10.9 C
New York
Sunday, May 24, 2026

Buy now

spot_img

Buat Status Facebook Sebelum Gandir, Warga Rejang Lebong Bikin Heboh Akhir Tahun

BencoolenTimes.com – Buat status Facebook (FB) sebelum melakukan aksi Gantung Diri (Gandir), seorang pria beristri, ADP (29) warga Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong bikin heboh.

Korban diduga nekat Gandir lantaran masalah keluarga, yaitu soal warisan keluarganya. Aksi Gandir ini diketahui terjadi Selasa subuh, 30 Desember 2025, sekitar pukul 04.30 WIB.

Adapun status FB korban ‘AKU DI FITNAH DARI SEGALO AKU SEMPAT DI KEJAR MAU DI BUNUH PESANKU JANGAN TERLALU MENGEJAR JABATAN PERCAYALAH APA YANG KALIAN AMBIL DARIKU TAK AKAN LAMA KALAU SUATU SAAT ISTRIKU MENIKAH DENGAN SAUDARAKU BEARTI KEMATIANKU DIRENCANAKAN AGAR AKU BUNUH DIRI’.

Kepala Seksi (Kasi) Humas, Polres Rejang Lebong, AKP Sinar Simanjuntak menjelaskan, aksi nekat Gandir korban pertamakali diketahui kakak kandung korban yang menaruh curiga dengan status korban di Media Sosial (Medsos) FB.

Kemudian kakak korban, langsung memberitahukan kepada orang tuanya terkait status korban di FB tersebut. Sang kakak meminta agar orang tuanya mengecek korban yang tinggal bersama orang tuanya tersebut.

Kemudian orang tuanya mengecek korban yang tidur di dalam kamar rumah mereka, sedangkan disaat yang sama, kakak korban berangkat dari rumahnya menuju rumah orang tuanya tersebut.

‘’Orang tua korban mengecek dengan mengintip dari ventilasi dan melihat korban sudah dalam kondisi tergantung. Orang tua korban kemudian menelpon kembali kakak korban,’’ terang Kasi Humas.

Setelah Kakak korban sampai, lanjut Kasi Humas, bersama orang tuanya tersebut langsung mendobrak pintu kamar yang terkunci dari dalam. Lalu kakak dan orang tua korban langsung menurunkan korban.

‘’Dari pengecekan personel kita, tali yang digunakan untuk aksi tersebut menggunakan tali tambang. Tali dikaitkan ke balok dengan jarak Duaratus Limapuluh Centimeter dari lantai,’’ lanjut Kasi Humas.

Dari kondisi fisik korba, ungkap Kasi Humas lagi, lidah menjulur, terdapat cairan yang keluar pada kemaluan dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

‘’Dugaan sementara motif korban nekat melakukan aksi tersebut karena motif masalah keluarga. Keluarga sudah membuat surat pernyataan karena menolak dilakukan Autopsi terhadap Korban,’’ imbuh Kasi Humas.(OIL)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!