuan kita tetap satu, masyarakat Kota Bengkulu harus merasakan kebahagiaan. Kalau semua sudah terwujud, tentu kita juga akan bahagia melihatnya,” sampai Helmi.

Bagi Helmi Hasan, berkantor di masjid dapat semakin mendekatkan dirinya melakukan amalan amalan ibadah. “Kalau ngantor di masjid, tentu hati akan semakin tenang karena setiap hari mendengar dan melihat amalan-amalan ibadah. Saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk memuliakan rumah ibadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing dengan amalan-amalan kebaikan di dalamnya. Kalau semua sudah memuliakan rumah ibadah, Insya Allah Kota Bengkulu selalu diberkahi dan dinaungi keselamatan,” paparnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Bengkulu Toni Harisman mengungkapkan, rencananya MPP akan diresmikan bersamaan dengan Hari Jadi Kota Bengkulu ke 302. “Keseriusan Bapak Walikota dan Wakil Walikota untuk membangun MPP sangat besar, karena itu bersama Dinas PUPR kami sedang menyiapkan berbagai infrastruktur untuk kelancaran MPP tersebut. Insya Allah dalam waktu dekat gerainya akan selesai sehingga akan diresmikan Bapak Walikota pada 17 Maret 2021,” ujarnya. (IAL/MK).

 

Jalan dan Jembatan Pemprov di Tengah Kota Rusak, PUPR: Nanti Kalau Anggaran Sudah Ada Akan Kita Perbaiki

Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Mulyani Toha

BencoolenTimes.com, – Sejumlah titik jalan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu yang berada di Tengah Kota dikeluhkan warga karena kondisinya rusak dan kerap mengakibatkan pengguna jalan kecelakaan.

Sejumlah jalan tersebut diantaranya jalan kawasan Sungai Rupat, jalan di kawasan Hibrida mulai dari lampu merah SLB hingga Hibrida Ujung, jembatan kawasan Hibrida yang bolong dan dapat membahayakan pengguna jalan.

Kemudian jalan Kalimantan yang kondisinya juga sudah rusak, dan saat ini tengah dipasang plang peringatan oleh warga setempat.

Dari sejumpah jalan rusak tersebut, di dua titik jalan yakni Jalan Kalimantan dan Jalan Hibrida warga sempat menggunakan dana pribadi untuk menambal jalan menggunakan semen, namun tidak bertahan lama dan kembali rusak.

Sehingga dalam hal ini, warga meminta pemerintah segera bersikap melakukan perbaikan agar tidak ada lagi korban pengendara jatuh akibat jalan rusak tersebut.

Sementara itu, terkait sejumlah titik jalan Pemerintah Provinsi  yang rusak tersebut, Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Mulyani Toha saat diwawancarai di Kantornya, Senin (8/3/2021) mengatakan, bahwa perencanaan perbaikan jalan rusak tersebut sudah sejak tahun 2020 lalu dan tahun 2021 pihaknya terkendala anggaran untuk melakukan perbaikan, apabila nanti sudah ada anggaran maka jalan akan diperbaiki.

“Nanti kalau anggaran sudah ada akan kita perbaiki, kalau direncanakannya itu sudah dari tahun kamarin,” singkatnya. (CW7)

Pemkot Bengkulu Beri Pemahaman Pada Tokoh Agama Terkait Proses Pemindahan Makam

BencoolenTimes.com,– Adanya pihak yang pro dan kontra terkait rencana pemindahan makam dari TPU taman bahagia Air Sebakul ke makam merah putih di Bentiring. Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Dinas Sosial saat ini terus melakukan pemahaman kepada pihak terkait tentang proses pemindahan makam tersebut.

Ini disampaikan langsung oleh Plt Kadinsos Joni Erwan saat di wawancara, Senin (8/03/2021).

“Kita terus mendengar aspirasi pihak-pihak tersebut. Saat ini, pihak kita (Dinsos) terus memberikan pemahaman kepada mereka melalui tokoh agama dengan melakukan pertemuan dan menjelaskan rencana pemindahan makam,” jelas Joni.

Joni berharap melalui pertemuan dengan tokoh agama terkait rencana pemindahan makam agar mendapat dukungan dari masyarakat.

“Semoga melalui pertemuan dengan para tokoh agama ini dapat menyelesaikan kontra yang ada dengan memberikan pemahaman terkait pemindahan makam dan mendapatkan dukungan dari berbagai belah pihak. Sampai saat ini pihak kita juga terus melakukan upaya pendekatan tersebut,” tambahnya. (IAL/MK)

 

Wujudkan Kota Bersih dari Narkoba, Wawali Bersama BNN Kota Bengkulu Resmikan Kelurahan Padang Serai Menjadi Kelurahan Bersinar

BencoolenTimes.com,– Mewujudkan Kota Bengkulu bersih dari narkoba. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bengkulu meresmikan dan menetapkan Kelurahan Padang Serai menjadi Kelurahan bersih dari narkoba (bersinar), Senin (8/03/21).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Lurah Padang Serai dihadiri Kepala BNN Provinsi Bengkulu Brigjen Pol. Drs. Toga H. Panjaitan, Kepala BNN Kota Bengkuu AKBP Alexander S. Soeki, Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dan undangan lainnya.

Saat peresmian, Dedy menyampaikan pesan kepada seluruh perangkat kelurahan dan masyarakat untuk menjauhi narkoba dan kebiasaan buruk lainnya karena menurutnya hal tersebut dapat merusak masa depan.

“Narkoba ini barang terlarang, dapat merusak masa depan kita. Jadi, saya ingatkan kepada masyarakat mari bentengi diri dengan agama, karena tanpa pemahaman agama tentu kita akan terjerumus dalam kegelapan. Oleh karena itu, bekali diri dengan agama, karena adanya agama kita dapat saling menghargai, menjaga, membantu dalam kebaikan dan dijauhkan dari hal-hal buruk seperti narkoba ini,” sampai Dedy.

Dedy pun tak lupa mengajak masyarakat untuk membantu kinerja BNN Provinsi dan Kota dalam memberantas narkoba.

“Mari kita bantu BNN baik itu provinsi atau kota dalam memberantas narkoba. Karena kita sendiri yang paham akan lingkungan sekitar, untuk itu saling membantu mewujudkan Kota dan Provinsi Bengkulu bersih dari narkoba,” tambahnya.

Disaat bersamaan, Kepala BNN Provinsi Bengkulu Brigjen Pol. Drs. Toga H. Panjaitan mengatakan bahwa tujuan dibentuknya kelurahan bersinar salah satunya ialah untuk pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba.

“Disini, pihak kelurahan harus menjadi garda terdepan dalam pemberantasan narkoba. Jadi untuk mewujudkan kelurahan bersinar kita akan memberdayakan perangkat kelurahan dan masyarakat untuk pencegahan dan penyalahgunaan narkoba,” jelas Toga.

Dikatakan Toga, kelurahan bersinar merupakan program nasional BNN yang bekerja sama dengan TNI Polri, pemerintah daerah serta komponen masyarakat untuk penanggulangan narkoba.

“Keterlibatan semua lapisan masyarakat dan pemerintah daerah khususnya kelurahan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba diyakini akan mampu menurunkan angka narkoba dan mewujudkan Kota Bengkulu yang bersih dari narkoba,” demikian Toga. (IAL/MK).

Jalan Hingga Jembatan Pemprov di Tengah Kota Rusak dan Kerap Sebabkan Kecelakaan, Warga Ngeluh

Jembatan Bolong yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan

BencoolenTimes.com,- Jalan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu yang berada di tengah Kota dikeluhkan warga, seperti jalan Sungai Rupat yang kondisinya memprihatinkan, lubang dengan ukuran besar kerap mengakibatkan pengendara kecelakaan, hal itu dikeluhkan warga dan meminta pihak terkait segera melakukan perbaikan agar tidak ada lagi pengguna jalan yang menjadi korban kecelakaan.

Jalan kawasan hibrida

Atonia warga setempat mengatakan, jalan tersebut sudah lama rusak namun tak kunjung diperbaiki hingga sekarang. Jalan tersebut yang mengalami rusak parah sekitar 6 bulan dan warga setempat sempat berinisiatif menimbun jalan tersebut menggunakan semen dengan dana pribadi, namun jalan kembali rusak.

“Sudah enam Bulan Ini jalan ini rusak parah, dulu sempat kami timbun dengan coran semen memakai dana pribadi kami,  tetapi sekarang sudah banyak mulai rusak lagi. Kecelakaan sudah sering terjadi seperti kemaren malam saja, anak muda yang terjatuh memakai motor trail dan beberapa minggu lalu ada bapak-bapak sudah tua kecelakaan lumayan parah. Jadi tolonglah perbaiki jalan ini, lebih cepat lebih bagus,” kata Atonia, Minggu (7/3/2021).

Tak hanya jalan itu saja, jalan rusak milik Pemerintah Provinsi Bengkulu di kawasan Hibrida mulai dari lampu merah SLB hingga Hibrida Ujung juga dikeluhkan warga. Bahkan jembatan kawasan Hibrida yang setiap harinya dilintasi kendaraan bolong dan dapat membahayakan pengguna jalan.

Wati warga Kota pengguna jalan, meminta pihak terkait segera bersikap melakukan perbaikan, menurutnya kondisi jembatan sangat membahayakan bagi pengendara yang melintas.

“Jembatan ini sudah lama lubang, mohon perbaiki jalan ini agar tidak terjadi kecelakaan dan kami pengguna jalan aman saat berkendara,” harap Wati.

Sementara, Ana warga tinggal tidak jauh dari jembatan meminta agar pemerintah segera ditindaklanjuti lubang jembatan tersebut.

“Harus cepat diperbaiki dan tidak ada korban kecelakaan lagi, karena disitu sering ada orang kecelakaan. Terus kalau malam waktu istirahat banyak Truk-truk besar yang lewat di jembatan dan itu sangat menganggu kami. Kami harap Pemerintah segera memperbaiki,” tutup Ana.

Selain itu, dilokasi lain, yakni jalan Kalimantan yang juga merupakan milik Pemprov Bengkulu membuat warga ngeluh karena rusak dan berlubang dengan ukuran besar. Bahkan  kerap mengakibatkan pengendara kecelakaan.

Agus Suhardi Ketua RT 5 Kelurahan Sukamerindu mengatakan, jalan tersebut sudah lama rusak namun tak kunjung diperbaiki hingga sekarang. Jalan tersebut kerap kali mengakibatkan kecelakaan dan warga setempat sempat berinisiatif menimbun jalan tersebut menggunakan semen dengan dana pribadi, namun jalan tidak bertahan, lama paling selama satu bulan dan itu kembali rusak.

“Sudah lama Ini jalan rusak, dulu sempat kami timbun dengan coran semen memakai dana pribadi kami,  tetapi sekarang sudah banyak mulai rusak lagi. Kecelakaan sudah sering terjadi apalagi kalau malam hari karena tidak adanya juga lampu penerangan jalan sekitran lubang tersebut,” katanya, Senin (8/3/2021).

Lanjutnya, karena sering terjadinya kecelakaan maka warga berinisiatif memasang plang di lubang tersebut agar tidak ada korban selanjutnya.

“Sekarang sudah kami kasih plang, Supaya tidak ada korban lagi yang kecelakaan. Kasihan kadang itu ada pengendara dari jauh yang kecelakaan, sampai ada yang terkilir, luka parah dan sampai ada jatuh ke siring,” ucapnya.

Ia berharap agar pemerintah terkait segera menindaklajuti jalan ini,  supaya lalu lintas lancar dan keamanan bagi pengguna jalan juga.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan media ini masih berusaha mengonfirmasi pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang  (PUPR) Provinsi Bengkulu terkait hal ini. (CW7)

Polda Geledah Tiga Lokasi Soal Kasus KONI

Tim penyidik Polda Saat Melakukan Penggeledahan

BencoolenTimes.com, – Tim penyidik Subdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bengkulu melakukan penggeledahan di tiga lokasi terkait penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Komite Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu, Senin (8/3/2021).

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno, S.Sos., M.H mengatakan, tiga lokasi yang digeledah tim penyidik diantaranya, Kantor Ketua KONI di Sukajadi, Kantor KONI, dan Rumah Mufran Imron selaku Ketua KONI di BTN Padang Harapan.

“Dari ketiga lokasi tersebut kita menyita dokumen – dokumen serta 2 unit PC,” kata Sudarno.

Sudarno menjelaskan, tim penyidik dalam penyidikan perkara ini telah memeriksa 35 orang saksi guna melengkapi berkas penyidikan terkait kasus tindak dugaan penyelewengan dana hibah KONI Provinsi Bengkulu sebesar Rp 15 miliar.

“Penggeledahan kita lakukan guna melengkapi berkas penyidikan setelah adanya surat penetapan penggeledahan dari pengadilan,” jelas Sudarno.

Sudarno menambahkan, sampai saat ini penggeledahan oleh Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Bengkulu masih berlangsung dipimpin langsung Kasubdit III Tipikor Polda Bengkulu Kompol Imam Wijayanto.

Berdasarkan data terhimpun, Dana hibah KONI sebesar Rp 15 miliar, dari total tersebut sebesar Rp 11 miliar diduga tidak bisa dipertanggungjawabkan. (Bay)

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!